19 April 2011

Pengalaman Pertama Begitu...

Salah satu syarat untuk menjadi psikolog adalah harus terjun kelapangan membantu menyelesaikan permasalahan seseorang. Berhubung saya ambil jurusan psikologi pendidikan jadi yaa tentu lapangan saya adalah sekolah.. :)


Istilahnya kerja praktek atau magang, dan pilihan pertama tempat kerja praktek saya adalah SDN Klender 06 Pagi..


Kerja praktek ini akan berlangsung selama 12 hari atau 2 minggu. Jadi secara tidak langsung saya harus setiap hari datang ke sekolah, hanya hari minggu saya libur. Masuk sekolah jam 06.30 pagi dan pulang mengikuti jam bubar belajar murid yang nantinya akan saya tangani..

Setelah disambut oleh kepala sekolah SDN Klender 06 Pagi di hari pertama tanggal 4 April 2011, maka selanjutnya saya harus memilih satu dari sekian banyak daftar murid bermasalah. Tertarik dengan satu nama dengan permasalahan kesulitan dalam pemahaman dan kesulitan dalam berhitung. Dalam hati berdoa, semoga saya berjodoh dengan Mawar (anggap saja namanya memang Mawar).. :)
Engga terlalu susah untuk pendekatan dengan Mawar. Memang benar kata wali kelas & orang tuanya kalau Mawar mudah dekat dengan orang baru..


Setiap hari saya bertemu dengan Mawar, memberikan banyak latihan matematika mulai pertambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Walau Mawar memiliki kekurangan dalam hal akademis, tapi semua itu saya anggap tantangan bukan sebagai hambatan. Agar Mawar mengerti sedikiiiit saja, saya membuat beberapa istilah, seperti perkalian menggunakan sistem tangga dan pembagian menggunakan sistem lidi dan Mawar paham soal itu. Senangnyaaa!! Goo Mawar!!

Jujur saya banyak mengalami kesulitan dalam menangani Mawar dan ini memang benar-benar di luar pengalaman saya di kampus. Susahnya membuat anak untuk diam dan fokus sepertinya tidak akan saya dapatkan kalau saya hanya praktek di dalam kampus ketika saya S1 dulu..

Sebelum kerja praktek dimulai dan saat mendengar bahwa lama kerja praktek itu 12 hari, rasanya lamaaaaa sekali. Ternyata, setelah dijalani tak terasa sama sekali dan Akhirnya, hari terakhir tanggal 16 April 2011 masa kerja praktek saya di SDN Klender 06 Pagi berakhir. Bingkisan kecil sebagai kenang-kenangan untuk Mawar perlambang perpisahan.

Harapan saya, semoga waktu yang tidak panjang ini memiliki arti yang panjang untuk Mawar dan keluarganya serta untuk diri saya sendiri. Tanpa adanya Mawar maka langkah saya menjadi psikolog tidak akan maju selangkah.

Terima kasih banyak Mawar, terus belajar yaa dan semangat!!! :)

21 March 2011

Not "Me"

Makin hari makin terasa kalau diri ini seperti bukan diri biasanya.
Bukan tanpa alasan saya bilang seperti ini.
Saya tahu betul sebab akibat rentetan kejadian.
Tapi hanya Dia dan saya yang tahu.
Jelas ini sangat mengganggu saya dan tentu orang disekitar saya terutama dia.
Saya seperti naik dan turun, kembali naik dan kembali turun.
Sudah naik sampai atas hanya dengan satu wacana saya bisa sampai di dasar.
Jet coster? Betul!
Annoying!
Saya bahkan bertanya dalam hati kenapa ini semua terjadi?
Saya tahu bahwa semua ini hampir mencapai batasnya.
Saya sadar semakin saya tidak menjadi diri biasanya, maka semakin runyam.
Dan semakin membuat saya "gila".
Saya sempat membangun benteng yang sangat tinggi dan kokoh.
Saya akui bahwa benteng itu benar ada manfaatnya buat saya saat itu.
Tapi setiap hal pasti memiliki dua sisi yang berbeda.
Sisi berbeda itu yang sedikit demi sedikit membuat saya semakin tidak menjadi diri sendiri.
Dan akhirnya pun, benteng itu goyah dan runtuh!
Saya melihat dan mendengar semuanya yang tadinya tertutup oleh si benteng kokoh.
Suka tak suka.
Siap tak siap.
Kuat tak kuat.
Maka saya tahu tapi tak semua saya tahu.
Dan sebaiknya saya tak tahu.
Tapi jika akhirnya saya tahu, seperti yang sudah-sudah maka benteng itu saya panggil lagi.
Sekarang.
Saya mendengar dan menerima semua perkataan dari luar mengenai diri saya.
Kalimat pertama yang saya sadari adalah "Apa iya?!"
Baik!
Tanpa perkataan dari luar itu, maka saya tidak akan pernah sadar bahwa saya telah jauh terbang tidak menjadi diri biasanya.
Saya juga tahu jelas, apa ditakutkannya dan dibanggakannya dari diri saya.
Tamparan?! Ya! Tapi itu baik!
Saat ini yang saya butuhkan adalah waktu dan keterbiasaan.
Jika saya sudah terbiasa maka saya akan mencoba kembali menjadi diri biasanya.
Untuk menjadi biasa, saya butuh waktu.
Semoga..

