Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

30 January 2015

Receh Untuk Buku 2015..

Selamat Tahun Baru 2015!! :)

Alhamdulillah misi Receh Untuk Buku 2014 sudah selesai dan receh yang terkumpul selama 2014 sebanyak Rp. 102.000. Termasuk banyak atau sedikit ya? Mungkin kalau saya lebih rajin menyisihkan receh setiap hari receh yang terkumpul bisa lebih banyak dari sekarang.



Sesuai tujuan dari misi ini, receh yang terkumpul akan saya belikan buku. Buku yang akan dibeli juga sudah saya pilih, yaitu: Ephemera (karena jatuh cinta dan patah hati hanya sementara) seharga Rp. 49.000 plus ongkos kirim Rp. 19.000 dan Pemulihan Jiwa #3 seharga Rp. 24.000. Semua total belanja sebesar Rp. 92.000, sisa Rp. 10.000 akan saya masukkan untuk celengan tahun 2015 ini.

Ini dia wujud buku yang saya beli..


Novel Ephemera ini saya tahu dari salah satu account di Instagram yang mempromosikannya. Ternyata response pembacanya positif banget. Banyak kata-kata positif, itu salah satu alasan saya penasaran dengan buku ini. Sayangnya belum dijual di toko buku, jadi harus lewat online kalau mau beli. Sejujurnya saya belum baca sampai selesai, hanya cerita pertama yang baru selesai dibaca, belum ada waktu :) Jadi saya belum bisa cerita deh. Kira-kira apa pendapat saya dan pembaca lainnya akan sama setelah baca buku ini?!

Satu lagi! Buku Pemulihan Jiwa #3. Saya tahu tentang buku ini karena pernah lihat teman saya membacanya. Belum tahu pasti tentang isi bukunya cuman kok rasanya buku ini bisa membantu saya ya dalam beberapa hal yang bergelayut di pundak.. *upps jadi curhat :) Response pembacanya juga ga kalah positif sama novel Ephemera. Bahkan account twitter @pemulihanjiwa sudah sampai 1juta follower, ternyata banyak juga orang yang butuh jiwanya dipulihkan. hehe. Sebenernya buku ini masih dijual di toko buku tapi karena saya ga ada waktu untuk mampir ke toko buku akhirnya beli di toko buku online langganan saja. Makanya dapetnya yang kondisi second tapi masih yahud kondisinya.

Sengaja saya pilih dua buku ini yang diluar dari jenis buku favorite saya. Bisa saja saya pilih buku novel romance yang biasa saya baca tapi kok jadi ga special yaa rasanya. Pengennya hasil receh yang dikumpulkan dibeliin buku yang penuh makna positif yang berdampak positif juga untuk diri sendiri. :)

Tahun 2015 ini, misi Receh Untuk Buku 2015 diadakan lagi!!


Mari kembali menabung untuk membeli buku. Sisihkan receh setiap harinya *kalau ingat. Satu tahun itu cepat loh, ga akan terasa tiba-tiba akan sampai di hari terakhir tahun 2015 dan saatnya menghitung receh. Sampai ketemu di hari penghitungan Receh Untuk Buku 2015! xoxo



With Love,

29 January 2014

Receh Untuk Buku 2014

Halooo.. Halooo..

Punteeeen pisan, saya baru bisa posting tentang "Receh Untuk Buku 2014", padahal udah mau ganti bulan aja yaaa.. *malu Tapi daripada ga posting sama sekali, maaf yaa mbak Maya (penggagas "Receh Untuk Buku 2014")

Sebenernya saya udah tahu tentang "Receh Untuk Buku 2014" dari awal bulan Januari malah udah pasang banner juga di sidebar tapi belum sempet posting reviewnya.. huhuhu.. Berawal dari blogwalking dan terdamparlah pada blog buku (entah milik siapa) yang memasang banner "Receh Untuk Buku 2014". Saya klik dan masuklah saya ke blognya mbak Maya. Kesan pertama ngelihat blognya, cantik bener desainnya. Simple. 

Setelah saya baca postingnya mbak Maya tentang "Receh Untuk Buku 2014", saya merasa tertantang banget. Kira-kira saya sukses engga yaa ngumpulin duit receh buat beli buku?!

Event "Receh Untuk Buku 2014" gampang banget buat diikutin, cara bermainnya:
  1. Untuk ikutan event ini, kamu cukup buat posting review tentang tantangan ini di blog pribadi kamu (engga harus blog buku kok!), kemudian cantumkan link postingan kamu di mr.linky di blog Dear Reader (blognya mbak Maya)
  2. Pasang banner "Receh Untuk Buku 2014" di sidebar blogmu sehingga orang lain tahu bahwa kamu salah satu peserta dari tantangan ini..
  3. Kumpulkan uang receh kamu selama satu tahun dari 1 Januari 2014 - 31 Desember 2014. Tidak boleh dihitung dan tidak boleh dicomot2. Boleh dihitung pas malam tahun 2015 yaa..
  4. Setelah terkumpul dan dihitung, langsung deh dibelikan buku yang udah dari dulu kamu incar. Boleh juga kalau buku itu untuk hadiah ke seseorang. Buku yang dibelipun engga harus 1 buku, boleh 2, 3 bahkan sebanyak2nya. Asal sesuai dengan jumlah hasil dari "Receh Untuk Buku 2014"..
Gampang kan?! Menarik banget.. Yuk ikutaaaaan!! Sampai ketemu di malam tahun baru 2015 dengan uang receh yang bertebaran.. :)


