29 November 2010

1# Shinjuku, Tokyo, Japan

Makanan pertama yang sudah ditargetkan untuk dimakan sesampainya di Jepang adalah Yoshinoya. Kangen banget rasanya makan Yoshinoya yang memang asli dari Jepang, bukan yang di Grand Indonesia atau Mall Kelapa Gading. Empat tahun tidak pernah lagi makan Yoshinoya memang cukup membuat saya lupa rasa asli dari bumbu di beefnya.

Sepertinya saya berjodoh dengan Yoshinoya, hotel Rose Garden Shinjuku  tempat saya menginap ternyata bersebelahan dengan Yoshinoya dan 7eleven. Jadi untuk urusan perut tidak khawatir lah yaa.. 


Sayangnya, tadi siang sayang langsung mencicipi menu beef Yoshinoya kegemaran saya tapi saya malah merasa kecewa. Yoshinoya yang dulu sepertinya berbeda dengan yang sekarang. Dari harganya saja sudah berbeda, rasanya jadi lebih murah dibanding dulu di tahun 2006 dimana 1 mangkok beef dan nasi dihargai 500 yen sedangkan sekarang 380 yen. Porsinya pun sedikit berubah, porsi beefnya jadi lebih sedikit walaupun rasa beef tetap sama.

Setelah makan siang, langsung berencana jalan-jalan naik JR (Japan Railway), mengingat kembali jalur JR karena ada 14 jalur kereta. Bagaimana saya tidak takut tersasar di negeri orang?!

Perjalanan dimulai dari stasiun Shinjuku. Konon stasiun Shinjuku adalah salah satu stasiun terpadat di dunia. Orang-orang berjalan dengan kecepatan tinggi seperti lalat terbang tapi hebatnya tidak saling bertabrakan. Kalau di Indonesia, motorlah yang seperti lalat. Rencana sore ini, si Babe ingin survey tempat meeting di daerah Yotsuya. Dari stasiun Shinjuku, saya naik Marunouchi Line (warna merah) yang ke arah Ikeburo dan turun di Stasiun Yotsuya. Suasana pada pukul 15.47, matahari seperti sudah mau terbenam. 



Dari Yotsuya, lanjut lagi ke daerah Roppongi. Kali ini saya naik Nambuko Line (warna hijau tosca) menuju Roppongi. Di roppongi hanya mampir sebentar, langsung balik ke Nishi Shinjuku. Dari Roppongi tidak ada kereta yang langsung ke Nishi Shinjuku, jadi harus ganti kereta di Yotsuya seperti saat berangkat tadi.

Stasiun Shinjuku dengan stasiun Nishi Shinjuku hanya berbeda satu stasiun. Nishi Shinjuku lebih dekat dengan hotel, jadi saya memutuskan turun di stasiun Nishi Shinjuku. Selain lebih dekat dengan hotel, suasana stasiunnya juga jauh lebih lenggang dibanding Shinjuku. 

Punggung saya rasanya sudah pegal luar biasa tapi kalau kaki masih penasaran untuk terus melangkah. Lanjut jalan, ke kawasan pertokoan di sekitar Shinjuku. Si Babe hobby sekali ke pertokoan di Shinjuku, salah satu toko favoritenya adalah toko kamera Yodobashi. Ceritanya dulu saat saya masih kecil, setiap Babe pulang dari Jepang dan membawa buah tangan pasti salah satu kantong pembungkusnya ada yang bertuliskan "Yodobashi", sekarang saya bisa melihat langsung seperti apa bentuk toko kamera Yodobashi itu, bukan hanya melihat dari kantong pembungkusnya. Kawasan pertokoan di Shinjuku ini hampir semua berisi rumah makan, tidak terlihat toko yang menjual aksesoris wanita. 

