Showing posts with label food. Show all posts
Showing posts with label food. Show all posts

15 June 2011

Sushi murah, Sushi enak yaaaa.. Rumah Sushi

Jujur saja, saya bukan pecinta Sushi walaupun saya doyan. Tapi jika disuruh memilih menu lain maka saya akan lebih memilih Dimsum :)

Ngomongin soal Sushi, apakah kalian tahu ada tempat makan Sushi baru namanya Rumah Sushi? Pastilah udah banyak yang tahu. Engga mungkin saya yang bukan maniak Sushi menjadi orang pertama yang tahu soal Rumah Sushi.. hihihi..

Untuk pertama kalinya ke Rumah Sushi, saya diajak sahabat saya untuk cicip-cicip Sushi di sana. Maklum dua sahabat saya itu maniak Sushi, lebih tepatnya maniak mencicipi tempat baru..
Untuk mencari lokasi TKP sebenarnya engga susah-susah banget, kalau engga salah satu sahabat gw menyasarkan kita semua. Akhirnya kita mengelilingi taman Suropati sambil dua kali, udah niat kalau sampai tiga kali mari kita pulang saja. :p
Lebih tepatnya Rumah Sushi berlokasi di Jl. Syamsu Rizal no.2 Menteng.

Sampaaaaaaaiiiiii... "Mana wi tempatnya?!" Itu pertanyaan pertama saya saat sahabat saya meminta mobil berhenti dan parkir. Lokasi Rumah Sushi memang di pinggir jalan tapi engga ada papan besar yang menunjukkan Rumah Sushi, hanya ada spanduk di depan pagar yang bertuliskan "Rumah Sushi". Untuk masuk ke dalamnya kita harus berjalan sekitar 50m (maaf kalau salah, saat itu saya engga bawa meteran). Oalaaaah.. ternyata kedainya ada di halaman belakang rumah. Tempat yang sederhana tapi cukup nyaman bagi saya dan sahabat.

Saat saya masuk, tamu belum ada, mungkin karena baru buka. Rumah Sushi baru buka pada jam 3 sore sampai jam 10 malam sedangkan di weekend buka jam 5 sore dan tutup lebih lama jam 12 malam.

Baiklah, saatnya order.. Kami bertiga tapi pesan 5 piring Sushi :D hihihiihi.. Kami pesan: salmon maki, bella luna, 2 piring tomodachi & bull's eye. *kenyaaaang!
Bull's Eye




Tomodachi
Soal rasa menurut saya memang enaaaaak sekaleeeee, lebih enak Rumah Sushi aah dibanding rumah makan Sushi lainnya. Rasanya memang lebih familiar dengan lidah orang Indonesia. Tidak tercium amis. Tidak perlu mayonaise lagi sebagai tambahan. Pokoknya orang awam pasti suka deh. Bahkan pacar saya aja yang engga doyan Sushi pas saya ajak kesini langsung doyan.

Tapi koq lagi2 menurut saya yaaa, antara Tomodachi, Bull's Eye dan Bella Luna engga terlalu terasa yaa perbedaannya. Menurut saya rasanya hampir sama walaupun sama2 enak. hihihi.


Kalau ngomongin soal harga, Rumah Sushi lebih cakeeeep di kantong!! Mottonya saja "Nggak perlu nabung buat makan sushi enak!!" untuk seporsinya Salmon Maki cukup Rp. 13.000, Bella Luna Rp. 26.000, Tomodachi Rp. 22.000 dan Bull's Eye Rp 23.000 Murah meriah!! :D Makan bertiga cukup Rp. 120.000 udah kenyang sampai begaaaaah..

Minumannya standar dan tetap bikin kantong senang. Kalau saya suka dengan ice lemon tea cukup dengan Rp. 4.000. Engga terlalu asem juga.

Pokoknya mah puas makan Sushi di Rumah Sushi. Lain kali pasti saya ke sini lagi. Semoga Rumah Sushi bisa semakin berkembang yaa.. :D

04 February 2011

Davos, permen legenda!

Siapa yang tidak kenal dengan permen DAVOS?!

