Showing posts with label gogreen. Show all posts
Showing posts with label gogreen. Show all posts

05 December 2011

Green Festival Jakarta 2011

Tahun ini saya kembali mengunjungi Green Festival Jakarta 2011 yang sudah memasuki tahun ke 4. Kali ini bukan lagi diadakan di Parkir Timur Senayan namun diadakan di Bentara Budaya Kompas Jl. Palmerah Selatan. Karena berbekal rasa puas pada tahun sebelumnya, saya menjadi sangat antusias menyambut Green Festival Jakarta 2011. Akhirnya saya dan pacar lengkap dengan kostum kami yang serba hijau datang ke Green Festival Jakarta. Sebelumnya saya sempat berkata dalam hati, memangnya di sekitar gedung Kompas ada tempat yang sangat luas yaa untuk menampung seluruh muatan Green Festival? Pertanyaan saya itu akan segera terjawab setelah saya tiba di lokasi.


GREEN FESTIVAL JAKARTA 2011

"Gaya Hidupku untuk Bumi"

"Pintu Masuk Green Festival Jakarta 2011"


Setelah sampai di lokasi, segeralah pertanyaan saya terjawab. Hmmm, cuman begini acaranya? Atau memang sudah mau bubar? Maklum saya datang di sore hari dan di hari terakhir pula. Celingak celinguk mencari sesuatu yang menarik. Stand-stand bazaar sudah banyak yang tutup atau memang tidak terisi dari awal.

"Hanya stand panggung ini yang terlihat besar"

"Pintu masuk hall pameran Green Festival Jakarta 2011"

Karena menurut saya tidak ada sesuatu yang bisa dinikmati di luar sini, maka saya dan pacar segera masuk saja ke dalam hall pameran. Hmm, lagi-lagi saya harus sedikit kecewa dengan isi di dalam hall pameran. Maaf! Saya yakin bukan hanya saya seorang yang akan kecewa. Apa mungkin harapan saya yang terlalu tinggi, berharap acara Green Festival tahun ini akan lebih besar daripada tahun lalu. Silakan teman-teman baca postingan saya tahun lalu di sini.



"Di dalam hall pameran"

Masuk ke dalam hall pameran, saya langsung disambut dengan patung beruang kutub yang papan keterangan tidak lagi jelas dan patung es yang sepertinya berbentuk pinguin (sudah mencair esnya jadi tidak jelas bentuk aslinya). Tulisan "Efek Pemanasan Global" hanya dilukis menggunakan cat, yang lagi-lagi menurut saya (lagi-lagi subjektif) terkesan ala kadarnya.

"Si om beruang dan om pinguin, kasihan mereka"

Walaupun begitu, Green Festival tetap mempertahankan memberikan info-info penting tentang pemanasan global dalam bentuk yang menarik yang ditempel disekeliling dinding hall pameran. Seperti salah satunya seperti ini.


Tahukah teman-teman beberapa info tentang pemanasan global. Jika belum, mari simak beberapa info yang saya dapat dari Green Festival..

Gas Rumah Kaca dan Sumbernya:

"N2O (Dinitrogen Monoksida) bersumber dari pemakaian pupuk sintesis,
pembakaran dan proses industri"

"CO2 (Carbon Dioksida) bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil, seperti mobil,
kereta api, batu bara, pembakaran kayu dan sampah, kebakaran hutan"

"Ch2 (Metana) bersumber dari peternakan, pertanian dan pembusukan sampah"

"Industri, kendaraan bermotor, pembangkit listrik, terus saja memuntahkan emisi rumah kaca yang membuat suhu bumi kita terus meningkat"

"Gurun pasir terus meluas, badai tropis terus terjadi, hujan dan banjir terjadi tidak kenal musim, flora dan fauna tertentu punah dan penyakit baru bermunculan"

Jalan-jalan dilanjutkan, selanjutnya adalah Zona Transportasi.


Di dalam zona transportasi ini, kita diberikan banyak tips yang sangat menarik (menurut saya) dan juga info, seperti:

Tips Hemat tentang Kendaraan:

"Upgrade sistem pendingin.
Stabilitas suhu mesin sangat mempengaruhi performa dapur pacu"

"Rawat dan serviskan mobil Anda secara teratur. Busi yang aus. Rem yang tidak berfungsi bagus, dan transmisi yang rendah semua bisa mengganggu efisiensi bahan bakar mobil"

"Menaikkan kompresi. Ini langkah meningkatkan torsi mesin di putaran bawah. Jadi saat berakselerasi awal, pengemudi tidak perlu buka gas terlalu dalam, bensin pun irit"

Tips Hemat BBM:

"Jangan terlalu membebani mobil,
makin berat mobil Anda makin banyak bensin yang akan dihabiskan"

"Cek tekanan ban. Jika tekanan angin kurang, sesuai riset,
dapat menimbulkan keborosan BBM 10-15%"

"Jelas bahwa alat trasportasi yang hemat BBM adalah kereta sedangkan
alat transportasi yang boros BBM adalah mobil pribadi"

Selanjutnya, Zona Energi.