Selesai dari Yodobashi, kaki dan punggung sudah mulai tidak bisa diajak kompromi, harus segera diistirahatkan! Suhu udara juga sudah mulai menurun. Anginnya bikin badan gemetar. Saat perjalanan pulang menuju hotel, si Babe melewati jalan yang kelihatannya memutar. Kata beliau, "Mau lihat patung LOVE engga? Yang dulu Bapak pernah kasih lihat fotonya?!" . Langsung bersemangat kaki ini untuk segera melangkah. Hoooo.. Ini toh patung LOVE yang terkenal itu, yang salah satunya berada di Shinjuku Tokyo. Selain itu patung LOVE ini ada di beberapa kota di belahan dunia, seperti di Amerika, Jerman, Spanyol, London, Israel, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Filipina,  dan Indonesia (Bandung City Hall dan Gandaria City Jakarta). Penasaran makna arti dari patung LOVE ini, silakan baca disini!



Sampai ketemu dicerita selanjutnya.. :)

Sayonara! :)
With Love,

28 November 2010

Japan! I'm Back..

Alhamdulillah! Diberi kesempatan kedua oleh Allah untuk berkunjung ke negeri Sakura. Menyenangkan?? Menarik?? Jelas sangat menyenangkan dan sangat menarik!! Urusan kuliah dan urusan pekerjaan sudah bisa dikendalikan, langsung  mengurus visa!!

Berangkat!!!

Sekarang, saya lagi duduk manis menikmati fasilitas wifi di louge airport Soe-Ta. Namanya juga manusia, mahkluk ekonomis. Lihat yang gratisan langsung minta password wifi. Sekitar 2 jam lagi menunggu waktu boarding, flight terakhir menuju Tokyo. Suasana lougenya saja sudah sepi. Para karyawan juga sudah mulai terlihat bersih-bersih. Volume televisi juga sudah dikecilkan. Mata saya pun tidak mau ikut ketinggalan, sudah 5 watt..

Ceritanya, si Babe seperti biasanya akan ada conference di Tokyo dan saya selama 3 hari akan mengembara seorang diri. Sudah tidak sabar kembali mencicipi makan Yoshinoya asli made in Japan!!! 

Tunggu cerita saya selanjutnya yaaa!!


With Love,

17 November 2010

I'm a jumper, and you?!

Main Foursquare juga?!

Udah punya berapa badges?!

Bingung kenapa badges orang lain bisa sampai 100 badges, sedangkan kalian masih aja stuck kurang dari 15 badges??

Tapi sebelumnya, jangan-jangan ada yang belum tahu foursquare dan badges itu apa? Baiklah, foursquare adalah situs jejaring sosial yang mengacu pada lokasi si pengguna situs. Pengguna 4sq (foursquare) dapat memberikan tahukan lokasi di mana mereka berada dengan cara check-in. Semakin banyak mereka check-in di suatu tempat tertentu, maka pengguna akan mendapatkan reward berupa lencana (badges)..

Mudah dimengerti kan?? Mudah dimainkan pula..

Masih penasaran kenapa badges orang lain bisa mencapai 3 digit??

Begini, mayoritas badges dapat diunlock di luar negeri seperti Amerika (mayoritas) atau Australia. Tapi sepertinya tidak mungkin demi sebuah badges di Amerika, kita harus terbang dulu ke sana. Maka dari itu terciptalah istilah "Jumper".

Istilah jumper ini diberikan kepada mereka yang berburu badges sampai ke negeri Paman Sam atau negeri Kangguru, padahal sih mereka berdomisili di kampung Condet.. 

Menjadi jumper ke luar negeri bukan berarti tidak bisa dapat badges di Indonesia loh, terkadang kita para jumper harus pulang kampung karena ada event tertentu di Indonesia. Contohnya, events Hari Pahlawan 10 November kemarin di Surabaya. Para jumper berbondong-bondong ke "surabaya" untuk mendapatkan beberapa badges, seperti badges swarm, super swarm, super duper swarm atau epic swarm..







