Showing posts with label FYI. Show all posts
Showing posts with label FYI. Show all posts

27 August 2017

Biaya Persalinan di RSIA Bunda Aliyah..

Seperti janji saya di post sebelumnya di bulan Februari (what??? Februari?? hehehe). Yasudahlah yaaaa, yang penting janji dipenuhi. Hehehhee... Saya janji untuk posting tentang biaya persalinan di RSIA Bunda Aliyah Pondok Bambu Jakarta Timur.

Langsung saja berikut adalah daftarnya yang saya dapat dari bagian informasi RS..




Untuk lebih jelasnya perbedaan tiap kelas, bisa klik di sini.. Atau bisa langsung hubungi contact RSIA Bunda Aliyah 02186602525 ..

Setelah saya bandingkan dengan beberapa rumah sakit lainnya, yaa sebut aja YP* Mente** (kalau ini mah ga usah dibandingkan sih yaa?? hehehe) dan Hermi**, RS Bunda Aliyah termasuk yang terjangkau harganya. Insya Allah kalau tidak ada halangan saya akan melahirkan di RS Bunda Aliyah. Aamiin.. 

Untuk posting selanjutnya saya akan cerita tentang dr Sp.Og pilihan saya di RS Bunda Aliyah..

See you.....

27 February 2017

Kehamilan pertama..

Setelah gagal meneruskan postingan tentang persiapan nikah, sekarang saatnya membayar kegagalan. Postingan sekarang akan membahas tentang kehamilan pertamaku. Hmm, semua perempuan pasti akan merasa ga nyangka setelah tahu dirinya hamil. Yaa seperti itulah saya. Standart yaa..

Tahu bahwa ternyata saya hamil, berdasarkan 3 alat test pack yang menunjukkan 2 strip. Hari tes berbarengan dengan H-1 ultah si Bapak, jadilah kado yang membuatnya haru biru.. Setelahnya langsung browsing dokter kandungan wanita mana yang banyak direkomendasikan di Jakarta Timur. Saya kekeuh ga mau di Bekasi. Alasan? Hmm.. cuman ga kepengen nanti di akta lahir TTL tertulis "Bekasi, ......." kayaknya ga rela aja gitu anak lahirnya di Bekasi. hehehehe.. Secara ibunya kelahiran Jakarta, bapaknya di Palembang, anaknya? Bekasi. No! No! No!..

Banyak browsing, dan banyak baca di grup diskusi online, terutama dari www.ibuhamil.com, didapat banyak yang menyarankan di RS. Bunda Aliyah Pd.Bambu. Sebelumnya pun saya juga sudah tertarik dengan RSIA tersebut, ternyata banyak juga yang merekomendasikan di sana, makin yakin deh hati ini. Berhubung saya merasa lebih nyaman dengan dokter wanita, dan si bapak juga lebih rela saya di "obok-obok" dengan dokter wanita, maka saya fokus cari dokter kandungan wanita. Berikut nama dokter kandungan wanita rekomendasi di RSIA Bunda Aliyah:
  1. dr. Sri Pudyastuti, SpOG (K)
  2. dr. Alesia Novita, SpOG
  3. dr. Sarah Alatas, SpOG, M.Kes
  4. dr. Siti Musrifah, SpOG
Keempat nama dokter tersebut sering sekali disebut-sebut di forum para ibu hamil. Lebih banyak merekomendasikan memang dengan dr. Sri sebab dr. Sri adalah dokter senior yang juga praktek di klinik Fetomaternal (klinik USG 4D). Tapiiii, mesti sabaaar banget kalau mau dengan dr.Sri. Selain pasiennya banyak, untuk mendaftarnya di RSIA Bunda Aliyah harus 3 hari sebelumnya. Kalau ga kuat nunggu lama lebih baik cari dokter lain, saya termasuk di dalamnya. Pilihan saya jatuh ke dr.Alesia, yang juga banyak direkomendasiin. Jadwal prakteknya di RSIA Bunda Aliyah juga banyak sampai 4 hari dalam seminggu.


Dipemeriksaan kandungan pertama, saya tidak dengan dr.Alesia yang disebabkan si Bapak pengen secepatnya cek "bener ga sih hamil?". Jadi dokter siapa aja ga masalah deh yang penting perempuan. Dapatlah dr. Shanty Ayu Saraswati di hari jumat malam. Berhubung saya masih kerja sampai jam 8 malam, jadilah si bapak yang langsung daftarin ke RSIA Bunda Aliyah. Selain dr.Sri untuk pendaftaran dan ambil nomer panggilan bisa langsung datang ke rumah sakit.