Pantas yaa kalau permen yang satu ini dianggap legenda dibidangnya. Permen yang dilahirkan oleh Siem Kie Djan pada tahun 1931 (apakah teman-teman sudah lahir pada tahun itu?!). Siem Kie Djan adalah peranakan Tionghoa dengan Purbalingga, makanya Davos lahir di Purbalingga. Sampai ada yang bilang "Bukan orang Purbalingga, jika tidak mengenal Davos!".
Asal mula Siem Kie Djan melahirkan Davos yaitu ketika Siem Kie Djan membeli sebuah mesin pencetak permen dari negara Belanda plus mendapatkan resep membuat permen. Nama Davos yang dipilih Siem Kie Djan berasal dari nama kota di Swiss. Kota dengan suhu yang dingin yang dijadikan sebagai ciri khas dari pepermint.



Produksi permen yang hingga kini tetap mempertahankan bentuk keasliannya, berbentuk tablet besar, berwarna putih, terbungkus kertas berwarna ungu tua/biru tua dan 10 tablet per bungkus mencapai puncaknya pada tahun 1933-1937 dan pemasarannya tidak hanya berpusat di Purbalingga tapi juga hingga Cilacap. Pada jamannya, jarak antara Purbalingga - Cilacap berjarak 90km dan pendistribusian hanya dapat menggunakan pedati.
Hingga pada tahun 1942 dimana Jepang sedang menduduki Indonesia, produksi permen Davos memiliki penurunan dikarenakan pemasarannya terhambat peraturan yang dikeluarkan pemerintah Jepang. Seiring kemerdekaan Indonesia, produksi permen Davos kembali bersinar.
Sekarang ini, permen Davos tetap diproduksi di bawah naungan PT. Slamet Langgeng di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Namun, bukan lagi Siem Kie Djan yang memimpin, sang cucu Budi Handoyo Hardi serta istri dan kedua anaknya yang kini memimpin produksi permen Davos. Sang ibunda Budi (anak tertua Siem Kie Djan) berpesan bahwa meskipun kepemimpinan perusahaan berganti, permen Davos tak akan berubah. Hanya kemasan yang boleh berubah, tetapi bungkus biru tidak boleh diganti, harus tetap diproduksi.
Menurut Budi, Davos tetap diproduksi untuk pasaran kelas menengah hingga kelas bawah. Sehingga, tempat pemasarannya pun mengikuti kelasnya yakni sekitar pasar-pasar tradisional. Harganya pun dapat dikatakan murah sekitar Rp 700 per bungkus.
Menurut pengalaman pribadi saya, permen Davos masih bisa saya jumpai di kampung halaman saya di Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah dan saya pun membelinya Rp 1000 per bungkus yang berarti Rp 10000 untuk 10 bungkus. Harga segitu saja masih saya anggap murah loh ternyata harga dari pabriknya Rp 700 per bungkus. Yah!! Engga apa-apa toh si Nci Jey (si penjual) cuman dapet untung Rp 300. Bukan masalah besar.
Lain cerita, ketika saya tidak sengaja datang ke salah satu mall di Bogor dan ternyata ada sebuah kios "Jajanan Lama" yang menjual permen Davos. Niat mau beli karena stock di rumah udah abis. Tapi tiba-tiba saya mengurungkan niat karena harga yang tertera Rp 10000 untuk 3 bungkus. Edaaaaan!! Ngambil untung berapa ini toko?!
Wajar kalau barang jadul diberikan harga mahal, tapi permen Davos bukan barang langka loh. Jadi menurut saya harga segitu jelas bukan pilihan saya untuk membelinya. Kalau anda? itu terserah yaa.. :)
Jika ada yang ingin pesan permen Davos, dengan senang hati saya akan membantu membelikannya. Tapi kalau saya pulang kampung yaa. hihihi. Semoga Nci Jey engga naikin harganya yaa tetap Rp 10000 per 10 bungkus bukan Rp 10000 per 3 bungkus.. :D
salam, peluk, cium! :*
thanks to Kompas, Sabtu 8 Januari 2011 :)

08 September 2009

Restoran Madame Sari Dago Bandung

Buka puasa di Bandung enaknya di mana ya?! Maklum saya bawa tiga lelaki yang perutnya kayak gentong semua. Mesti makan berat, ga nampol kalau cuman cemilan. Seingat saya, dulu saya dan sepupu pernah makan di restoran yang juga jualan Kartika Sari. Namanya restorannya Madame Sari Restaurant, tepatnya di jalan ir.H.Djuanda alias jalan Dago no.85, Bandung no. telp (022) 2509495 atau 2504651.

