27 December 2012

1# Madrid, Spain.

Di Madrid ini saya paling lama menginap, hingga 5 malam karena memang di Madrid tempat meeting si Bapak. Selama Bapak sibuk dengan meetingnya, saya juga sibuk dengan acara jalan2 dan shoping :) Tapi jujur yaa di Spanyol dan khususnya Madrid saya ga tau mana aja tempat yang wajib dikunjungi selain markas besar Real Madrid. Jauh2 hari sebelum keberangkatan saya ke Eropa, teman saya mengingatkan saya untuk wajib datang ke Stadion Bernabeu. Mohon maklum saja, saya minim info soal Spanyol. Kalau Prancis mah hampir semua orang tahu tempat mana saja yang wajib dikunjungi.

So?!

Saya awali ceritanya dengan kesan saat baru pertama kali keluar dr Barajas (basa: Barahas) Airport. Berhubung Bapak belum pernah ke Madrid jadi naik taxi untuk menuju hotel Occidental Miguel Angel, sekitar 20 menit lama perjalanan. Taxi di sini tetep pakai argo walaupun si sopir tidak pakai seragam. Malah sopir taxi yang saya naiki cuma pakai kaos oblong dan celana olahraga. Tidak semua sopir taxi bisa berbahasa inggris. Sepanjang perjalanan yang dilewati sepertinya jalan tol dan pemadangan kanan kiri banyak coretan2 macem bomber tapi yaa versi Madrid, menurut saya lebih keren gambarnya dan sepertinya didiamkan oleh pemerintah. Satu lagi kesan yg saya dapat, Madrid itu bersiiiiiih dibandingkan Paris. Ternyata pendapat saya ini diakui juga oleh banyak orang.


Mulai masuk musim semi, bunga-bunga mulai ditanam..
Berhubung Bapak rapatnya baru dimulai esok hari, jadi hari ini dipuas2in untuk jalan keliling kota Madrid. Seperti biasa naik bis turis "Madrid City Tour". Untuk harga dibagi tiga antara karcis dewasa, karcis anak, lansia dan karcis keluarga. Bisa beli tiket untuk satu hari atau langsung dua hari, harganya jelas lebih mahal kalau beli untuk satu hari. Harga tiket dewasa untuk 2 hari seharga 24euro sedangkan untuk 1 hari seharga 20euro. Pilihan ada pada anda! Oh yaa, kita juga dibekali dengan peta dan earphone, yang akan nanti saya ceritakan lebih lanjut.
Madrid City Tour
Bis "Madrid City Tour" ini banyak manfaatnya terutama bagi kita yang belum pernah datang ke Madrid. Setidaknya kita jadi bisa lihat seluruh kota madrid. Enaknya lagi bis "Madrid City Tour" memiliki banyak halte yang berhenti di tempat2 wisata. Ow ya, buat yg belum sempat ngerasain bis tingkat di Indonesia, nah cocok nih nyoba bis "Madrid City Tour". hehe. Menurut saya lagi, guide (kondektur) bis yang paling ramah ada di Madrid. Untuk rutenya terdiri dari dua rute, biru untuk rute pertama dan hijau untuk rute kedua. Sy pilih rute kedua karenaaaa lebih dekat dengan hotel :)

Baik, saya mulai ceritanya. Saya naik bis "Madrid City Tour" dari halte no.5 (Museo De Ciencias Naturales). Saya dan Bapak pasrah saja mau dibawa kemana, yang penting keliling kota Madrid. Selama di dalam bis "Madrid City Tour", saya harus buka mata lebar2 dan pasang kuping baik2 karena tugas saya membuat ceklist tempat2 mana saja yang wajib saya datangin sendiri atau bersama Bapak. Earphone yang diberikan berguna sebagai guide selama berada di dalam bis "Madrid City Tour". Tinggal dicolokin ke dekat kursi, pilih bahasa yang kita pahami (ada 16 bahasa dan jangan harap ada bahasa Indonesia) dan dengarkan baik2 si suara rekaman berbicara.