"Eh ada mbak-mbak nya lagi istirahat. Hemat energi!"

Sedangkan di dalam zona energi, terdapat beberapa tips hemat energi di dalam rumah yang patut kita contoh.

Tipsnya cukup sederhana. Seperti:

"Gunakan lampu hemat energi, lampu LED. Walaupun harga 3-5 kali lipat dari harga lampu pijar, tapi menghemat listrik hingga 80%"



"Untuk menghemat listrik, program lah AC pada suhu 25 derajat Celcius. Usahakan pintu kamar tidak terbuka, agar AC tidak terlalu membebani penggunaan listrik"

"Jangan biarkan listrik pada posisi standby, ketika televisi tidak lagi digunakan. Posisi standby mengkonsumsi listrik 5 watt atau setara dengan penerangan sebuah kamar dengan lampu LED"

"Lemari es yang penuh lebih hemat listrik daripada lemari es kosong"

"Televisi hemat energi. Televisi LED ukuran 17 inch hanya membutuhkan listrik 25 watt"

Berikutnya, adalah Zona Air.

Tahukah kalian bahwa:

"Rasa haus merupakan pertanda kurangnya air bukan kurangnya gula.
Berikan apa yang tubuh Anda butuhkan: air merupakan cara tersebut untuk tetap terhidrasi"

"Air merupakan zat gizi utama, komponen utama dalam tubuh dan pembawa serta pelarut utama sehingga tidak ada fungsi biologis satupun yang dapat berfungsi optimal tanpa air"

"Rekomendasi jumlah air yang harus dikonsumsi,
berdasarkan prinsip gizi seimbang 2010 adalh 2 Lt per hari"

"Rata-rata orang Indonesia mengkonsumsi air 1,84 Lt/hari dan lebih dari 25% penduduk Indonesia minum air kurang dari 1,2 Lt/hari"

"Wanita lebih mudah terhidrasi dan pengaruhnya akan terlihat pada mood dan kemampuan berpikir mereka dibandingkan pada pria"

"Penting untuk minum air putih yang baik secara teratur, agar tubuh berfungsi optimal"


"I hate people who not care with our earth!"

Tips hemat menyiram tanaman:

"Siramlah tanaman pada saat malam dan pagi, untuk mengurangi penguapan akibat matahari"

"Jika harus menggunakan selang, jangan lupa pasang 'nozzle' pada selang. Agar air tidak mengalir terbuang saat tidak dipakai"

"Gunakan air dari bak penampung air hujan"

"Gunakan gembor atau spray untuk menyiram tanaman"


Cara Mandi yang Hemat Air:

"Mandi dengan bathup menghabiskan 100 Lt air. Mandi dengan shower selama 5 menit menghabiskan 30 Lt air. Mandi dengan gayung adalah cara paling hemat dan efektif, karena air yang terbuang lebih sedikit"


Lanjut, Zona Sampah.

"Sampah sebanyak ini mau diletakkan dimana yaa?!"


Beberapa info dan tips tentang sampah yang dapat saya bagikan kepada teman-teman, mari...

Berapa Lama Material Hancur Terurai:

"Kantong plastik = 10 - 12 tahun. Gelas plastik sekali pakai = Lebih daru 20 tahun.
Styrofoam = Lebih dari 500 tahun"

Lubang Biopori:

"Gali lubang silinder berdiameter 10 sampai 20 cm sedalam 1,2 meter memakai gagang biopori. Satu lubang bisa menampung sampah 3 hari.
Idealnya tiap rumah punya 10 lubang biopori (jarak antar lubang 50cm) untuk menampung sampah sebulan. Setelah lubang ke-10 terisi, lubang pertama sudah berisi kompos"

Jenis Sampah dan Cara Mengolahnya:

"Sampah Organik: Cara pengolahan, pengomposan (Komposting) yaitu melakukan pengendalian atas proses pembusukan sampah organik"