Dengan dr.Shanty, saya dinyatakan positif hamil 6 minggu, namun saya punya kista yang besarnya 5cm di sebelah kanan yang tidak perlu dikhawatirkan karena besarnya yang tidak lebih dari 8cm. Agak kaku yaa saya masuk ke ruang praktek poli kandungan, belum lagi pas liat kursi "panas".. hmm, gimana gitu rasanya.. dr. Shanty orangnya ramah, gesit, cekatan dan terlihat pembawaan anak mudanya. Sayangnya, beliau terlihat terburu-buru, mungkin disebabkan saya yang pasien terakhir datangnya agak terlambat jadi sudah lebih dari jam praktek beliau. 


dr. Shanty memberikan saya banyak vitamin dan penguat janin, sebab dalam waktu dekat ini saya akan melakukan perjalanan cukup jauh via udara. Mungkin vitamin-vitamin ini yang juga diberikan kepada kebanyakan ibu hamil muda. Yaa saya sebagai ibu hamil awam, mah iya-iya dulu. hehe.. Berikut daftar vitamin yang dikasih dr.Shanty:
  1. Vitamin D3 1000IU Tab, untuk kalsium agar tulang & gigi kuat (30 kapsul) =Rp.114.000
  2. Lycoxy Tab, untuk antioksidan agar sel-sel baru tumbuh dengan baik (30 tablet) = Rp. 216.000
  3. Vitamam 1, vitamin untuk trimester pertama (30 kapsul) = Rp.108.00
  4. Duphaston Tab, untuk penguat janin (30 tablet) = Rp. 690.000
total untuk tebus obat Rp. 1.128.000.. wow yaa.. #nabung #nabung

Harga tersebut belum dengan biaya lain-lainya, berikut rincian lengkapnya:
  1. Resep Farmasi = Rp. 1.128.000
  2. Buku kontrol kehamilan = Rp. 25.000
  3. Administrasi pasien baru = Rp. 45.000
  4. Biaya poli kandungan = Rp. 125.000
  5. USG dengan film = Rp. 170.000
Total keseluruhan Rp. 1.493.000..  #ruarbiasaaaaa hehehe...

Mungkin karena itu, banyak yang beralih ke BPJS. Saya pun juga tertarik dengan BPJS, tapiiii ya itu balik lagi ke alasan utama kenapa saya memilih RS di Jakarta. Karena tinggal di Bekasi, otomatis RS di Bekasi lah yang menjari rujukan. huhu.. Keegoisan semata.. hehehe..

Mungkin di kontrol kedua yang jatuh di tanggal 17 maret besok, saya akan update tentang biaya persalinan dan rawat inap di RSIA Bunda Aliyah. Biar bisa nabung dari sekarang.

07 January 2014

Naik Commuter Line?! Kenapa engga?!

Hai semuanyaaaaa...

Selamat tahun baru 2014!! Semoga di tahun 2014 kita dan keluarga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan. Amin!! Resolusi yang standar tapi hakiki.. :)

Di awal tahun ini, saya ingin bercerita betapa senangnya saya bisa kembali menggunakan transportasi masal seperti dulu ketika saya masih jadi mahasiswa s1. Ceritanya semenjak saya bisa menyetir mobil sekitar tahun 2009 dan semenjak saya ambil program profesi saya mulai aktif menyetir mobil sendiri kemana-mana dengan alasan barang bawaan yang selalu banyak sehingga agak kesulitan kalau naik transportasi masal. Jadilah suatu kebiasaan kemana-mana naik mobil pribadi. Mau macet? Hajar! Namanya tinggal di Jakarta yaa mesti terima nasib kalau jalanan macet. Tapiiiii setelah hampir 5 tahun nyetir mobil, akhirnya saya merasa capek untuk menempuh jalur macet. Jalur rutin saya itu jatibening - salemba, biasanya hanya 1,5 jam tapi akhir tahun kemaren sampai 3 jam booooook!! Mabok saya di mobil sendiri, mati gaya, bingung mau ngapain lagi.. Capek bangeeeeet!!

Sudah ada niatan untuk balik lagi naik angkot kayak dulu tapi selalu ga kesampean, mikirnya ongkos ojek dan angkot sekarang mahal banget.. Pokoknya seribu alasan lah.. Tapi semakin sering denger cerita pacar yang kalau berangkat ngantor sering nebeng (twitter: @nebengers), naik motor trus nyambung transjakarta sampai naik Commuter Line, saya sendiri jadi makin mupeng pengen juga naik transportasi masal. Akhirnyaaaa, selama libur akhir tahun kemarin saya niatkan untuk di hari pertama beraktivitas di tahun 2014 saya akan naik Commuter Line. Kenapa saya pilih Commuter Line? karena katanya lebih murah, lebih cepat dan tidak macet. 

Jadilah hari Senin kemarin, hari pertama saya beraktivitas ke kampus seperti biasa bimbingan jam 17.30. Saya udah niat banget naik Commuter Line dari stasiun Kranji. Rencananya saya mau parkir mobil di stasiun Kranji biar lebih hemat biaya ojek dan angkot menuju stasiun Kranji. Saya udah menyiapkan alat perang, seperti tas ransel dan buku novel. 

Berangkat dari rumah jam 15.45 dan parkir mobil di stasiun Kranji jam 16.15, berarti makan waktu 30 menit. Alhamdulillah dapet parkir meskipun agak kesulitan parkirnya karena parkir pas di tikungan dan engga ada tukang parkir. Selanjutnya, ini dia yang saya nanti2, beli tiket!! hehehe.. Dari stasiun Kranji sampai stasiun Cikini ongkosnya cuman 2500 dengan 5000 sebagai jaminan kartu (karcis), wanti2 kalau kita turun tidak di stasiun tujuan sehingga ongkos bisa langsung diambil dari uang jaminan tersebut. Ok banget nih!!