Berhubung restoran ini gabung dengan toko roti Kartika Sari jadi agak sulit buat dapat kursi apalagi kalau weekend. Alhamdulillah-nya saya dapat kursi padahal berbarengan dengan waktu berbuka puasa. Langsung ambil daftar menu, panggil waitres dan pesan makanan.

sapi lada hitam
udang renyah saos mentega
nasi goreng yangchow
ayam goreng mentega


Untuk menu berbuka puasa, saya pesan sapi lada hitam seharga Rp.24.000. Freza pesan udang renyah saos mentega, kalau ini mah udang goreng biasa hanya disajikan dengan saos mentega, harganya Rp. 23.500. Ryo pesen nasi goreng yangchow, lucu yaa namanya tapi kok bentuknya kayak nasi goreng biasa yaa. Penyajiannya saja yang berbeda dari menu lain yang dipesan dan harganya juga lebih murah, Rp.19.500. Terakhir, Aldi pesan ayam goreng mentega. Ga jauh beda dengan udang renyah saos mentega pesanannya Freza, bedanya ini daging ayam tanpa tulang dan saos menteganya langsung disiram di atas gorengan ayam. Harganya Rp.21.500.

Menu minuman standartnya restoran, air mineral Rp.5000, Ice lemon tea Rp.9.000, Ice tea Rp.6.000, dan Teh botol Rp.5000. Untuk minumannya terbilang mahal yaa?

Over all, cukup memuaskan kok makan di sini. Harga ga terlalu mahal dan rasa juga cukup enak..


With Love,


19 June 2009

Restoran Platinum di Plaza Semanggi

Setelah minggu kemareni makan di Solaria, minggu ini giliran makan siang di Platinum bersama Sasha dan Dewi di cabang Plaza Semanggi lt.1..



Platinum juga punya banyak cabang, terutama di Mall2 besar seperti di Plaza Atrium, BSD Junction. Metropolitan Mall, Mall Taman Anggrek, Mall Kelapa Gading 3, Supermal Karawaci, Blok M Plaza, Pondok Indah Mall, Mall Ciputra, Mall Puri Indah, Gajah Mada Plaza dan di Bandung ada di Cihampelas Walk..

Resto ini pas banget untuk makan siang bareng teman2 karena tempatnya yg anak muda banget. Di platinum, disediakan snack pembuka jadi sembari menunggu makanan datang bisa sambil nyemil snack. Snack yang dimaksud adalah makanan ringan seperti keripik.

Yang paling saya suka dari Platinum itu warna dari restorannya, dominan hitam. Mulai dari perlengkapan makan seperti gelas, piring dan mangkok sampai sedotan juga hitam. Desain interiornya juga hitam dengan dihiasi warna warni sehingga lebih kontras.

Menu makanan dan minuman tidak kalah banyak macamnya dengan restoran lainnya yang sejenis. Saya pesan combo tepanyaki, seharga Rp. 20.445 (belum pajak). Terdiri dari 4 jenis lauk, ada tumis sayuran (wortel dan sawi putih), sosis goreng dan sejenis teriyaki dengan daging sapi dan daging ayam. Komplit kan?? Sayuran ada. Daging2an juga ada. Ini adalah menu favorite saya :)

Combo Tepanyaki
Dewi pesan, teriyaki chicken seharga Rp. 18.182. Disajikan dengan mie seperti mie ayam dan chickennya sebagai pelengkapnya ditambah pangsit goreng. Menu makanan di Platinum hampir semua ada tumis sayurannya. Rasa tumisannya juga enak banget. Bumbunya pas!

teriyaki chicken

Kalau Sasha pesan Ayam Hainan seharga Rp. 20.445. Menu ini ga kalah komplitnya, ada ayam goreng dengan bumbunya, telur rebus, ada juga sup yang isi sayuran dan dilengkapi dengan nasi hangat hainan. Kalau saya ga salah, nasi hainan itu rasanya hampir mirip dengan nasi uduk, sedikit gurih. 

ayam hainan

Menu minuman, selalu es teh manis yang menjadi kesukaan seharga  Rp. 5.000 (belum pajak). Harga di Platinum ini tidak jauh beda dengan resto2 lain yang sejenis dengan platinum. Cukup murah meriah.