"Sampah Non Organik: Cara pengolahan, Kaca = Dihancurkan, dilelehkan dan diproses kembali dengan temperatur tinggi sampai menjadi cairan gelas, kemudian dicetak. Kaleng = Dilelehkan dan dijadikan batang alumunium yang menjadi bahan dasar produk baru. Plastik = Dilelehkan dan dijadikan biji plastik sebagai bahan dasar produk baru atau digunakan barang-barang berbahan plastik secara berulang-ulang dan ciptakan kreasi dari plastik bekas pakai. Kertas = Penghematan pemakaian kertas. Dapat juga dihancurkan menjadi bubur kertas sehingga menjadi bahan dasar produk baru (kecuali kertas koran karena mengandung logam berat)

"Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (Baterai, Accu, Pestisida, dll): Cara pengolahan, Dilakukan di lokasi khusus yang membutuhkan pengawasan ketat dari pemerintah. Di Indonesia, lokasi pengolahan sampah B3 berlokasi di Cileungsi"

Dan yang terakhir adalah Zona Pohon.


"Sayang tidak banyak tips yang didapat dari zona pohon"

Selesai deh jalan-jalan di dalam hall pameran. Singkat bener! Kuraaaaang puas!! Sebenarnya ada apa dengan acara Green Festival tahun ini? Kenapa lebih bersifat sederhana dan terkesan ala kadarnya? Jujur saja saya kecewa. Bukan seperti ini yang saya harapkan. Kemanakah konsep spektakuler plus seluruh dekorasi yang begitu keren?! Dimana setiap zona memiliki tenda masing-masing hingga dapat dibahas secara tuntas tiap zonanya. Bahkan setiap zona memiliki diorama masing-masing yang sangat bagus. Saya masih ingat jelas, diorama zona air yang disponsori oleh Aqua. Benar-benar menarik dan dibuat secara total. Sampai-sampai saya betah di dalam hall pameran tahun lalu mengamati satu persatu diorama.

Selain hall pameran yang begitu megah, tahun lalu juga banyak stand-stand bazar yang menarik. Mulai dari komunitas Go Green!, para sekolah alam, craft hasil dari limbah sampai stand bazar untuk makanan yang melimpah ruah sedangkan yang saya lihat kemarin sudah atau memang tutup stand-stand tersebut. Sangat disayangkan! Ow ya, tahun lalu saya dan pacar juga sempat loh berfoto dengan komunitas sepeda ontel yang mengenakan pakaian jaman dulu. Tapi kok tahun ini saya tidak melihat komunitas tersebut yaa? Atau mungkin mereka sudah pulang. (positive thinking)


"Pohon Trembesi yang dibagikan cuma-cuma oleh salah satu sponsor"

Semoga jika tahun depan diadakan kembali Green Festival akan lebih baik dari tahun ini dan tahun 2010 kemarin. Menurut saya pribadi, kita harus pintar dan kreatif membuat konsep acara semenarik mungkin agar banyak khalayak ramai yang tertarik datang dan setidaknya membaca semua info dan tips-tips yang diberikan penyelenggara Green Festival. Jika tidak atau kurang menarik, bagaimana orang-orang akan datang?! Dan bagaimana cara meningkatkan penyuluhan tentang Global Warming?!


With Love,

21 June 2011

Cinta Lingkungan, Mulai Dari Diri Sendiri..



Ingin sekali rasanya membahas dan berbagi tentang "Go Green!" Saya rasa siapa yang tidak kenal dengan istilah "Go Green!" terkecuali mereka yang sarat informasi yaa. Kembali kepada diri masing-masing mengartikan arti "Go Green!" itu apa dan bagaimana. Saya sendiri memiliki arti tersendiri, bagi saya "Go Green!" adalah segala bentuk rasa dan perbuatan mencintai lingkungan. Sederhana?! Yaa emang! Cinta Lingkungan :)

Saya mungkin tidak seperti ibu saya yang gemar berkebun. Seperti seluruh tanaman di rumah saya masuk dalam hitungan anggota keluarga. Beliau sempatkan merawat seluruh tanaman baik di halaman depan, teras, taman sampai halaman belakang rumah saya. Mungkin jika tidak ada beliau tanaman yang tersisa di rumah saya tinggal tanaman teh-tehan atau pohon sukun di halaman depan. Tapi karena ketelatenan beliau rumah saya jadi penuh tanaman warna-warni. Saya rasa hobby ibu saya itu termasuk dalam rasa dan perbuatan cinta lingkungan dan itu sudah ada sebelum slogan "Go Green!" marak..