Di hari pertama saya di Madrid, cuaca lagi dingin2nya karena mendung, karena niat pengen foto2 selama berkeliling maka saya dan Bapak nekat saja duduk di lantai dua bis "Madrid City Tour" alias lantai outdoor. Yihaaaaaaaaaahhh, dingiiiiiiin cyiiiiin!! Masih awal masih kuat, belom kerasa beku tangannya. Masih sempet heboh ngeliat Stadion Santiago Bernabeu, foto sana sini. Ceklist pertama sy, catat! Estadio Santiago Bernabeu. Cerita selengkapnya tentang si Bernabeu menyusul yaa. Fotonya saja dulu.. :)

Estadio Santiago Bernabeu..
Mari dilanjutkan turnya, mari juga pindah ke lantai bawah, sudah engga kuat nahan dingin!! Lihat kiri kanan,   sudah engga ada lagi bangunan2 yang saya kenal, tapi tetap foto sana sini yang penting keren, masalah mau tahu nama bangunan itu urusan belakangan yang penting foto dulu. Nama mah bisa dicari tapi foto asli siapa yang mau nyariin?!

Di Madrid banyak monumen, patung dan bunderan, yaa kalau di Jakarta kayak patung selamat datang HI sama patung kereta kuda dekat BI. Rute kedua yang saya naikin ini melewati beberapanya seperti Puerta de Alcalá, Puerta del Sol, Plaza de las Cortes, Plaza de Neptuno, Plaza de Cibeles, Plaza de Colón, dll. Plaza di sini bukan memiliki arti sama seperti yang di Indonesia yaa. Kalau kata Bapak, Plaza itu artinya Alun-alun tapi juga jangan diartikan seperti alum-alun di Indonesia yang seperti lapangan bola. Berikut beberapa foto yang saya ambil sekenanya sesuai kemampuan fotografi saya..

Puerta de Alcalá


Puerta de Alcalá

Sejarah singkat yang saya ketahui, Puerta de Alcalá yang terletak di Plaza de la Independencia adalah salah satu landmark dari kota Madrid yang terkenal dengan sejarah kota Madrid pada Abad 18. Tertera tulisan "REGE CAROLO III / ANNO / MDCCLXXVIII" ada yang bisa baca?! Yaa, ini ada hubungannya dengan sejarah bangunan ini dibangun. Sesuai dengan namanya dan bentuknya, monumen ini adalah sebuah gerbang (Alcalá Gate) yang dibangun atas perintah Raja Carlos ke III pada tahun 1778. Alcalá Gate dibangun untuk menggantikan gerbang terdahulunya telah hancur, terakhir direnovasi pada tahun 1993.

Puerta del Sol

Puerta del Sol
Nah kalau yang ini cocok dibilang alun-alun (versi saya). Puerta del Sol patut saya jelajahi lebih dalam. Puerta del Sol memiliki arti gerbang matahari. Kalau belum ke sini jangan bilang sudah ke Madrid, apalagi kalau belum lihat lambang kota Madrid si beruang madu di sini. Di Sol ini juga terdapat titik 0 km yaa seperti  di beberapa kota di Indonesia. Kalau malam hari, banyak pemusik dan pematung jalanan di sini. Kereeeeeen banget!! Cerita selanjutnya tentang Puerta del Sol nanti saja yaa.. :)

Plaza de Neptuno


Plaza de Neptuno

Plaza de Cibeles


Plaza de Cibeles 
Plaza de Colón

Plaza de Colón
Me with background of Plaza de Colón
Dahulu namanya adalah Plaza de Santiago hingga pada tahun 1893 diganti menjadi Plaza de Colón, yang dibangun untuk didedikasikan kepada Christopher Colombus (Christóbal Colón). Yaa nama Colón memiliki arti yang sama dengan Colombus. 