Untuk menjadi seorang jumper, kalian harus mengganti lokasi ID 4sq kalian. Contohnya, 4sq saya berlokasi di New York. Butuh waktu kurang lebih 5 jam untuk dapat mulai berburu badges di New York. Khusus para pengguna smart phone terutama Blackberry, jangan check-in dari foursquare aplikasi Blackberry lagi ya, karena kalian akan terdeteksi berlokasi di Indonesia bukan di NY. Maka mau tidak mau, suka tidak suka, kalian harus buka dari browser..

Ada badges apa saja di luar sana?? Please click in here :) Kalian akan terkesima seperti saya, begitu banyak badges yang lucu-lucu di luar sana.. Lucu banget!!!












Badges sepertinya terbagi menjadi dua, yaitu badges yang berasal langsung dr 4sq dan badges partner.

Badges yang berasal langsung dari 4sq cenderung mudah didapat, seperti badges Don't Stop Believi', Super Mayor dan Gym Rat.

Badges Don't Stop Believi', badges akan unlock jika kita check-in 3 kali di sebuah tempat karaoke. Badges Super Mayor didapat kalau kalian menjadi mayor dari 10 tempat dan Badges Gym Rate, kalian harus 10 kali check-in di tempat gym.

Menurut kesimpulan saya, badges yang berasal langsung dari 4sq akan unlock dilihat dari banyaknya kita check-in di suatu tempat.

Sedangkan Badges Partner, mayoritas di dapat karena ada event tertentu. Badges yang berdasarkan event juga ada masa berlakunya loh, seperti badges World Cup 2010, karena eventnya udah selesai maka badgesnya pun udah retired..

Dalam berburu badges yang paling harus diperhatikan adalah interval waktu atau jarak waktu. Contohnya, sekarang ini kalian sedang di "new york" dan ingin berburu badges Journal Metro yang berada di Kanada. Maka kalian harus menunggu sekitar 4 jam untuk dapat memulai check-in di venue badges Journal Metro di Kanada.

Jika, kalian tidak mengindahkan peringatan tersebut, kalian akan mendapatkan hukuman yaitu Rapid. Istilah Rapid diperuntukkan bagi para jumper yang terlalu cepat berpindah lokasi untuk check-in. Ciri-ciri kena rapid itu, kalian tidak mendapatkan point. So sad :'(

Kalau sudah begini, cara untuk mengatasinya harus men-delete history lokasi check-in yang membuat kalian terkena rapid, dan men-delete-nya pun harus lewat web di PC, tidak bisa dari browsing Blackberry, kalaupun bisa dari Blackberry kalian harus download dulu aplikasi BOLT. Bisa juga dengan cara manual yaitu, menunggu sampai 2-3 jam baru kalian mulai bisa check-in.. Rempong???!! Makanya hati-hati ya.. :)

Buat kalian yang tertarik menekuni menjadi jumper, banyak sumber info yang bisa kalian samperin. Bisa mulai dari milis-milis jumper, kaskus atau google. Jangan malu bertanya yaa, nanti rugi tidak dapet badges-badges lucu. :p

Selamat mencoba!! Let's jumping everyone!! :) With Love,

08 November 2010

Green Festival Jakarta 2010

Awal bulan November, diawali dengan postingan tentang acara yang menggalakkan "Cinta Lingkungan"!

GREEN FESTIVAL JAKARTA 2010
"Solusi untuk Bumi"



Diadakan mulai tanggal 5-7 November kemarin di Parkit Timur Senayan. Berhubung Sekolah Alam Terpadu Bambu Item (SABIT) tempat pacar bekerja ikut serta dalam acara ini, jadi saya pun diajaknya. Tapi khusus hari Minggu aja yg bisa saya datengin, karena memang acara puncaknya pada hari Minggu. Dimana dimeriahkan banyak acara seru, seperti fun bike, bazaar sepeda, BMX free style, coaching clinic, workshop, kidzone, komunitas, atraksi-atraksi dari Sekolah Alam, termasuk SABIT juga ikut pentas operet.

Dari sekian acara yang ada, stand pameran Green Festival yang paling menarik dan mengesankan. Benar-benar membuat kita sadar arti dari lingkungan. Stand pameran terbagi dari banyak stand. 