05 March 2011

berandai-andai..

Jika saya mempunyai uang yang sangat berlebih, maka..

Saya ingin sekali membuat sebuah sekolah bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah. Sekolah sederhana, tidak perlu mewah tapi cukup memadai untuk aktifitas belajar mengajar. Murid-murid tidak perlu memakai seragam yang tiap harinya berbeda, yang penting mereka datang dengan niat untuk menjadi pintar. Bangsa yang maju adalah bangsa yang pintar. Bukan "pintar"!

Jika nantinya saya benar disumpah menjadi psikolog, maka..

Saya ingin sekali membuat sebuah biro konsultasi psikologi bersama rekan-rekan perjuangan saya selama kuliah dari s1 hingga sekarang. Ini adalah cita-cita kami. Dengan niat membuat biro konsultasi psikologi yang lagi-lagi bagi mereka yang tidak bisa menyisihkan uangnya untuk membayar biaya konsultasi.

Jika saya menjadi seseorang yang dikenal banyak orang, maka..

Saya ingin sekali bersikap seperti Amelia Masniari. Entah kenapa saya suka sekali dengan Mba Ami. Dikenal banyak orang tapi juga ingin mengenal balik orang-orang yang mengenalnya secara personal. Tidak pernah tidak dibalas message saya untuknya, baik via email, facebook ataupun twitter. Masih banyak lainnya yang saya sukai dari sosok Amelia Masniari. Terutama, bagaimana dia bersyukur dengan kehidupannya. Begitu besar hatinya.

Jika saya seorang musisi, maka..

Saya ingin sekali bergabung dalam sebuah orkestra. Bermain apapun tidak jadi masalah, yang penting saya duduk bersama-sama mereka, menikmati suasana genggap gepita dan tetap fokus dengan partitur dan konduktor. Setiap kali melihat permainan orkestra tentu saja di tv, hasrat saya selalu menggebu. Merinding. Sungguh-sungguh impian saya.

Jika saya bisa memilih tempat untuk tinggal, maka..
Saya ingin sekali tinggal di sebuah negara senyaman Jepang. Buat yang sudah pernah datang ke Jepang pasti tahu alasannya. Kebersihan negara bukan segalanya, tapi sopan santun dan keramahannya yang membuat saya jatuh cinta. Jadi, sebenarnya salah atau tidak kalau saya lebih setuju orang Jepang lebih tahu sopan santun dan lebih ramah dibanding orang Indonesia?

Jika saya memiliki kepintaran yang berlebih, maka..
Saya ingin sekali memperbaiki sarana transportasi di Indonesia. Saya rasa jika sistem transportasi diperbaik dan ditata lebih baik lagi, sedikit demi sedikit permasalahan-permasalahan lain akan terselesaikan. Tapi memang negara tercinta kita ini memang seharusnya mental yang digebleng! Sebaik apapun sistem transportasi & pemerintahnya kalau memang para warganya memiliki mental "tempe" sama saja bohong.

Jika saya memiliki waktu luang yang banyak dan semangat yang tinggi, maka..
Saya ingin sekali mengulang kembali pelajaran-pelajaran yang sempat saya tinggalkan. Bahasa Prancis dan musik ingin sekali saya mempelajarinya kembali. Tapi dengan siapa? Kapan? Mempunyai buku saja jelas tidak cukup.


Dari setiap tulisan saya ini, memiliki arti tersendiri dan memiliki tokoh di dalamnya. Terima kasih untuk pelajaran kehidupannya. Sungguh berarti bagi saya. Semoga..

02 March 2011

semangat!