Setelah tapping karcis dan duduk manis di peron 2 buat nunggu kereta dari stasiun Bekasi arah stasiun Jakarta Kota yang baru akan datang 8 menit lagi, saya nikmatin betul suasana stasiun yang lenggang. Saya jadi merasa seperti di luar negeri yaa semacam Singapura lah minimal. Ternyata sekarang sistem transportasi di Jakarta udah mulai mengarah seperti negara maju di Asia lainnya. Contohnya uang jaminan 5000 yang bisa diuangkan setelah karcis di tapping di stasiun tujuan, seperti di Singapura kan? Karcis MRT di Singapura bisa direfund dengan uang $S50 (kalau engga salah!) tapi bedanya kalau di Jakarta karcis Commuter Line bisa direfund hanya dalam waktu 7 hari jika lewat maka uang jaminan tersebut akan hangus sedangkan di Singapura bisa direfund dalam waktu 365 hari. ;D

Oh yaa, sekedar info tambahan dan bukan promosi. Kita tidak perlu setiap hari antri di loket pembelian karcis dan tidak perlu refund saat tiba di stasiun tujuan karena kita bisa menggunakan kartu langganan atau kartu flazz dari BCA. Tentu ini praktis banget!! Secepatnya saya akan mencobanya.. 

Perjalanan Kranji s.d. Cikini cuman 30 menit.. Senangnyaaaa!!! Sampai di Cikini saya ikutin aja arus orang2 pada jalan, maklum ga tau pintu keluar. Jangan lupa refund uang jaminan. Keluar stasiun Cikini langsung disambut banyak ojek yang "ramah", maaf yaa saya ga mau naik ojek kalau engga mentok2 banget ga ada angkutan. Dari stasiun Cikini menuju kampus di Salemba saya naik kopaja 502 tarifnya udah naik jadi 3000. Seperti biasa di jam pulang kantor jl. Diponegoro pasti maceeeeeet. Karena macet itulah jarak engga ada 1km memakan waktu 15 menit. Tepat jam 17.15 saya sampai di kampus dengan ongkos 5500. Meskipun waktu tempuhnya sama antara naik Commuter Line dengan bawa kendaraan pribadi tapi setidaknya saya engga capek, engga stress sama macet malah jadi bisa baca novel. hehehe..


Perjalan pulang saya dimulai dari stasiun Manggarai bukan dari stasiun Cikini karena dari kampus tidak ada angkutan umum ke stasiun Cikini yaa kalau mau maksa naik Commuter Line dari Cikini bisa naik bajaj atau jalan kaki. Kalau saya mah males nawar ongkos bajaj dan males juga jalan kaki sendiri ke Cikini. Jadi yaa mending naik Commuter Line dari Manggarai. Menurut info dari teman bahwa angkutan bemo menuju stasiun Manggarai hanya sampai jam Magrib, walhasil setelah selesai bimbingan langsung lah saya ngacir pulang biar kedapetan bemo. Habis mau naik apa lagi ke stasiun manggarai kalau engga naik bemo?! Bajaj atau ojek?! Mahal cyiiin!! 

Saat itu udah jam 18.05, saya sendiri engga tahu masih ada engga bemo berkeliaran di jl. Diponegoro. Tanya keamanan kampus bilangnya bemo udah engga ada jam sekarang. Baiklah pasrah, sambil nunggu dan sambil mikir enaknya naik apa, tiba-tiba kejauhaan datanglah si Bemo.. Yihaaaaa!! Dalam hati bilang, mujur banget gw, bemo terakhir kali yaaa... Perlu kalian tahu, selama kuliah di Salemba baru kali ini saya naik Bemo alias DKD (dengkul ketemu dengkul). Hahahaha. Sensasi tiada taraaaa.. Alhamdulillah penumpang bemo ga penuh jadi mesti saling ber-DKD. Si abang bemo bilang kalau bemo ada sampai jam 8, jiaaaah kagak akurat banget info temen gw.. Ongkos bemo dari jl.Diponegoro sampai stasiun Manggarai cuman 3000.

Sampai di stasiun Manggarai jam 18.40, beli tiket dan jangan lupa tanya di peron berapa kereta menuju Bekasi. Itu penting yaa, jangan sampai kita salah peron. Udah capek2 nunggu eh mesti lari2 karena salah peron. Suasana stasiun Manggarai penuh banget, yaaa namanya juga jam pulang kantor. Stasiun manggarai juga termasuk stasiun besar, semua tujuan seperti Depok, Bogor, Bekasi, Tanggerang, Kota mampir di stasiun ini. Kereta jurusan Bekasi baru datang sekitar jam 19.00 dan kondisi padeeeet. Saya sampai engga bisa pegangan di dalam kereta hanya bermodalkan kemampuan keseimbangan badan dan badan orang lain sehingga engga perlu takut jatoh. -.-"

Resiko pulang naik Commuter Line di jam pulang kerja adalah tidak dapat tempat duduk, penuh sesak, harum "semerbak" dan mesti sabar jika traffic kereta padat sehingga kereta sering berhenti karena harus mengalah dengan kerata linta kota yang mau lewat terlebih dahulu. Semua dinikmati saja, kan masih bisa menghibur diri seperti banyak yang pada main gadget masing-masing dan ada seperti saya yang meskipun kondisi penuh sesak masih sempat2nya baca novel. Sangking menikmatinya baca novel sampai engga sadar kalau ketek bapak di sebelah saya persis ada di depan muka. Ya kali lo pak?!

