Pada tanggal 6 - 8 Juli kemarin, saya beserta keempat teman saya (Ami, Anti, Pyo dan Mba Nung) pergi ke pulau Tidung menggunakan jasa travel dari www.arietidung.com Puas sekali rasanya dengan hasil kerja tim Arie Tidung, tidak ada cela buat mereka semua (bukan promosi loh! Ini beneran!). :)
6 Juli 2011
Pukul 5 pagi, kami berlima di dalam taksi Blue Bird menuju Muara Angke. Sedikit mengalami kesulitan untuk mencari pom bensin Pertamina yang menjadi tempat kami janjian dengan si Arie Tidung. Ternyata letak pom bensin ada di dalam pasar Angke, jadi kita masuk melewati gerbang tiket, bayar Rp. 2000 untuk mobil. Sesampainya di pom bensin, sudah ramai loh dengan para wisatawan yang mau ke pulau Tidung juga. Banyak yang bawa tas ransel, tapi juga engga kalah banyak yang bawa travel bag malah ada juga yang bawa bantal.. hahahaha
Ini adalah pengalaman pertama saya datang ke Muara Angke. Kaget juga dengan situasi di sana. Bau amis yang sangat menusuk hidung. Banjir kecil alias genangan air di mana-mana sampai-sampai para pedagang menggunakan sepatu bot plastik bahkan tidak sedikit orang yang tidur dengan nyenyak di atas gerobak. *miris*
Mas Arie bilang bahwa kami menggunakan kapal bernama Madina untuk menuju pulau Tidung. Ini kali kedua saya naik kapal. Jangan dibayangkan kapalnya seperti kapal Titanic atau kapal-kapal yang berada di Marina Ancol yaa. Kapal Madina yang saya tumpangi hanya kapal sederhana dari kayu yang memiliki tiga tingkatan. Lantai dasar bisa dibilang bagasinya kapal. Banyak warga pulau Tidung yang membeli keperluan sehari-hari termasuk untuk logistik di Jakarta dan diangkut menggunakan kapal tersebut. Kemudian, lantai dua dan tiga diisi oleh para wisatawan. Saran dari Mas Arie lebih baik pilih lantai paling atas karena tidak pengap.




Nama guide kami adalah Nurhalim alias Halim. Jujur, sampai sekarang ketika saya mengetik posting ini, saya masih terngiang-ngiang suara Halim yang sering memanggil Mba Nung "Mba Canteeek!" dan akhirnya saya kangen juga dengan guide kami itu. Halim is the best deh! :)
Penginapan di pulau Tidung adalah rumah penduduk yang menyewakan kamarnya untuk para wisatawan. Fasilitasnya bagus loh, AC, TV, kamar mandi dalam dan tempat tidur busa. Namun, kata Mas Arie tidak semua penginapan menyediakan TV. Kebetulan penginapan RHS tempat kami menginap menyediakan TV. Pemiliknya pak Aput, baik sekali beliau ini.




Cerita dari si Ical bahwa kenapa pantai Barat lebih sepi pengunjung karena menurutnya pantai Barat tidak seindah pantai Timur. Menurut saya sama indahnya. :) Tapi memang pantai Barat hanya pemandangannya yang indah tapi tidak ada hal menarik lainnya. Semua aktifitas laut berada di pantai Timur pulau Tidung. Jadi yaa di pantai Barat kami hanya numpang foto-foto saja.. :D
Tidak ada setengah jam di pantai Barat, kami lanjut gowes menuju pantai Timur. Capeeeeek cuy!! -___-" ngos-ngosan!! Kurang lebih dari pantai Barat sampai Timur jaraknya 4km. Hegh!! Tapi semua ini saya nikmati dengan alasan kapan lagi bersepeda dipinggir pantai?? :D
Dari kejauhan udah terlihat keramaian diujung pantai. Kami melewati gapura yang terbuat dari bambu yang tertulis "Welcome to Jembatan Cinta". Dalam hati berkata "Oalaaaah, ini toh lokasi jembatan cinta di pulau Tidung, kayak apa sih itu jembatan?!" Sebelum masuk ke lokasi pantai Timur, sepeda-sepeda harus diparkir dulu dengan biaya parkir Rp.2000 per sepeda. Mahal juga yaaa cuy?!




Selanjutnya kano. Ini juga pengalaman pertama saya naik kano. Ilmu mendayung saya minus banget padahal dulu jaman smp pas aktif pramuka saya sempet diajarin mendayung tapi kenapa kanonya cuman bisa maju? engga bisa belok kiri atau kanan? Ujung-ujungnya terdampar di tepi pantai. Susah bener dah main kano!! Memang saya nahkoda yang payah.. :')

Cukup lah yaaaa, main-mainnyaaa udah mau magrib juga. Sebelum pulang ke penginapan. Ngebakso dulu enak kali yaaa?! Emang deh dari jaman dulu les renang sampai sekarang tiap udahan renang pasti laper dan pasti makan mie. :p Nunggu bakso dateng, minum kelapa muda dulu. Sebenernya saya bosen dengan kelapa muda karena hampir tiap hari di rumah saya selalu ada kelapa muda. Tapi yaa berhubung ini di pulau Tidung sensasinya lain. :D

Berakhir sudah hari pertama di pulau Tidung, saatnya mandi dan istirohat.. Tidak sabar untuk menceritakan pengalaman saya di hari kedua. Amazing!! ;)
No comments:
Post a Comment