With Love,



13 June 2009

Es Teh Manis Tanpa Gula di Solaria La Piazza

Solaria buka cabang baru di La Piazza. Maaf yaa kalau lagi-lagi saya ngebahas restoran yang pasti kalian udah pada kenal dan pernah makan di sini. :D




Dari semua cabang Solaria yang pernah saya singgahi hanya yang di La Piazza ini yang interior resto nya keren. Bernuansa arab2 gitu dengan kelambu dimana-mana. Sayang datang dengan 2 sahabat saya, Karin dan Dewi. Ceritanya ingin nyobain Solaria baru padahal juga menunya sama saja dengan Solaria cabang lain.

Biasanya saya pesan nasi ayam goreng saus mentega, tapi kok lama-lama bosen juga, jadinya pesan I Fu Mie saja deh kali ini. Porsi I Fu Mie di sini banyaaak banget! Rasanya saya engga sanggup menghabiskan semuanya sendirian. Rasanya juga cukup enak dengan mie yang garing, sayuran yang banyak, dan harga yang juga engga bikin ‘kanker’ (kantong kering). Hanya Rp 20.000 (udah sama PPN nih!!) 

I Fu Mie Jumbo
Kalau Dewi pesan, Chicken Mozarella. Porsinya pas untuk yang ga pengen terlalu kenyang. Berupa daging ayam yang di dalamnya ada keju mozarella plus beef. Selain daging ayam tadi, disajikan juga dengan kentang goreng dan sayuran yang di atasnya ada mayonaise hehehe. Kalau ini harganya Rp 26.000, memang lebih mahal dari I Fu Mie..

chicken mozarella

Kalau Karin si emak2 Padang, dia pesan Nasi Ayam Goreng Rica2. Nasi putih plus ayam bumbu rica2 plus cap cay sebagai sayurannya, dengan harganya Rp. 20.000. Soal rasa sepertinya enak karena setiap makan di Solaria Karin pasti pesennya menu ini. Saya sendiri belum pernah nyobain.

nasi ayam goreng rica-rica

Menu minuman yang tersedia, selalu ada es teh manis yang menjadi pilihan kami. Seharga Rp 5000. Pengalaman yang tidak menyenangkannya, pembuat minuman di Solaria La Piazza pernah lupa ngasih gula ke es teh manisnya Dewi. ;D

Salah satu es teh manisnya ada yang ga pakai gula

Menurut cerita beberapa kenalan, ternyata ga sedikit yang komplain ke Solaria. Mulai dari pelayanannya yang lama, waitress nya yang mukanya judes, sampai kurang perhatiannya koki Solaria atas kebersihan makanan. Berita lebih lanjut bisa baca di sini. Meskipun begitu, alhamdulillah saya tidak pernah mengalami pengalaman buruk seperti itu selama makan di Solaria selain masalah es teh manis tadi.

With Love,


12 June 2009

Ayam goreng Ny. Suharti khas Yogyakarta cabang Bekasi

Hai.. 

Akhirnya bisa posting juga. Pengen cerita tentang makan-makan lagi nih. Jadi kemarin, saya, ibu dan salah satu keluarga dari Jogja makan siang di rumah makan ayam goreng yang udah sangat terkenal.. “AYAM GORENG NY. SUHARTI” khas Yogyakarta. Kata si saudara, "Orang Jogja kok disuruh makan ayam Jogja?!" hehehe.. :D



Ayam Goreng Ny. Suharti ini berpusat di Jl. Gedong Kuning 187 tlp (0274) 383765 Yogyakarta, sedangkan cabangnya sudah banyak tersebar di Jakarta. Di Jakarta Timur (Jl. Pemuda 3A tlp 4891105), di Jakarta Selatan (Jl. Kapten P. Tendean 13 tlp 5254595), di Jakarta Barat (Jl. Tomang Raya 54 tlp 5667270) dan lainnya di cibubur dan di kota Surabaya. Berhubung saya tinggal di Bekasi jadi yaa saya makan di cabang Bekasi tepatnya di Jl. Raya Kalimalang n0.253 tlp 88851046 – 88851045

Saya akrab dengan cita rasa ayam goreng yang satu ini sudah sejak saya kecil. Dulu orang tua saya sering mengajak saya makan di RM. Ayam Goreng Ny. Suharti cabang Jogja. Kremesannya itu loh yang bikin saya jatuh cinta dengan ayam goreng ini. Enaaaaaaak banget!! Sangking banyaknya yang suka dengan kremesannya itu RM. Ayam Goreng Ny. Suharti menjual secara eceran dengan harga Rp 14.500.