Harapannya penumpang akan semakin berkurang seiring makin dekatnya stasiun Bekasi. Tapi kok yaa ini engga berkurang-kurang ya?! Sampai saya turun di Kranji (stasiun sebelum stasiun Bekasi) masih padat juga penumpangnya, tapi yang turun di stasiun Kranji pun juga engga kalah banyak. Jam 17.45 saya tiba di Kranji dan langsung masuk barisan buat refund. Panjang juga yaa antriannya, tapi saya senang meskipun panjang tapi orang2 tertib antri.. Hebat!

Setelah refund karcis, langsung ngacir ke parkiran mobil. Udah mulai terlihat lenggang parkiran mobil. Ongkos parkir di stasiun Kranji 8000 untuk waktu maksimal. Tapi menurut info petugas parkir, bahwa besok tanggal 7 Januari 2014 biaya parkir maksimal 12.000. Hmmm, putar otak lagi.. Seperti biasa, kondisi jalanan Kranji selalu macet terutama pasar. Nikmatin ajaa.. Tepat dugaan saya bahwa memang jarak dari rumah menuju Kranji begitu juga sebaliknya memakan waktu 30 menit, maka jam 20.15 saya sampai rumah. Kesimpulannya adalah perjalan pulang lebih lama 30 menit dari waktu keberangkatan. 

Mari kita bandingkan ongkos transportasi antara naik Commuter Line dengan kendaraan pribadi:
Commuter Line:
- St. Kranji menuju st. Cikini = Rp. 2.500
- St. Cikini menuju kampus via Kopaja 502 = Rp. 3.000
- Kampus menuju st. Manggarai via Bemo = Rp. 3.000
- St. Manggarai menuju st. Kranji = Rp. 2.500
- Parkir mobil st. Kranji = 8.000
Total = Rp. 19.000

Mobil pribadi
- Tol Jatibening (PP) = Rp. 3000
- Parkir kampus = Rp. 3000
- Bensin (PP) = Rp. 50.000
Total = Rp. 56.000

Bisa dilihat bahwa jelas memang naik Commuter Line lebih hemat kantong dibanding kendaraan pribadi meskipun waktu tempuh perjalanan tidak jauh berbeda. Yaa bagi saya yang berpenghasilan tidak besar, jelas harus pintar dan cermat dalam mengolah keuangan sehari-hari. Tapi semua itu kembali kepada kebutuhan masing-masing karena saya sendiri belum bisa harus 100% menggunakan transportasi massal seperti layaknya masyarakat Singapura atau Jepang namun setidaknya mengurangi menggunakan kendaraan pribadi.

Sekarang ini saya sedang penjajakan ongkos biaya angkutan umum setelah adanya banyak kenaikan tarif. Mungkin dilain waktu saya akan mencoba naik bis dan angkutan lainnya. Kalau teman2 ada saran yang lebih okeh dalam meminimalkan biaya transportasi namun tetap menggunakan transportasi massal monggo diinfokan yaaa.. Terima kasih :)


With Love,


21 June 2011

Cinta Lingkungan, Mulai Dari Diri Sendiri..



Ingin sekali rasanya membahas dan berbagi tentang "Go Green!" Saya rasa siapa yang tidak kenal dengan istilah "Go Green!" terkecuali mereka yang sarat informasi yaa. Kembali kepada diri masing-masing mengartikan arti "Go Green!" itu apa dan bagaimana. Saya sendiri memiliki arti tersendiri, bagi saya "Go Green!" adalah segala bentuk rasa dan perbuatan mencintai lingkungan. Sederhana?! Yaa emang! Cinta Lingkungan :)

Saya mungkin tidak seperti ibu saya yang gemar berkebun. Seperti seluruh tanaman di rumah saya masuk dalam hitungan anggota keluarga. Beliau sempatkan merawat seluruh tanaman baik di halaman depan, teras, taman sampai halaman belakang rumah saya. Mungkin jika tidak ada beliau tanaman yang tersisa di rumah saya tinggal tanaman teh-tehan atau pohon sukun di halaman depan. Tapi karena ketelatenan beliau rumah saya jadi penuh tanaman warna-warni. Saya rasa hobby ibu saya itu termasuk dalam rasa dan perbuatan cinta lingkungan dan itu sudah ada sebelum slogan "Go Green!" marak..