Di sini, saya hanya ingin berbagi seperti apa dan apa saja yang saya lakukan untuk bisa lebih mencintai lingkungan karena jika tidak dimulai dari diri sendiri dan jika tidak kita sendiri maka siapa lagi yang bisa mencintai lingkungan kita yang sudah tua ini. Sungguh tidak ada hasrat untuk besar kepala hanya sekedar memenuhi isi blog saya saja.. ;)

Siapa sih yang engga suka membeli minuman di dalam kemasan baik botol ataupun karton? Hobby keluarga saya itu! Mau susu, sirup, jus dan seluruh keluarganya itulah yang sering kami beli. Terus kalau sudah diminum, botol-botol bekasnya dikemanain?? Jaman dahulu sebelum keluarga saya mengenal Pak Purnomo sebuah botol-botol bekas itu masuk ke dalam bak sampak di depan rumah saya. Tapi semenjak 10 tahun mengenal Pak Purnomo, semua jenis botol bekas, kerdus bekas mau bekas apapun itu kami masukkan dan kumpulkan jadi satu di dalam kantong plastik kemudian seminggu sekali Pak Purnomo akan menjemput "mereka" semua. Yaah! Pak Purnomo adalah pahlawan bagi keluarga saya.
Jadi bak sampah di depan rumah saya jarang sekali dikunjungi oleh pemulung. Sekalinya ada pemulung, mereka selalu tidak mendapatkan apapun. Sorry man! :)
Selain itu, setiap kali saya jajan ke Indomaret ataupun Alfamart dan hanya membeli Magnum sebiji, saya pasti akan mengatakan "Engga usah dikantongin, Mas/Mbak!" Sebisa mungkin jika saya hanya berbelanja 4-5 item dan bisa saya masukkan ke dalam tas maka saya akan menolak menggunakan kantong kresek. Tak perlulah yaa saya jelaskan panjang lebar bahayanya limbah plastik bagi lingkungan kita ini, toh teman-teman sekalian pasti sudah pintar dan khatam :)
Btw, saya ingin bertukar cerita tentang pengalaman saya di negara tetangga yang saya kunjungi sebulan yang lalu. Semoga teman-teman tidak memandang sebelah mata yaa dengan cerita saya ini. Dengan sangat tidak terpaksa saya mengacungkan jempol untuk Malaysia.
Ceritanya ketika saya berada di Plaza Gurney Pinang dan sedang berada di kasir Vincci. Tiba-tiba Macik kasir bilang kepada saya yang kurang lebih artinya jika saya ingin menggunakan kantong pastik alias plastic bag silakan membayar sebesar 2 sen. WHAAAAATTT?! Buat kantong plastik alias kantong kresek aja saya harus bayar?! Dan akhirnya saya lebih memilih memeluk kerdus sepatu Vincci dan rela diliatin banyak orang selama berada di dalam plaza. Bukan berarti saya pelit untuk mengeluarkan uang 2 sen, tapi kembali lagi kepada prinsip saya, yaah! Cinta lingkungan!

Selama kurang lebih 4 hari saya berada di pulau Pinang, saya bisa memberikan kesimpulan bahwa tidak semua toko menjual kantong plastik, bahkan Watson Malaysia di dalam Plaza Gurney dengan terang-terangnya tidak memberikan fasilitas kantong plastik. Jadi untuk yang membeli banyak barang yaa silakan membawa kantong sendiri, jika tidak membawa yaaa derita lo deh!! hahaha.. :D Namun sepertinya hal ini belum berlaku untuk toko-toko kecil atau pedagang kaki lima di dekat Hotel Shangrilla Rasa Sayang Resort Pinang. Semua pedagang di sana masih menggunakan kantong kresek hitam yang baunya menyengat itu loh!
Saya rasa, Indonesia seharusnya mengikuti aksi penghematan kantong kresek seperti Malaysia dan tidak perlu sungkan, ataupun bahkan sampai meributkan siapa yang terlebih dahulu penggagas aksi tersebut. Malu aah!!
Saya pernah ketika sedang berbelanja di toko buku Gramedia dan ketika di kasir saya mengeluarkan kantong belanja pribadi saya. Sudah ditebak, orang-orang di sekitar kanan kiri saya semua melihat saya. Risih?! Yaiya!! Secara cuman kantong doank, pada udik yaa?? Sampai dalam hati saya berkata "Emang aneh yaa pak?! Belum pernah liat kantong sekeren kantong saya?!" .
Sepertinya di supermarket-supermarket besar di Indonesia sudah banyak yang menjual tas belanja yang terbuat dari kain. Kenapa itu tidak dimanfaatkan?! Memang harga tidak semurah kantong kresek (yaiyalah kresek gratis!!) tapi kan dapat dipergunakan sampai ratusan kali belanja dan warna/modelnya juga keren-keren koq. Saya dan pacar pun ikut membeli 2 tas belanja untuk diri kami masing-masing. Niat kami, setiap kami belanja kami menggunakan tas tersebut. Semoga niat baik kami ini bisa berjalan lancar dan bersifat permanen :)