With Love,

18 September 2011

The Reader Movie


Film yang menceritakan tentang Michael Berg (David Kross saat muda dan Ralph Fiennes saat dewasa) seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun yang jatuh cinta dengan seorang wanita yang usianya lebih tua dua kali dari usianya. Hana Schmitz (Kate Winslet) wanita itu, wanita yang bekerja sebagai konduktor Trem. Pertemuan mereka pertama kali ketika Hana menolong Michael yang sedang jatuh sakit di sekitar tempat tinggal Hana. Beberapa bulan setelah itu Michael datang kembali untuk mengucapkan terima kasih kepada Hana dan semenjak itu keduanya menjalin hubungan asmara yang intim.

Michael senang membaca buku, dan sempat menawarkan sebuah buku kepada Hana untuk dibaca namun Hana lebih memilih Michael yang membacakan untuknya. Hubungan mereka berdua semakin erat seiring semakin banyaknya buku-buku yang Michael bacakan untuk Hana. Hingga suatu hari ketika Hana pergi meninggalkan tempat tinggalnya dan juga meninggalkan Michael.

Sepeninggal Hana, Michael tetap melanjutkan hidupnya dan kini Michael menjadi seorang mahasiswa di sekolah hukum. Suatu hari Michael beserta teman-teman dan seorang dosen menghadiri sebuah persidangan kasus dari beberapa wanita yang bekerja sebagai SS Guard yang dituduh bertanggung jawab atas kematian dari 300 kaum Yahudi semasa Nazi. Michael terkejut bukan main ketika mengetahui bahwa salah satu wanita tersebut yang duduk di kursi kesakitan adalah wanita yang pernah meninggalkannya, Hana.

Michael terus mengikuti perjalanan persidangan itu tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Hana. Hana terpaksa mengakui atas tuduhan bahwa dirinya lah yang membuat laporan atas terjadinya pembunuhan 300 kaum Yahudi dengan tulisan tangannya. Keterpaksaan itu karena Hana tidak bisa memberikan contoh tulisan tangan miliknya dan akhirnya Hana dihukum seumur hidup oleh persidangan.

Dibalik itu, Michael tahu bahwa Hana memang tidak bersalah karena Michael akhirnya tahu rahasia terbesar dalam diri Hana. Mengapa selama ini Hana selalu meminta dirinya menbacakan buku, mengapa Hana memilih menu makanan yang sama dengan dirinya, dan akhirnya Michael tahu kenapa Hana tidak menerima promosi pekerjaan yang ditawarkan. Apa daya Michael tidak bisa membantu Hana.

Hana menghabiskan waktunya di dalam penjara sedangkan Michael menjalani pekerjaannya menjadi pengacara. Walaupun Michael telah menikah dan memiliki putri bernama Julia, tapi tetap di dalam hatinya tetap memikirkan Hana. Dengan tekun dan penuh kasih, Michael tetap setia membacakan buku untuk Hana melalui tape recorder. Cerita-cerita itu Michael rekam satu persatu dan hasilnya ia kirimkan ke penjara. Tak hanya satu buku yang Michael bacakan untuk Hana hingga membuat tumpukan kaset di bilik penjara Hana. Hingga membuat Hana selalu menantikan kiriman dari Michael. Kesetiaan Michael membacakan buku, membuahkan sebuah perubahan dalam diri Hana namun takdir berkata lain.

********************************

Film arahan Stephen Dalrdy pada tahun 2008 yang menghasilkan penghargaan untuk Kate Winslet sebagai aktris terbaik dalam Academy Award. Memang patut diajungin jempol untuk Kate Winslet untuk ketotalan akting dan ketotalan "kepolosan"nya. Ralph Fiennes sebagai Michael dewasa juga main dalam film Harry Potter sebagai Lord Voldemort.

The Reader diambil dari sebuah novel berjudul “Der Vorleser” karangan Bernhard Schlink seorang penulis Jerman. Cerita drama yang mengharu biru. Nikmati dan resapi makna film ini maka kalian akan hanyut dalam ceritanya. :)

14 December 2009

Negeri van Oranje

Judul : Negeri van Oranje
Penulis : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : April 2009
Halaman : 478
Rating : 4/5 (goodreads)