Di sini, saya hanya ingin berbagi seperti apa dan apa saja yang saya lakukan untuk bisa lebih mencintai lingkungan karena jika tidak dimulai dari diri sendiri dan jika tidak kita sendiri maka siapa lagi yang bisa mencintai lingkungan kita yang sudah tua ini. Sungguh tidak ada hasrat untuk besar kepala hanya sekedar memenuhi isi blog saya saja.. ;)

Siapa sih yang engga suka membeli minuman di dalam kemasan baik botol ataupun karton? Hobby keluarga saya itu! Mau susu, sirup, jus dan seluruh keluarganya itulah yang sering kami beli. Terus kalau sudah diminum, botol-botol bekasnya dikemanain?? Jaman dahulu sebelum keluarga saya mengenal Pak Purnomo sebuah botol-botol bekas itu masuk ke dalam bak sampak di depan rumah saya. Tapi semenjak 10 tahun mengenal Pak Purnomo, semua jenis botol bekas, kerdus bekas mau bekas apapun itu kami masukkan dan kumpulkan jadi satu di dalam kantong plastik kemudian seminggu sekali Pak Purnomo akan menjemput "mereka" semua. Yaah! Pak Purnomo adalah pahlawan bagi keluarga saya.
Jadi bak sampah di depan rumah saya jarang sekali dikunjungi oleh pemulung. Sekalinya ada pemulung, mereka selalu tidak mendapatkan apapun. Sorry man! :)
Selain itu, setiap kali saya jajan ke Indomaret ataupun Alfamart dan hanya membeli Magnum sebiji, saya pasti akan mengatakan "Engga usah dikantongin, Mas/Mbak!" Sebisa mungkin jika saya hanya berbelanja 4-5 item dan bisa saya masukkan ke dalam tas maka saya akan menolak menggunakan kantong kresek. Tak perlulah yaa saya jelaskan panjang lebar bahayanya limbah plastik bagi lingkungan kita ini, toh teman-teman sekalian pasti sudah pintar dan khatam :)
Btw, saya ingin bertukar cerita tentang pengalaman saya di negara tetangga yang saya kunjungi sebulan yang lalu. Semoga teman-teman tidak memandang sebelah mata yaa dengan cerita saya ini. Dengan sangat tidak terpaksa saya mengacungkan jempol untuk Malaysia.
Ceritanya ketika saya berada di Plaza Gurney Pinang dan sedang berada di kasir Vincci. Tiba-tiba Macik kasir bilang kepada saya yang kurang lebih artinya jika saya ingin menggunakan kantong pastik alias plastic bag silakan membayar sebesar 2 sen. WHAAAAATTT?! Buat kantong plastik alias kantong kresek aja saya harus bayar?! Dan akhirnya saya lebih memilih memeluk kerdus sepatu Vincci dan rela diliatin banyak orang selama berada di dalam plaza. Bukan berarti saya pelit untuk mengeluarkan uang 2 sen, tapi kembali lagi kepada prinsip saya, yaah! Cinta lingkungan!

Selama kurang lebih 4 hari saya berada di pulau Pinang, saya bisa memberikan kesimpulan bahwa tidak semua toko menjual kantong plastik, bahkan Watson Malaysia di dalam Plaza Gurney dengan terang-terangnya tidak memberikan fasilitas kantong plastik. Jadi untuk yang membeli banyak barang yaa silakan membawa kantong sendiri, jika tidak membawa yaaa derita lo deh!! hahaha.. :D Namun sepertinya hal ini belum berlaku untuk toko-toko kecil atau pedagang kaki lima di dekat Hotel Shangrilla Rasa Sayang Resort Pinang. Semua pedagang di sana masih menggunakan kantong kresek hitam yang baunya menyengat itu loh!
Saya rasa, Indonesia seharusnya mengikuti aksi penghematan kantong kresek seperti Malaysia dan tidak perlu sungkan, ataupun bahkan sampai meributkan siapa yang terlebih dahulu penggagas aksi tersebut. Malu aah!!
Saya pernah ketika sedang berbelanja di toko buku Gramedia dan ketika di kasir saya mengeluarkan kantong belanja pribadi saya. Sudah ditebak, orang-orang di sekitar kanan kiri saya semua melihat saya. Risih?! Yaiya!! Secara cuman kantong doank, pada udik yaa?? Sampai dalam hati saya berkata "Emang aneh yaa pak?! Belum pernah liat kantong sekeren kantong saya?!" .
Sepertinya di supermarket-supermarket besar di Indonesia sudah banyak yang menjual tas belanja yang terbuat dari kain. Kenapa itu tidak dimanfaatkan?! Memang harga tidak semurah kantong kresek (yaiyalah kresek gratis!!) tapi kan dapat dipergunakan sampai ratusan kali belanja dan warna/modelnya juga keren-keren koq. Saya dan pacar pun ikut membeli 2 tas belanja untuk diri kami masing-masing. Niat kami, setiap kami belanja kami menggunakan tas tersebut. Semoga niat baik kami ini bisa berjalan lancar dan bersifat permanen :)