Di Plaza de Colón ini, sy dan Bapak turun dari bis "Madrid City Tour" karena melihat restoran pizza di sudut jalan dekat dengan halte bis "Madrid City Tour", namanya "Pizza Jardin". Pizza Jardin dalam bahasa Spanyol dan Prancis memiliki arti yang sama yaitu Kebun Pizza, tapi cara membacanya berbeda (Spanyol = Pitsa Khardin, Prancis = Pitsa Zardang). Balik lagi ke acara makan, Bapak penggemar makanan Italia, dan sy pun jadi ikut2an suka. Kemanapun kami pergi, yang dicari yaa pizza atau pasta. Terutama pasta Carbonara kesukaan sy. Makanya lihat ada restoran pizza rasanya hidup terselamatkan.. :)


Pizza Margarita dan Spagheti Carbonara, Yummy! ¡Buen provecho

Sudah kenyang, kaki juga udah belah2 (kalau kata dewi) baiknya kita pulang ke hotel. Naik bis "Madrid City Tour". Maka dari itu, berakhir sudah perjalanan saya hari ini. Sampai berjumpa di cerita Madrid, selanjutnya!

Revior a todos!

With Love,

11 October 2012

#3 Paris, France

Hari ketiga di Paris..

Sudah tahu tujuan pertama hari ini adalah Musee du Louvre. Sesuai saran si penjaga pintu museum bahwa sebaiknya datang lebih pagi sekitar jam 6/7 pagi, walhasil jam 6.45 sy sudah turun dan menuju dining room untuk sarapan dan ketemu roti (lagi dan lagi). Disyukuri saja..

Kali ini untuk menuju ke Musee du Louvre sy tidak menggunakan Les Cars Rouges karena masa aktif sudah habis (hanya 2 hari). Naik apa donk?! Yaa naik metro. Kata si bapak receptionist, kita harus jalan kaki menuju stasiun metro Boissiere yang terdekat dari hotel, kemudian naik metro line 6 dengan jurusan akhir Charles de Gaulle Etoile dan turun di situ. Selanjutnya berganti metro ke line 1 dengan jurusan akhir Chateau de Vincennes dan turun di Palais Royal Musee du Louvre.

Metropolitain "Boissiere"


Sepertinya saat dijelasin tadi mudah deh, tapi kok prakteknya susah yaa. Buat nemu stasiun Boissiere aja pake nyasar dulu. Apalagi pas mau beli tiket metro. Mana petugas stasiun lagi ga ada di tempat. Sy dan bapak cuman bisa utak-atik itu mesin tiket metro. Kagak ada tulisan inggris sama sekali cuy! Sy sendiri cuman ngerti beberapa. Kalau sy ga salah inget harga tiket metro itu 1.7euro untuk sekali jalan. Lebih murah kalau belinya 10 tiket metro cuman 12,7euro. Untungnya yaa ada mas bule yang baik hati mau mengajari sy cara membeli tiket. Hooo, ternyata itu roll yang bisa muter buat jadi mousenya toh?! "udik"

"Mesin penjual tiket Metro"
"Rainbow in metro"

"Metro Palais-Royal Musee du Louvre"
Sampai juga di stasiun Metro "Palais-Royal Musee du Louvre", sempet bingung sebentar karena gedung2 di sekitar stasiun Metro berbeda dari yg kemarin. Ikutin plang penunjuk arah dan voilaaaa.. Berjumpa kembali dengan Musee du Louvre!! Ternyata yg hari ini sy masuk melalui "Passage Richelieu", kalau kemarin lewat Cour Carree. Dan suasana Musee du Louvre di pagi hari itu endaaaaaaaang banget sodara2!! Berasa milik pribadi..
Awesome!

Datang jam 08.07 pagi ternyata udah ada yang ngantri walaupun belum banyak dan cuaca paris pagi itu lagi berangin yang pastinya dingin. Kasian Bapak sampai biduren (pada tahu biduren?!) sangking kedinginannya. Jam 9 tepat pintu masuk Musee du Louvre di buka dan itu antriannya udah mengular kemana-mana. Pintu masuk Musee du Louvre itu berada di piramida kaca. Untuk membeli tiket dengan harga 11 euro kita harus turun ke lantai basement, kembali mengantri.