Selain ayam goreng sebagai menu utama, ada juga yang lainnya seperti gado-gado (Rp 15,000), buntil (Rp 5.500), gudeg telur (Rp 14.500), karedok (Rp 11.000), soto ayam (Rp 14.000), pecel (Rp 10.500), sayur asem & sayur lodeh (Rp 8.100) dan masih banyak lainnya..


Sayur Asem


Minumannya ada es beras kencur (Rp 10.500), es cendol (Rp 9.000), es cocktail (Rp 9.500) dan minuman favorite saya, es jeruk (Rp 9.500)..

Bentuk ayam goreng yang tersisa hanya tulang dan kremesan

Kalau kalian cuman datang berdua, kalian bisa pesan ayam goreng yang separo dengan harga Rp 35.000 porsinya pas kok untuk berdua, sedangkan kalian yang datang rombongan bisa pesan ayam goreng besar dengan harga Rp 68.000 dan nasinya bisa pesan yang perpiring (Rp 6.000) / percanting (Rp 60.000).

Harga memang relatif mahal di sini, tapi semua itu terbayarkan dengan fasilitas yang kita dapat seperti air putih gratis, lap basah yang hangat dan kobokan (hehehehe..) tapi di sini tersedia wastafel juga kok. Selain itu suasana di dalam RM. Ayam Goreng Ny. Suharti nyamaaan banget, adem, tenang. Jadi cocok untuk makan bersama keluarga besar.

With Love,


30 May 2009

Kue "Penggoda" di Cheese Cake Factory Tebet

Kamis kemarin adalah hari yang sangat melelahkan karena seharian keliling kebanyak tempat. Kalau dihitung mungkin sekitar 9 tempat yang saya kunjungi bersama teman-teman saya, Mila, Karin, Sasha dan Irni. Mulai dari ke Bank Bukopin, Bank Mandiri dan Bank BCA, kemudian meluncur ke Tebet dengan tujuan toko kosmetik Toto (pasti buat yang hobby parfum tahu banget), Cheese Cake Factory Tebet, CCF (Centre Culture Francais) Salemba, Dapur Cokelat Menteng, Resto AH Cikini dan terakhir di malam hari ke Stardust Sarinah.

Dari semua tempat yang saya kunjungi, saya mau bahas tentang Cheese Cake Factory!!


Cheese Cake Factory Tebet


Ini pertama kalinya saya datang ke Cheese Cake Factory, sebelumnya hanya dengar dari banyak orang kalau cake di sini enak. Mari kita buktikan!! Sejauh ini Cheese Cake Factory baru memiliki dua cabang yaitu di Tebet (Jl.Tebet Barat Dalam no.23 tlp.8354735) dan di Barito (Jl.Barito II no.19A tlp.7392102). Buka dari dari jam 10.00 am – 09.00 pm..

Masuk ke dalam outletnya yang di Tebet dan naik ke lantai 2 langsung disambut dengan etalase yang di dalamnya dipajang kue2 menggoda. Mulai dari ukuran kecil, sedang sampai besar, Tinggal tunjuk dan bayar. Kue penggoda siap dilahap.

Bangunan dan interiornya dari Cheese Cake Factory memang bikin betah berlama-lama di sini. Udara adem, kursi yang cozy plus cemilan kue yang enak. Akibat suasana outlet saat itu cukup ramai pengunjung akhirnya saya dan teman-teman terpaksa waiting list. Kapasitas tempat duduk di sini memang tidak terlalu banyak, mungkin memang dipriotitaskan untuk take a way?!

Setelah dapat teman duduk, maka saya pesan Choco Spike Portion seharga Rp.17.000. Worth it kok harga segitu dengan kenikmatan coklat tiada tara. Untuk pecinta coklat harus coba! Sasha dan Karin pesan Oreo Cheese Portion dengan harga yang sama dengan Choco Spike Portion. Mila pesen Tiramisu Portion, harga tetap sama. Mungkin buat kalian yang tidak terlalu suka rasa rum bakalan ga terlalu suka sama menu ini karena rasa rum nya kerasa banget.

Choco Spike Portion
Oreo Cheese Portion

Tiramisu Portion
Selain dimanjakan dengan kue, di Cheese Cake Factory juga tersedia makanan dan minuman lainnya. Tapi sayang saya ga pesan makanan atau minuman lain karena lebih tertarik dengan kuenya. 