Lain cerita, sebisa mungkin dan sesadar mungkin saya berusaha untuk tidak membuang sampah sembarangan baik di jalanan, di mobil, di angkutan umum, di halte, di kampus, di rumah pokoknya di manapun saya berada saya tidak akan membuang sampah sembarangan kecuali jika saya khilaf (namanya juga manusia). Kan tidak berdosa jika bungkus permen yang secuil itu disimpan dulu di dalam kantong celana ataupun di dalam tas. Kan tidak sulit untuk memegang botol kosong bekas air mineral. Kalau tidak mau repot-repot menampung sampah tersebut, silakan untuk tidak makan permen atau tidak minum. Silakan makan permen atau minum ketika di depan anda tersedia tempat sampah. Maksud saya tempat sampah yang berbentuk tong bukan gundukan sampah di pinggir jalan. :(

Tidak sekali atau dua kali tapi berkali-kali saya melihat para pengemudi mobil mewah (catat!! mobil mewah yang harusnya minum pertamax!) membuang sampah ke jalan dari jendela mobilnya yang hanya dibuka sedikit. Malu yaa pak bu keliatan?! Mereka tidak ingin mobil mewah mereka kotor tetapi mereka malah mengotori jalanan. Semoga para pengemudi tersebut bisa segera menyadari kesalahan mereka, kalau tidak juga sadar, semoga rumah mereka kebanjiran akibat ulah mereka sendiri! Amin! Mobil saya saja yang tipe tahun 90-an mempunyai tempat sampah imut berwarna hijau di dalamnya. Rasanya malu jika teman atau seseorang yang mobilnya saya tumpangi melakukan hal bodoh tersebut. Semoga para pengemudi mobil mewah itu bukan salah satu orang yang saya kenal.


Saya menyadari 100% bahwa aksi-aksi "Go Green!" yang saya lakukan masih jauh dari kata WOW! daripada mereka yang diluar sana yang lebih "Go Green!" hingga sampai membuat suatu aksi "Tanam 1000 Pohon" tapi setidaknya jika ada 1000 orang seperti saya bukankah lingkungan akan lebih mencintai kita?! Sepertinya tidak sulit melakukan aksi "Go Green!" mulailah dari hal yang sangat sederhana pada diri kita sendiri. Toh, akan terlihat lebih indah jika dimulai dari diri kita sendiri tanpa menunggu orang-orang di sekitar kita hanya untuk mencintai lingkungan :)


Btw, saya ingin bertanya kepada para peserta aksi "Tanam 1000 Pohon". Kira-kira setelah 1 tahun aksi tersebut berlangsung, berapa pohon yang tetap hidup dengan sehat?! Semoga saja tidak kurang dari setengahnya yaa. Menurut saya, sebaiknya aksi "Tanam 1000 Pohon" tidak berakhir sampai disitu saja, lebih baik jika dilanjutnya dengan aksi "Rawat 1000 Pohon", kemudian "Panen 1000 Pohon" bahkan kalau perlu sampai aksi "Peremajaan 1000 Pohon". Kan sayang saja jika 1000 pohon yang telah ditanam kemudian ditinggal pergi oleh si penanamnya, biaya penanaman pohon tersebut tentunya tidak memakan sedikit biaya. Betul tidak yang saya katakan pak bu?! Teman-teman sekalianlah yang bisa menilai. :)

20 January 2011

Mana yang lebih efektif??

Akhir-akhir ini saya lagi gundah gulana mengenai alat transportasi mana yang baik dan efektif untuk saya pakai berangkat dan pulang kuliah. Sudah dua minggu ini, tiap pulangnya saya naik kereta bersama geng AGASI (Anak Gaul Bekasi) -,-" memang mayoritas teman-teman di kelas kuliah saya anak bekasi yang selalu pulang dan pergi naik kereta. Tepatnya 18 Januari 2011 kemarin (kelebihan saya dalam menghafal tanggal) saya tiba-tiba pengen deh ngerasain yang namanya naik kereta juga. Jadilah saya ANKER (Anak Kereta)!! Yeeaaahhh *bangga*

Ini bukan pertama kalinya saya naik KRL yaa. Saya sering koq naik KRL bareng ibu saya kalau mau ke mangga dua selalu naik KRL menghindari kemacetan di tol. Tapi yang ini kan beda, saya engga bareng ibu saya, dan jurusannya pun beda. Kramat - Kranji. Ya, saya memang lebih memilih turun di stasiun Kranji dibanding Bekasi dengan banyak alasan lainnya..

Keberanian saya untuk naik KRL sepertinya baru sampai tahap perjalan pulang saja itu pun harus ada temennya. Perjalanan berangkat, saya masih setia (grr..) dengan naik mikrolet M26 jurusan Bekasi - Kampung Melayu dengan alasan, saya khatam bener dengan angkot itu. Soulmate!

Dua minggu setelah saya mencoba naik kereta, dilema pun bermuncul. Mana sih yang lebih efektif dari segi uang dan waktu?! Mari kita diskusikan.. -.-"

Dimulai dari, jika saya menggunakan mikrolet..