Bagi teman2 yang buta akan bahasa Prancis silakan menyewa audio guide dari Nintendo 3DS yang dipersembahkan oleh Korean Air dengan tarif 10 euro. Bahasa audio guide banyak pilihannya, tapi jangan berharap ada bahasa Indonesia ya.  Sebagai jaminannya id card atau passport kalian harus ditinggal di bagian penyewaan audio guide. Kalau saya mah engga perlu disuruh, langsung sewa audio guide. Audio guide ini bisa berfungsi sebagai pencerita sejarah dari barang koleksi di dalam Musee du Louvre tapi sepertinya hanya barang yang memiliki arti khusus yang diceritakan, jadi engga semuanya diceritakan.

see? ular tangga panjangnya bukan kepalang..
Hmm, saran aja yaa buat yg mau ke Mussee du Louvre. Datang pagi dan kosongkan satu hari khusus untuk si Louvre. Jangan pake high heels! Ini museum engga akan habis dalam satu hari cuy! Bisa aja sih,kalau kalian emang niatnya dateng cuman mau liat si Monalisa. Bawa air mineral perlu juga. Sepertinya saya engga menemukan adanya keran minum otomatis di sini.
Di dalam Musee du Louvre banyak sekali barang2 bersejarah dari berbagai zaman. Mulai dari sejarah Mesir, Spanyol, Itali, Prancis, Afrika, bahkan Asia.  Yang paling membuat saya terkagum2 adalah desain interiornya di bagian ruangan "Galerie D'Appolon". Indaaaaaaaah banget! Semua bagian ruangan ini seperti ingin diabadikan. Coba tanya sama yang udah ke sini pasti ga ada yang bilang kalau Galerie D'appolon biasa aja.

"Galerie D'Appolon"

et Voilaaaa! La Conjode (Monna Lisa) dan Dewi Aphrodite..



Tahu ga kalian bahwa salah satu barang seni dari Indonesia menjadi koleksi Musee du Louvre juga. Sayang lokasi penempatannya agak di sudut dan kecil, yang sy lihat jarang turis yang dateng ke bagian "Arts of Africa, Asia and Oceania". Ada 3 patung perwakilan dari Indonesia, ada patung yang berasal dari Nias dan Batak. Pertanyaannya adalah: "Dapet dari mana yaa ini koleksinya?"
Petualangan sy di Musee du Louvre akhirnya berakhir di jam 13.23. Kira2 sy ada di sini sekitar 5,5 jam, itu pun tidak semua koleksi sy pantengin dan sy pahami satu persatu. Udah ga kuat cyiiin kakinya!! Pegel bangeeeeet..
Hari ini adalah hari terakhir sy di Paris dan besok pagi sy harus cek out dari hotel karena ditunggu penerbangan ke Madrid!!! Yiaaah, bienvenido en Madrid! Next destination, Estadio Santiago Bernabeu!
  

With Love,

05 June 2012

#2 Paris, France..

Hari kedua di Paris.

Sy masih punya tiket Les Cars Rouges karena sy sengaja beli tiket untuk 2 hari (lebih murah). Mari melanjutkan tour bersama citytour bus. Tujuan hari ini adalah Museum Louvre (Musee du Louvre)  yang menjadi icon Prancis selain menara Eiffel. Rasanya kalau sudah ke Paris belum (minimal) foto2 di piramida Musee du Louvre belum afdol.

Naik Les Cars Rouges dari halte nomer 7 ( Champs-Elysees) menuju halte nomer 3 (Musee du Louvre). Total halte Les Cars Rouges ada 9 dan rute Les Cars Rouges tidak dua arah sehingga membuat sy kembali mengelilingi kota Paris. Siapkan kamera! Potret sana, potret sini!

Sy kembali melewati Grand Palais (halte nomer 8). Namun sayang sy cuman bisa ambil gambar Petit Palais, maklum sy motretnya saat sy lagi di dalam Les Cars Rouges. Grand Palais berarti Istana Besar sedangkan Petit Palais sebaliknya, Istana Kecil. Sekarang ini, Grand/Petit Palais biasa digunakan pameran.