Buku Negeri Van Oranje berceritakan tentang lima mahasiswa Indonesia yg sedang berjuang meraih gelar master di Negeri Belanda, ada Daus, Banjar, Wicak, Geri dan Lintang. Kelimanya memiliki latar belakang yang berbeda seperti Daus yang asli Betawi, cucu kesayangan engkong yang juragan mikrolet, bermimpi jadi seorang pengacara tapi krn ridho sang engkong akhirnya melamar jadi PNS Kementerian Agama. Banjar, alumni ITB yang merasa tertantang meninggalkan kehidupan socialite Jakarta dengan kembali kuliah menggunakan biaya sendiri demi meraih gelar master bisnis. Wicak, anak Banten asli, keturunan bangsawan Banten, pengusaha karet sukses. Gemar berhutan dan bekerja di sebuah LSM internasional yang menghadapi tentang illegal logging. Geri, satu-satunya pria yang mendukung dari segala sisi, sudah tinggal di Den Haag Belanda sejak kuliah S1, punya apartemen lengkap dengan isinya dan mobil pribadi, tapi ada yg ganjil dengan Geri dan satu-satunya wanita, Lintang. Hobby manjatin pohon, bikin prakarya dengan palu dan gergaji tapi mahir masak dan menari, selain itu gemar gonta-ganti pacar bule. Mereka berlima bergabung dalam "Aagaban".

Buku ini saya beli karena tertarik dengan tema ceritanya. Saya penasaran dengan kehidupan mahasiswa Indonesia di sana. Kebetulan kakak saya pun sedang kuliah di sana, yaa kurang lebihnya saya jadi bisa merasakan seperti apa kehidupan kakak saya. Setelah saya baca habis novel ini, menurut saya ceritanya fun, tidak membosankan dan sukses membuat saya berkhayal seolah-olah saya berada di sana karena diselingi dengan tips-tips untuk berpetualang ala backpacker. Mantap! Oh ya, saat saya beli buku ini belum ada tambahan tulisan "Best Seller" di covernya, tapi sekarang sudah terpampang jelas! :)


With Love,


26 July 2009

Miss Jinjing Belanja Sampai Mati



Penasaran dengan buku yang satu ini karena judulnya "Miss Jinjing Belanja Sampai Mati", maksudnya? Tukang belanja gitu?! Setelah baca sinopsisnya, kesimpulan awal saya isi buku ini tentang kehidupan pribadi penulis yang hobby shoppingnya malah membawa rezeki dalam hidupnya. Sempat mikir juga jangan-jangan isinya cuman cerita yang disadur dari blog pribadi penulis yang isinya kurang menarik dan terkesan dipaksakan, seperti buku2 lainnya yang lagi booming mejeng di rak buku Gramedia

Tetap penasaran akhirnya beli juga. Penasaran sama kehidupan shopper itu seperti apa. Apa sih rasanya beli barang2 branded yang super duper mahaaaal. Bagaimana sih cara mereka mendapatkan barang mahal tersebut yang masuk kategori limited edition. Saya sendiri juga suka shopping tapi lebih banyak window shopping :D Selain itu, saat baca nama penulisnya, Amelia Masniari kok seperti pernah dengar yaa namanya. Kayaknya pernah baca juga profile nya di majalah.

Amelia Masniari "Miss Jinjing"

Dengan harga Rp 37.500 (lebih murah lah dibanding sepatu Charles and Keith), 192 halaman dan terbitan Gagas Media. Buku ini cukup laris manis di Gramedia, nyatanya sudah masuk cetakan kedua. 

Saat saya baca buku ini ga perlu makan waktu lama karena membuat saya larut dalam cerita2nya. Amazing! Mbak Amy sukses membuat seolah-olah saya lah si pemeran utama. Saya membayangkan menjadi seorang Amelia Masniari. Kalau ga percaya tanya saja dengan sepupu, Desi yang menjadi saksi betapa saya terkagum2 membaca buku ini. Setiap saat saya berdecak, setiap saat saya menghela nafas dan setiap saat juga saya menggelengkan kepala membaca cerita nyata dari pengalaman mbak Amy.

Bagaimana hebatnya mbak Amy menguasai tempat belanja di dunia, tahu seluk beluk belanja di Guangzhou, Cina. Hebatnya mbak Amy membedakan tas asli dan tas palsu. Hebatnya mbak Amy yang berbelanja sampai "berdarah-darah" di Milan, dll nya ckckckckc. four thumbs for her!!!

Dengan membaca buku ini, bukan berarti membuat saya ingin menjadi seorang shopahollic. Jujur saja, saya ga tertarik menjadi seorang mbak Amy yang sudah berkeliling dunia buat belanja. Bagi saya pergi ke negara lain untuk mengetahui seluk beluk negara tersebut, mengunjungi tempat sejarahnya dan mempelajari budayanya, tapi belanja juga masuk dalam agenda kok, belanja oleh-oleh. Kalau diminta untuk memilih antara travelling atau shopping, jelas saya pilih ya travelling. Tapi kalau ada yang mau mensponsori saya travelling sambil shopping yaaa siapa yang bisa menolaknya?! :D Untuk teman-teman yang penasaran dengan sosok Amelia Masniari, bisa baca blog pribadinya di sini

To mbak Amy:
Makasih ya mbak, udah nulis buku seperti ini. Sangat bermanfaat sehingga jadi tahu seluk beluk perbelanjaan di luar negeri.

With Love,