Keberangkatan:
Ojek, Rumah - Superindo Galaxi = Rp.5.000
M26, Superindo Galaxi - Kampung Melayu = Rp.4.000
M01, Kampung Melayu - Salemba = Rp.2.500

Total = Rp. 11.500

Kepulangan:
M01, Salemba - Kampung Melayu = Rp.2.500
M26, Kampung Melayu - Superindo Galaxi = Rp.4.000
Ojek, Superindo Galaxi - Rumah = Rp.5.000

Total = Rp.11.500

Total keseluruhan PP = Rp.23.000

Estimasi waktu sekali jalan 1,5 jam itu engga pakai macet ya teman-teman. Kalau pakai macet bisa 2 jam saya berada di dalam mikrolet. Secara kebetulan, jalur M26 dan M01 adalah jalur tengkorak alias jalur biangnya macet, seperti Kalimalang terutama Pangkalan Jati sampai Halim Cawang, lanjut lagi di Otista sampai nanti di pasar Mester Jati Negara. Berarti kalau PP, saya menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 4 jam.. (tua di jalan!!)

Pilihan kedua adalah jika saya menggunakan bis..

Keberangkatan:
Ojek, Rumah - Pintu Tol Jati Bening = Rp.7.000
AC63, Tol Jati Bening - Salemba = Rp.6.500

Total = Rp. 13.500

Kepulangan:
AC63, Salemba - Tol Jati Bening = Rp.6.500
Ojek, Pintu Tol Jati Bening - Rumah = Rp.7.000

Total = Rp. 13.500

Total keseluruhan PP = Rp.27.000 (lebih mahal!!)

Naik Ac63 memang ada enak dan tidaknya. Saya engga pernah naik AC63 untuk berangkat kuliah (kecuali kuliah siang) karena saya pastikan engga bakalan dapet tempat duduk, secara saya naiknya udah dari Jati Bening, pasti berdiri. Alasan kedua, selain nunggunya yang senin kamis, lagi-lagi dapat dipastikan bakalan macet di pintu Tol Halim. Bisa dibayangkan kolaborasi antara berdiri di dalam bis, empet-empetan dan macet?! *amit-amit*

Maka saya lebih memilih naik AC63 untuk pulangnya, itu pun dengan syarat kalau pulang kuliahnya engga lebih dari jam 4.30 sore. Kalau engga gimana? Ya siap-siap, nunggu AC63 nya bakalan lama dan kesempatan dapet tempat duduk itu kecil (walaupun terkadang dapet)..

Estimasi waktu sekitar 1 jam untuk di perjalan di dalam bis, ini udah pakai macet-macet dikit di titik-titik tertentu saja. Kalau macet bisa 1,5 jam. Titik kemacetan jalur AC63 tidak sebanyak dan separah jalur M26, biasanya titik kemacetan berada di lampu merah perempatan Pramuka, puteran mengarah perempatan lapangan golf Rawamangun , pintu masuk tol Rawa Mangun dan di dalam tol nya pun walaupun macet tetap jalan, paling macet-macetnya di deket pintu tol Jati Negara (lagi-lagi Jati Negara) -.-"

Yang bikin senengnya kalau naik AC63, terkadang saya bisa bareng bapak yang juga pulang kantor dan keluar di pintu tol Jati Bening. Jadi ngirit banget engga usah bayar ojek. :))

Pilihan terakhir, jika saya menggunakan kereta..

Keberangkatan:
Ojek, Rumah - Lia Galaxi = Rp.5.000
K.05A, Lia Galaxi - Stasiun Kranji = Rp.2.000
KRL AC Ekonomi, Stasiun Kranji - Stasiun Kramat = Rp.4.500
Ojek, Stasiun Kramat - Salemba = Rp.3.000
Total = Rp.14.500

Kepulangan:
Bajaj, Salemba - Stasiun Kramat = Rp.6.000 (karena berdua/bertiga, 1 orang bisa Rp.3.000)
KRL AC Ekonomi, Stasiun Kramat - Stasiun Kranji = Rp.4.500
K.05A, Stasiun Kranji - Lia Galaxi = Rp.2.000
Ojek, Lia Galaxi - Rumah = Rp.5.000

Total = Rp.14.500

Total keseluruhan PP = Rp.29.000 (sangat mahal!!!!!)

Naik kereta memang saya akui lebih enak, selain itu bisa ramai-ramai bareng geng AGASI. Kalau lagi cepet keluarnya, saya bisa ngejar KRL Ekonomi yang jam 16.15 yang karcisnya cuma Rp.1.500, tapi jarang bisa dapet Ekonomi.

Estimasi waktu kereta susah sekali saya pastikan. Pertama kali naik kereta dari Kramat-Kranji hanya 30 menit, tapi kenapa besok-besok koq jadi banyak berhentinya yaa?! Saya pernah di dalam kereta hampir 1 jam padahal saya naik AC Ekonomi! Capeknya berdiri dan pegangannya!

Selain itu, selepas dari kereta, saya masih harus lanjut naik angkot melewati jalur tengkorak. Pasar kranji memang sangaaaaat menghambat perjalanan pulang saya! Bisa 30 menit sendiri buat lepas dari jalur tengkorak kranji. Kurang lebih, kalau naik kereta memakan waktu 1 jam..

Saya memang lebih sering memilih menggabungkan antara mikrolet, bis ataupun kereta. Misalnya berangkatnya saya naik mikrolet, pulangnya saya naik kereta atau naik AC63. Malah kalau lagi mujur, pulangnya saya bisa bareng bapak, tapi itu kalau beliau pulangnya engga diatas jam 5 sore..