Benar-benar menikmati kesibukan yang saya jalani akhir-akhir ini.
Dimulai dari..
Kuliah dari pagi sampai sore.
Tugas yang serentak dikumpulin awal Maret.
Pengambilan data psikotest yang berlebih dibanding kelas Klinis dan PIO.
Mengajar di hari Sabtu.
Sampai..
Rapat bersama teman-teman EO yang mau tidak mau sering jatuh pada hari Minggu.
Semua kesibukan itu, harus saya ganti dengan..
Jadwal saya untuk keliling ke mall, mulai satu-satu menghilang.
Hobby belanja sepatu yang tiap bulannya selalu saya sisihin, sekarang mulai berkurang.
Film-film keren di bioskop tergantikan dengan DVD.
Kenapa begitu?
Karena waktu dan uang saya habiskan untuk urusan kuliah.
Saya tidak kecewa.
Sungguh menikmati benar apa yang sedang saya jalani.
Akhir-akhir ini pun..
Saya merasa saya semakin ingin mengurangi melontarkan kata "capek".
Bukan karena saya ingin seperti robot, melainkan karena..
Saya ingin memanfaatkan waktu yang diberikan dengan sebaiknya.
Karena..
Memang waktu tidak dapat kembali.
Semangat! :)

15 February 2011

aku, dia dan kue juventus

Selamat Ulang Tahun, Freza!!!
Memang dari awal udah direncanain jauh-jauh kalau mau kasih kue ultah ke pacar, tapi belum kepikiran kue kayak apa bentuknya. Sampai keinget kalau Rininta pernah kasih kue ke bang adi (pacarnya) bentuknya gadget android. Lucuuuu banget!! :) Jadi kepikiran kasih kue bola aja kali yaa..
Cari info di internet eh ketemu Mechanicake, tempat pembuatan kue atau cupcakes dengan desain yang unik, bisa desain sendiri lagi. Lihat-lihat hasil karya si pembuat kue, ternyata hasilnya keren-keren loh! Dalam hati berpikir, "Gileee! Gimana bikinnya sih?! Koq bisa?!". Yah maklum! Jangankan bikin kue, mentok-mentok disuruh bikin puding lah gw masih bisa.. hehehe..
Dan karena gw lihat ada kue berbentuk seragam salah satu departemen, gw jadi terinspirasi buat bikin seragam Juventus. Si pacar kan demen banget tuh ma Juventus, sangking sukanya, kalau Juve kalah, doi sakit, tapi kalau Juve menang, wuih!! seharian sumringah bener!! hahaha *piss
Langsung deh tanpa pikir panjang, gw pesen kue seragam Juventus dengan nomor punggung 11 si akang Nedved. Tentuin tanggal pengambilan OK, harga OK, tinggal tunggu tanggal 14 deh buat ngambil kue seragam Juventus. Berhubung rumah si pembuat kue engga jauh dari kawasan mangkal gw, jadi yaa lebih baik diambil aja deh ke rumahnya di daerah Pulo Mas..
Setelah kerdus kue seragam Juventus ditangan, dan lagi-lagi gw bicara dalam hati "Gokiiiil nih si pembuat kue!! Keren gila kue nya, jadi sayang buat dipotong!!"
Perjuangan gw engga berhenti sampai di pengambilan kue aja. Lilin dan kartu ucapan belum gw beli. Alhasil, abis les musik gw langsung ngacir lagi ke Ace Hardware nyari lilin ultah, tapi ternyata engga jual doi lilin ultah adanya lilin aromaterapi -____-" malah nemu bingkai foto, yaa udah sekalian toh si pacar juga lagi nyari-nyari bingkai foto. Udah itu aja ah kadonya. hahahahaha :p
Cari di Superindo, baru deh di sini nemu lilin ultah. Capeeeek deh jauh-jauh ke Ace Hardware malah nemunya di Superindo.. Yang penting ketemu!! Langsung pulang untuk istirohat karena besok lah hari yang ditunggu-tunggu. hihihi
-Hari H-
Baru kali ini gw nyelametin ultah dengan suasana yang ngantuk banget! Engga ada heboh-hebohnya gitu. Malah suara gw seperti orang teler. Itu aja buat nyelametin ultah si pacar, gw kudu pasang alarm jam 00.00 tapi tetep sangking ngantuknya baru jam 00.30 gw nyelametin. hehehe. *maaf
Pasang alarm lagi buat bangun jam 05.30. Kali ini bener-bener jam 05.30 gw bangun dan langsung mandi. Engga ada basa-basi lagi buat hal lain. Rapih-rapih semuanya, persiapan ok, tinggal minta ijin deh ma bapak ibu. Agak dredeg juga pas mau pamit ma bapak. Diijinin sih iya tapi tetep kalimat pamungkas engga kelewat "Jangan pulang malam!" capeeeek deh! -_____-"
Jam 6 teng, cabuuuut nyetir sendiri menuju Ciputat dengan bawa'an segambreng. Berasa bener dah engga sampe-sampe kalau nyetir sendiri plus jalanan tol yang lempeng-lempeng aja. Sebelumnya juga udah kongkalingkong ma kak Fandan (kakaknya si Pacar) buat bukain pager pagi-pagi. hihihi
Jam 07.11 sampai rumah pacar dan udah disambut si kak Fandan. Mulai deh heboh persiapan-persiapan, mengumpul semua anggota keluarga dan Voilaaaaa!!! Kue siap diangkat dan api dinyalakan!!! :D *senang

Selesai persiapan, mari menyanyi lagu "Happy Birthday"

Make a wish!!

si pacar yang masih merem tapi senyum kesenengan..

aku, si pacar, kue Juventus dan kado dari kak Fandan

Huaaah!! Akhirnya selesai sudah rencana yg sudah gw rencananya selama ini. Tiga kali si pacar ulang tahun tapi baru bisa ulang tahun yang sekarang yang pakai kue dan surprise. Semoga berkesan yaa buat si pacar. Dia yang ulang tahun tapi gw yang seneng. hihihihihi... Selamat ulang tahun, Freza :*
Salam, peluk dan cium :*

04 February 2011

Davos, permen legenda!