Lain cerita, sebisa mungkin dan sesadar mungkin saya berusaha untuk tidak membuang sampah sembarangan baik di jalanan, di mobil, di angkutan umum, di halte, di kampus, di rumah pokoknya di manapun saya berada saya tidak akan membuang sampah sembarangan kecuali jika saya khilaf (namanya juga manusia). Kan tidak berdosa jika bungkus permen yang secuil itu disimpan dulu di dalam kantong celana ataupun di dalam tas. Kan tidak sulit untuk memegang botol kosong bekas air mineral. Kalau tidak mau repot-repot menampung sampah tersebut, silakan untuk tidak makan permen atau tidak minum. Silakan makan permen atau minum ketika di depan anda tersedia tempat sampah. Maksud saya tempat sampah yang berbentuk tong bukan gundukan sampah di pinggir jalan. :(

Tidak sekali atau dua kali tapi berkali-kali saya melihat para pengemudi mobil mewah (catat!! mobil mewah yang harusnya minum pertamax!) membuang sampah ke jalan dari jendela mobilnya yang hanya dibuka sedikit. Malu yaa pak bu keliatan?! Mereka tidak ingin mobil mewah mereka kotor tetapi mereka malah mengotori jalanan. Semoga para pengemudi tersebut bisa segera menyadari kesalahan mereka, kalau tidak juga sadar, semoga rumah mereka kebanjiran akibat ulah mereka sendiri! Amin! Mobil saya saja yang tipe tahun 90-an mempunyai tempat sampah imut berwarna hijau di dalamnya. Rasanya malu jika teman atau seseorang yang mobilnya saya tumpangi melakukan hal bodoh tersebut. Semoga para pengemudi mobil mewah itu bukan salah satu orang yang saya kenal.


Saya menyadari 100% bahwa aksi-aksi "Go Green!" yang saya lakukan masih jauh dari kata WOW! daripada mereka yang diluar sana yang lebih "Go Green!" hingga sampai membuat suatu aksi "Tanam 1000 Pohon" tapi setidaknya jika ada 1000 orang seperti saya bukankah lingkungan akan lebih mencintai kita?! Sepertinya tidak sulit melakukan aksi "Go Green!" mulailah dari hal yang sangat sederhana pada diri kita sendiri. Toh, akan terlihat lebih indah jika dimulai dari diri kita sendiri tanpa menunggu orang-orang di sekitar kita hanya untuk mencintai lingkungan :)


Btw, saya ingin bertanya kepada para peserta aksi "Tanam 1000 Pohon". Kira-kira setelah 1 tahun aksi tersebut berlangsung, berapa pohon yang tetap hidup dengan sehat?! Semoga saja tidak kurang dari setengahnya yaa. Menurut saya, sebaiknya aksi "Tanam 1000 Pohon" tidak berakhir sampai disitu saja, lebih baik jika dilanjutnya dengan aksi "Rawat 1000 Pohon", kemudian "Panen 1000 Pohon" bahkan kalau perlu sampai aksi "Peremajaan 1000 Pohon". Kan sayang saja jika 1000 pohon yang telah ditanam kemudian ditinggal pergi oleh si penanamnya, biaya penanaman pohon tersebut tentunya tidak memakan sedikit biaya. Betul tidak yang saya katakan pak bu?! Teman-teman sekalianlah yang bisa menilai. :)

08 November 2010

Green Festival Jakarta 2010

Awal bulan November, diawali dengan postingan tentang acara yang menggalakkan "Cinta Lingkungan"!