Buat kalian yang ga ada waktu untuk datang langsung ke outlet Cheese Cake Factory, kalian bisa order via internet di sini  dan bisa juga kirim email di sales@chzcakefactory.com


With Love,


27 May 2009

Ayam Bakar Mas Mono cabang Kali Malang

Hari ini saya dan ibu mau nyobain makan siang di "Ayam Bakar Mas Mono". Semua orang yang doyan kuliner pasti tahu tempat makan yang satu ini. Saya juga pertama kali makan ayam bakar Mas Mono yang cabang Tebet dan ternyata baru-baru ini buka di Pangkalan Jati Kalimalang, tepatnya di Jl. Inspeksi Saluran No. E26, Kalimalang. no Telp. 86609781. Buka dari jam 09.00 - 21.00






Biasanya kalau soal ayam bakar, saya mengidolakan ayam bakar Megaria soalnya selain dekat dari kampus dan bioskop Metropole XXI, rasanya juga enaaaak banget tapi kali ini saya mau nyobain ayam bakarnya Mas Mono. Selain ada menu ayam bakar, juga ada bakso yang dikasih nama "Bakso Moncrot" dan sudah buka cabang di Kali Malang dan Tebet..

Rasa ayam bakar di sini ternyata ga kalah dengan ayam bakar Megaria, bumbunya meresap banget ke daging ayamnya dan pedas sambalnya juga masih dalam taraf manusiawi. Satu porsi nasi, ayam bakar, lalapan dan sambal dibandrol seharga Rp.10.500. Cukup murah kan?! Tidak terlalu jauh beda kok dengan harga ayam bakar di kedai lainnya. Kalau minuman tidak ada yang istimewa, standar saja. Saya pesan es jeruk harganya Rp.4.500.

Ngomongin soal suasana rumah makannya, menurut saya agak kurang teratur mungkin karena tempatnya yang tidak terlalu luas dan lahan parkir yang kurang sehingga sering bikin macet jalan Kali Malang. Jadi buat yang  bawa mobil harus sabar buat dapat parkir. 

Info lebih lengkap bisa klik di sini!! :)


With Love,


22 May 2009

Nyoto di RAJA SOTO Khas Yogya


kurang jelas karena hujan
Pulang dari melayat, saya dan keluarga mampir di rumah makan "RAJA SOTO" di daerah Sumber Arta, Bekasi Barat, tepatnya di jl. Raya Kincan no.9 Jatibening. No. telp nya (021) 70780101. Ini pertama kalinya saya makan di rumah makan soto ini, biasanya cuman lewat doang karena jalur pulang dari pintu tol Jati Bening. Tempat parkirnya tidak  begitu luas dan ruangan terbagi dua, AC dan non AC. Menurut saya lebih enak yang non AC karena banyak angin semilir yang bikin ngantuk. Oh yaa, di sini juga disambut dengan welcome drink, air putih saja.. :)


Suasana di dalam Rumah Makan Raja Soto

Soto Ayam Campur (maaf burem!)
Tempe goreng, perkedel kentang & tahu bacem

Sate telor puyuh & Sate paru

Saya cukup pesan semangkok soto ayam campur seharga Rp. 8.500,-. Kalau suka dengan daging sapi bisa kok diganti, harganya sama saja. Untuk lauknya ada tempe goreng, tahu bacem, perkedel kentang, sate telor puyuh dan sate paruh dengan masing2 harganya Rp.2000,- untuk gorengan dan Rp.3000,- untuk sate. Bagi saya yang paling enak makan soto ayam ditambah perkedel kentang. 

Walaupun namanya "Raja Soto" tapi tidak hanya menyajikan menu soto saja, melainkan menu nasi goreng (Rp.10.000,-), mie goreng (Rp.15.000,-), ayam goreng/bakar (Rp.7500,-), soto kwetiau (Rp.12.000,-). Uniknya, ada soto diet yang isinya sayuran semua. Cocok untuk yang sedang diet. :D

Kalau soal minuman, saya pesan es jeruk seharga Rp.5.000,- Selain ada menu minuman, ada juga menu dessert seperti, es roti (Rp.8000,-), es kopyor (Rp.15.000,-) dan es sabu (hah?? sabu bisa dijadi'in minuman??) seharganya Rp.7000,-

Untuk pecinta soto, silakan loh mampir di "Raja Soto". Rasanya cukup bikin saya rindu dengan soto kadipiro jogja.