Soooooo..

Menurut kalian semua pembaca blog saya, mana alat transportasi yang efektif baik secara uang dan waktu buat saya berangkat dan pulang kuliah??? *please,help me!* :))

fiuh!!

salam, peluk dan cium! :*

17 November 2010

I'm a jumper, and you?!

Main Foursquare juga?!

Udah punya berapa badges?!

Bingung kenapa badges orang lain bisa sampai 100 badges, sedangkan kalian masih aja stuck kurang dari 15 badges??

Tapi sebelumnya, jangan-jangan ada yang belum tahu foursquare dan badges itu apa? Baiklah, foursquare adalah situs jejaring sosial yang mengacu pada lokasi si pengguna situs. Pengguna 4sq (foursquare) dapat memberikan tahukan lokasi di mana mereka berada dengan cara check-in. Semakin banyak mereka check-in di suatu tempat tertentu, maka pengguna akan mendapatkan reward berupa lencana (badges)..

Mudah dimengerti kan?? Mudah dimainkan pula..

Masih penasaran kenapa badges orang lain bisa mencapai 3 digit??

Begini, mayoritas badges dapat diunlock di luar negeri seperti Amerika (mayoritas) atau Australia. Tapi sepertinya tidak mungkin demi sebuah badges di Amerika, kita harus terbang dulu ke sana. Maka dari itu terciptalah istilah "Jumper".

Istilah jumper ini diberikan kepada mereka yang berburu badges sampai ke negeri Paman Sam atau negeri Kangguru, padahal sih mereka berdomisili di kampung Condet.. 

Menjadi jumper ke luar negeri bukan berarti tidak bisa dapat badges di Indonesia loh, terkadang kita para jumper harus pulang kampung karena ada event tertentu di Indonesia. Contohnya, events Hari Pahlawan 10 November kemarin di Surabaya. Para jumper berbondong-bondong ke "surabaya" untuk mendapatkan beberapa badges, seperti badges swarm, super swarm, super duper swarm atau epic swarm..







Untuk menjadi seorang jumper, kalian harus mengganti lokasi ID 4sq kalian. Contohnya, 4sq saya berlokasi di New York. Butuh waktu kurang lebih 5 jam untuk dapat mulai berburu badges di New York. Khusus para pengguna smart phone terutama Blackberry, jangan check-in dari foursquare aplikasi Blackberry lagi ya, karena kalian akan terdeteksi berlokasi di Indonesia bukan di NY. Maka mau tidak mau, suka tidak suka, kalian harus buka dari browser..

Ada badges apa saja di luar sana?? Please click in here :) Kalian akan terkesima seperti saya, begitu banyak badges yang lucu-lucu di luar sana.. Lucu banget!!!












Badges sepertinya terbagi menjadi dua, yaitu badges yang berasal langsung dr 4sq dan badges partner.

Badges yang berasal langsung dari 4sq cenderung mudah didapat, seperti badges Don't Stop Believi', Super Mayor dan Gym Rat.

Badges Don't Stop Believi', badges akan unlock jika kita check-in 3 kali di sebuah tempat karaoke. Badges Super Mayor didapat kalau kalian menjadi mayor dari 10 tempat dan Badges Gym Rate, kalian harus 10 kali check-in di tempat gym.

Menurut kesimpulan saya, badges yang berasal langsung dari 4sq akan unlock dilihat dari banyaknya kita check-in di suatu tempat.

Sedangkan Badges Partner, mayoritas di dapat karena ada event tertentu. Badges yang berdasarkan event juga ada masa berlakunya loh, seperti badges World Cup 2010, karena eventnya udah selesai maka badgesnya pun udah retired..

Dalam berburu badges yang paling harus diperhatikan adalah interval waktu atau jarak waktu. Contohnya, sekarang ini kalian sedang di "new york" dan ingin berburu badges Journal Metro yang berada di Kanada. Maka kalian harus menunggu sekitar 4 jam untuk dapat memulai check-in di venue badges Journal Metro di Kanada.

Jika, kalian tidak mengindahkan peringatan tersebut, kalian akan mendapatkan hukuman yaitu Rapid. Istilah Rapid diperuntukkan bagi para jumper yang terlalu cepat berpindah lokasi untuk check-in. Ciri-ciri kena rapid itu, kalian tidak mendapatkan point. So sad :'(

Kalau sudah begini, cara untuk mengatasinya harus men-delete history lokasi check-in yang membuat kalian terkena rapid, dan men-delete-nya pun harus lewat web di PC, tidak bisa dari browsing Blackberry, kalaupun bisa dari Blackberry kalian harus download dulu aplikasi BOLT. Bisa juga dengan cara manual yaitu, menunggu sampai 2-3 jam baru kalian mulai bisa check-in.. Rempong???!! Makanya hati-hati ya.. :)

Buat kalian yang tertarik menekuni menjadi jumper, banyak sumber info yang bisa kalian samperin. Bisa mulai dari milis-milis jumper, kaskus atau google. Jangan malu bertanya yaa, nanti rugi tidak dapet badges-badges lucu. :p

Selamat mencoba!! Let's jumping everyone!! :) With Love,