GREEN FESTIVAL JAKARTA 2010
"Solusi untuk Bumi"



Diadakan mulai tanggal 5-7 November kemarin di Parkit Timur Senayan. Berhubung Sekolah Alam Terpadu Bambu Item (SABIT) tempat pacar bekerja ikut serta dalam acara ini, jadi saya pun diajaknya. Tapi khusus hari Minggu aja yg bisa saya datengin, karena memang acara puncaknya pada hari Minggu. Dimana dimeriahkan banyak acara seru, seperti fun bike, bazaar sepeda, BMX free style, coaching clinic, workshop, kidzone, komunitas, atraksi-atraksi dari Sekolah Alam, termasuk SABIT juga ikut pentas operet.

Dari sekian acara yang ada, stand pameran Green Festival yang paling menarik dan mengesankan. Benar-benar membuat kita sadar arti dari lingkungan. Stand pameran terbagi dari banyak stand. 


Stand yang paling depan adalah "Stand Global Warming"


Di stand ini dijelasin bagaimana Global Warming itu bisa terjadi karena proses rumah kaca. Presiden Obama saja, bilang bahwa "Pemanasan global nyata dan efeknya telah menimbulkan fenomena menakutkan yaitu bencana alam akibat perilaku manusia"

Stand kedua adalah "Es"
"We share the earth not only with our fellow human beings, but with all the other creatures"

Stand Es ini, dijelaskan bagaimana Global Warming memberikan dampak efek pencairan es di beberapa bagian bumi. Seperti di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Bahkan di Indonesia pun, Puncak Jaya Wijaya di Papua ikut berpartisipasi dalam pencairan es abadi. *sigh*

Stand ketiga adalah "Energi"
Panitia Green Fest terutama tim kreatifnya bener-bener kretif untuk mensukseskan stand-stand yang ada. Mereka secara detail membuat perlengkapan pameran, agar mudah dimengerti oleh para pengunjung terutama anak-anak.

Pada stand energi ini, dijelaskan bagaimana kita bisa meminimalis penggunakan energi seperti listrik. Di stand ini pula, banyak diberikan tips-tips dalam penghematan listrik, seperti penggunaan lampu. Dianjurkan untuk menggunakan lampu yang berwarna putih dibandingkan berwarna kuning, dikarenakan lampu berwarna kuning lebih banyak menyedot daya walaupun harga lampu lebih murah.

Stand keempat adalah "Kendaraan"

Stand Kendaraan ini yang paling kereeeeen!!! Bagus banget!! Terpesona dengan display-display di sini. Stand ini dipaparkan bagaimana baiknya kita menghemat menggunakan kendaraan bermotor terutama mobil pribadi, lebih baik nebeng aja. Ada loh komunitas nebeng!!

Ada beberapa tips juga yang diberikan untuk para pengguna kendaraan bermotor, seperti panaskan mobil sesingkat mungkin agar dapat menghemat BBM. Kendaraan jaman sekarang sudah diadaptasikan untuk mulai bekerja dalam keadaan mesin dingin. Selain itu, dianjurkan juga untuk menggunakan BBM dengan oktan tinggi alias BBM tidak bersubsidi. :)

Stand kelima "Air"
Bekerja sama dengan Aqua, para panitia menjelaskan pentingnya air untuk kelangsungan hidup makhluk hidup. Dibedakan 3 jenis air, seperti air pegunungan, air desa, dan air kota. Yang paling bagus untuk diminum adalah air pegunungan yang mengandung mineral. Sedangkan air desa dan kota tidak baik untuk diminum, karena selain tidak mengandung mineral kemungkinan telah tercemari limbah.

Stand terakhir adalah "Sampah"
Bisa bayangkan?! Kalau setiap harinya Jakarta menyumbang sampah seluas setengah luas candi Borobudur. Sehari loh! Belum seminggu, sebulan bahkan setahun. Maka dari itu Non Organik dan Organik sangat dianjurkan dalam pemilahan sampah. Mulai dari hal yang sangat sederhana saja, seperti pembuangan sampah di rumah kita masing-masing. Pisahkan saja antara sampah berupa botol (alat mandi, minuman, pembersih rumah, dll) dengan sampah berupa sisa dapur.

Di rumah saya, penerapan seperti itu sudah lama saya dan keluarga terapkan. Tidak sulit kok!! Setiap seminggu sekali, ada bapak pemulung yang datang ke rumah untuk mengambil sampah Non Organik hasil dari rumah saya. Mudah kan?!


Di luar stand Green Fest, ada "pohon" Selamatkan Aku. Kita bebas mau nulis apa saja, kemudian sematkan di ranting-ranting "pohon" Selamatkan Aku.


"Tidak Ada Pohon = Tidak Ada Kehidupan!"
Selamatkan Bumi Kita Teman-Teman..


With Love,