With Love,


14 May 2009

Jakarta Fashion and Food Festival 2009

Bulan mei, bulannya “Jakarta Fashion and Food Festival 2009” kalau yang ini bukan buat yang pertama kalinya saya datengin. Udah 3 kali (bangga!!!) acara rutin tiap bulan mei setiap tahunnya..


Kampoeng Tempo Doeloe
Wajib didatengin buat kalian yang hobby wisata kuliner dengan bertemakan “Kampoeng Tempoe Doeloe”, tentu dekorasinya berbau tempo dulu banget. Makanan tumpah ruah di La Piazza Gading, rata-rata makanannya adalah makanan yang jarang kita temuin karena masuk kategori makanan langka seperti es goyang, rujak beubeug, kue serabi solo, kue leker, kerak telor (aku paling doyan yang ini..), dll…

Sistem pembelian di sini juga beda sendiri karena di acara JFFF ini mereka punya uang sendiri sehingga kita mesti tukar uang asli di loket penukaran uang khusus JFFF. Dengan uang seribu rupiah kalian bisa dapat uang 1 rupiah dan kalau masih sisa bisa di refund  ke uang asli di loket yang sama. Seru kan?! Seperti main monopoli.. :)

Mata Uang JFFF 2009
Saya suka sekali kerak telor ayam (bukan bebek!!) jadi untuk pembuka, saya beli kerak telor seharga 8 rupiah sedangkan teman-teman yang lain ada yang pesan tahu gejrot, es goyang dan kue leker. Suasan di sini semakin malam semakin ramai dan romantis dengan penerangan yang hanya berasal dari lampion. Jadi acara food festival ini lebih okeh kalau datengnya malam hari.

Harga Makanan JFFF 20009
Bisa dijadiin rekomendasi kuliner di bulan mei. Ingat!! Khusus di bulab mei setiap tahunnya wajib dateng ke JFFF dan yang selalu saya tunggu adalah acara kembang api yang biasanya menjadi pertanda pembuka atau penutup dari JFFF. :)

With Love,


12 May 2009

dari Ragusa ke Djakarta Theater..

Ragusa Es Italia
First destination.. RAGUSA (es italia)!!!

Senang sekali karena si Ocem ngajak ke Ragusa. Mungkin udah banyak orang yang tahu tentang es krim Italia ini cuman saya saja yg udik baru kali ini dateng ke Ragusa yang terletak di Jalan Veteran I no.1 deket halte busway Juanda - Jakarta Pusat. Engga susah nyarinya asal tahu halte TransJakarta Juanda pasti ketemu jalan Veteran yang di depannya ada kali gede..


Suasana di dalam toko terasa klasik banget. Jadi inget rumah si Mbah. Karena baru kali ini dateng ke Ragusa jadi pesen es krimnya pake sistem tang ting tung aja, kan yang penting judulnya "makan es krim Ragusa". Jadinya saya pesen Cassata Sicilliana (keren yaa namanya?!) seharganya 23rb, yang hijau2 itu bolu. Kalau si Ocem pesan yang rasa coklat.. walaupun bentuknya biasa tapi soal rasa manttaaabbbb!!! enak bener.. Harganya 10rb..

Cassata Sicilliana

Sayangnya saya ga tau, ini toko es krim tutup jam berapa ya?? Saat saya datang sekitar jam 4.30 pm, situasi toko udah sepi pengunjung dan tiba2 lampu mati (hegh!!) saya jadi berpikiran kalau sebenernya saya sedang diusir secara halus nih. Tapi ternyata memang listriknya turun bukannya sengaja dimatikan.

Selain jajanan es krim, ada jajanan pendukung yang mangkal di depan toko Ragusa seperti otak2 dan sate ayam. Saya sempat pesan seporsi otak2 dengan harga 17rb..


Second destination.. DJAKARTA THEATER (lotus)..

Djakarta Theater XXI

Niat ke sini awalnya sekedar menghabiskan waktu karena si Ocem futsal jam 9 malam, masih lama!! Jadinya nonton deh, nonton crack:high voltage..

Filmnya gokil banget!! Jenis filmnya menurut 21cineplex, termasuk action-dewasa dengan diselingi komedi. Yaaa lumayan lah buat sekedar pembunuh waktu dan penghibur, apalagi ngeliat Jason Statham. Tapi ternyata filmnya cuman sebentar banget, mau ga mau pulang deh kita dan seperti biasa selalu nyasar di daerah Menteng, maklum kita orang bekasi - bintaro.. :D


With Love,