Siapa yang tidak kenal dengan permen DAVOS?!

Pantas yaa kalau permen yang satu ini dianggap legenda dibidangnya. Permen yang dilahirkan oleh Siem Kie Djan pada tahun 1931 (apakah teman-teman sudah lahir pada tahun itu?!). Siem Kie Djan adalah peranakan Tionghoa dengan Purbalingga, makanya Davos lahir di Purbalingga. Sampai ada yang bilang "Bukan orang Purbalingga, jika tidak mengenal Davos!".
Asal mula Siem Kie Djan melahirkan Davos yaitu ketika Siem Kie Djan membeli sebuah mesin pencetak permen dari negara Belanda plus mendapatkan resep membuat permen. Nama Davos yang dipilih Siem Kie Djan berasal dari nama kota di Swiss. Kota dengan suhu yang dingin yang dijadikan sebagai ciri khas dari pepermint.



Produksi permen yang hingga kini tetap mempertahankan bentuk keasliannya, berbentuk tablet besar, berwarna putih, terbungkus kertas berwarna ungu tua/biru tua dan 10 tablet per bungkus mencapai puncaknya pada tahun 1933-1937 dan pemasarannya tidak hanya berpusat di Purbalingga tapi juga hingga Cilacap. Pada jamannya, jarak antara Purbalingga - Cilacap berjarak 90km dan pendistribusian hanya dapat menggunakan pedati.
Hingga pada tahun 1942 dimana Jepang sedang menduduki Indonesia, produksi permen Davos memiliki penurunan dikarenakan pemasarannya terhambat peraturan yang dikeluarkan pemerintah Jepang. Seiring kemerdekaan Indonesia, produksi permen Davos kembali bersinar.
Sekarang ini, permen Davos tetap diproduksi di bawah naungan PT. Slamet Langgeng di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Namun, bukan lagi Siem Kie Djan yang memimpin, sang cucu Budi Handoyo Hardi serta istri dan kedua anaknya yang kini memimpin produksi permen Davos. Sang ibunda Budi (anak tertua Siem Kie Djan) berpesan bahwa meskipun kepemimpinan perusahaan berganti, permen Davos tak akan berubah. Hanya kemasan yang boleh berubah, tetapi bungkus biru tidak boleh diganti, harus tetap diproduksi.
Menurut Budi, Davos tetap diproduksi untuk pasaran kelas menengah hingga kelas bawah. Sehingga, tempat pemasarannya pun mengikuti kelasnya yakni sekitar pasar-pasar tradisional. Harganya pun dapat dikatakan murah sekitar Rp 700 per bungkus.
Menurut pengalaman pribadi saya, permen Davos masih bisa saya jumpai di kampung halaman saya di Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah dan saya pun membelinya Rp 1000 per bungkus yang berarti Rp 10000 untuk 10 bungkus. Harga segitu saja masih saya anggap murah loh ternyata harga dari pabriknya Rp 700 per bungkus. Yah!! Engga apa-apa toh si Nci Jey (si penjual) cuman dapet untung Rp 300. Bukan masalah besar.
Lain cerita, ketika saya tidak sengaja datang ke salah satu mall di Bogor dan ternyata ada sebuah kios "Jajanan Lama" yang menjual permen Davos. Niat mau beli karena stock di rumah udah abis. Tapi tiba-tiba saya mengurungkan niat karena harga yang tertera Rp 10000 untuk 3 bungkus. Edaaaaan!! Ngambil untung berapa ini toko?!
Wajar kalau barang jadul diberikan harga mahal, tapi permen Davos bukan barang langka loh. Jadi menurut saya harga segitu jelas bukan pilihan saya untuk membelinya. Kalau anda? itu terserah yaa.. :)
Jika ada yang ingin pesan permen Davos, dengan senang hati saya akan membantu membelikannya. Tapi kalau saya pulang kampung yaa. hihihi. Semoga Nci Jey engga naikin harganya yaa tetap Rp 10000 per 10 bungkus bukan Rp 10000 per 3 bungkus.. :D
salam, peluk, cium! :*
thanks to Kompas, Sabtu 8 Januari 2011 :)