Stand yang paling depan adalah "Stand Global Warming"


Di stand ini dijelasin bagaimana Global Warming itu bisa terjadi karena proses rumah kaca. Presiden Obama saja, bilang bahwa "Pemanasan global nyata dan efeknya telah menimbulkan fenomena menakutkan yaitu bencana alam akibat perilaku manusia"

Stand kedua adalah "Es"
"We share the earth not only with our fellow human beings, but with all the other creatures"

Stand Es ini, dijelaskan bagaimana Global Warming memberikan dampak efek pencairan es di beberapa bagian bumi. Seperti di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Bahkan di Indonesia pun, Puncak Jaya Wijaya di Papua ikut berpartisipasi dalam pencairan es abadi. *sigh*

Stand ketiga adalah "Energi"
Panitia Green Fest terutama tim kreatifnya bener-bener kretif untuk mensukseskan stand-stand yang ada. Mereka secara detail membuat perlengkapan pameran, agar mudah dimengerti oleh para pengunjung terutama anak-anak.

Pada stand energi ini, dijelaskan bagaimana kita bisa meminimalis penggunakan energi seperti listrik. Di stand ini pula, banyak diberikan tips-tips dalam penghematan listrik, seperti penggunaan lampu. Dianjurkan untuk menggunakan lampu yang berwarna putih dibandingkan berwarna kuning, dikarenakan lampu berwarna kuning lebih banyak menyedot daya walaupun harga lampu lebih murah.

Stand keempat adalah "Kendaraan"

Stand Kendaraan ini yang paling kereeeeen!!! Bagus banget!! Terpesona dengan display-display di sini. Stand ini dipaparkan bagaimana baiknya kita menghemat menggunakan kendaraan bermotor terutama mobil pribadi, lebih baik nebeng aja. Ada loh komunitas nebeng!!

Ada beberapa tips juga yang diberikan untuk para pengguna kendaraan bermotor, seperti panaskan mobil sesingkat mungkin agar dapat menghemat BBM. Kendaraan jaman sekarang sudah diadaptasikan untuk mulai bekerja dalam keadaan mesin dingin. Selain itu, dianjurkan juga untuk menggunakan BBM dengan oktan tinggi alias BBM tidak bersubsidi. :)

Stand kelima "Air"
Bekerja sama dengan Aqua, para panitia menjelaskan pentingnya air untuk kelangsungan hidup makhluk hidup. Dibedakan 3 jenis air, seperti air pegunungan, air desa, dan air kota. Yang paling bagus untuk diminum adalah air pegunungan yang mengandung mineral. Sedangkan air desa dan kota tidak baik untuk diminum, karena selain tidak mengandung mineral kemungkinan telah tercemari limbah.

Stand terakhir adalah "Sampah"
Bisa bayangkan?! Kalau setiap harinya Jakarta menyumbang sampah seluas setengah luas candi Borobudur. Sehari loh! Belum seminggu, sebulan bahkan setahun. Maka dari itu Non Organik dan Organik sangat dianjurkan dalam pemilahan sampah. Mulai dari hal yang sangat sederhana saja, seperti pembuangan sampah di rumah kita masing-masing. Pisahkan saja antara sampah berupa botol (alat mandi, minuman, pembersih rumah, dll) dengan sampah berupa sisa dapur.

Di rumah saya, penerapan seperti itu sudah lama saya dan keluarga terapkan. Tidak sulit kok!! Setiap seminggu sekali, ada bapak pemulung yang datang ke rumah untuk mengambil sampah Non Organik hasil dari rumah saya. Mudah kan?!


Di luar stand Green Fest, ada "pohon" Selamatkan Aku. Kita bebas mau nulis apa saja, kemudian sematkan di ranting-ranting "pohon" Selamatkan Aku.


"Tidak Ada Pohon = Tidak Ada Kehidupan!"
Selamatkan Bumi Kita Teman-Teman..


With Love,