Petit Palais, neighbour the Grans Palais.

Selanjutnya adalah halte nomer 9 yaitu Trocadero dan halte nomer 1 Tour Eiffel. Untuk cerita di trocadero dan menara Eiffel, teman2 bisa baca di postingan sy sebelumnya "#1Paris, France..". Halte nomer 2 adalah Champ de Mars, tempat ini engga terlalu jauh dari eiffel. Di sekitar Champ de Mars banyak juga gedung2 keren yang patut jadi background foto kita. :D

Musee du Louvre
Sampailah sy di halte nomer 3, Musee du Louvre. Yeeeeee, semangaaat!! Antusias banget saya ke tempat yg satu ini. Dulu, setiap lihat foto orang lain di piramida Louvre rasanya mupeeeeeeng banget. Sekaraang, sy sendiri yg menjadi objek! Alhamdulillah.. *terharu*

Sebenarnya sy tidak tahu benar gedung Musee du Louvre ini gedung apa. Yang sy tahu gedung ini memang museum, yg sy tahu juga di dalam museum ini ada lukisan tersohor di dunia "Monalisa" (La Joconde) milik Leonardo Da Vinci. Oh ya tempat ini juga menjadi lokasi shooting film "Da Vinci Code". Sebatas itu saja yg sy tahu tentang Musee du Louvre. Bahkan, bangunan piramida di tengah2 musee du Louvre sy tidak tahu fungsinya sebagai apa. :p

Pintu masuk Musee du Louvre
Perlu teman2 ketahui, bahwa untuk masuk ke Musee du Louvre banyak pintu masuknya (seperti Monas di Jakarta). Sy sendiri tidak tahu (banyak ga tahunya!) masuk melalui pintu sebelah mana. Pokoknya pintu yang dekat dengan Sungai Seine dan menuju bagian Cour Carree..

Cour Cerree, pintu dibelakang sy adalah pintu menuju Piramida Louvre

Setelah masuk ke dalam Cour Carree. Sy kembali dimanjakan oleh arsitektur bangunan yang WOW!! banget. Aduuuh, yg begini nih yg engga mungkin didapat di Indonesia. Cantiiiiik sekali!! Rasanya setiap sudut pengen difoto. Sayang, sy tidak memiliki keahlian motret yg terampil. Di bagian Cour Cerre ini, sedang ada renovasi. Hmm, antara renovasi atau sedang ada pembersihan.

Dari gerbang masuk menuju Cour Caree, sy belok kiri mengarah gerbang yg membawa sy ke lapangan yg sangat luas dan ditengah terdapat sang piramida Louvre. Voilaaaaa!! :'))

Ini diaaaa!! Musee du Louvre dikala mendung..

Rasanya gimana gitu ya Allah bisa lihat bangunan super duper famous Musee du Louvre. Tiada tara! Semoga teman2 sekalian juga memiliki kesempatan merasakan euforia berada di tengah2 Musee du Louvre (walaupun belum masuk ke dalam). Pengen segera masuk ke dalam Musee du Louvre, tapi mana pintu masuknya sih?! Kok yg keliatan cuman antrian panjaaaaaaaaaaaang banget!! Ini antrian apa sih?! Ternyata oh ternyata, setelah sy urutin antrian ini bermuara di pintu masuk Musee du Louvre yg terletak tepat di piramida Louvre yg berukuran besar. Akhirnya tahu juga kan fungsi dari bangunan piramida Louvre apa, sebagai pintu masuk museum.

Mikir juga, ini orang2 pada dateng jam berapa sih? Jam 12 siang aja udah ngantri begini panjang. Sy tanya petugas, doi menyarankan datang pukul 6 atau 7 pagi. Whaaaat?! -.-'' Baiklah! Sy sudah meniatkan untuk datang lagi besok pagi, bagaimanapun juga sudah sampai ke Musee du Louvre belum nengok Monalisa yaa belum acih doooonk!! Selebihnya sy foto2 aja di sekitar Louvre.

Louis XIV 1598 - 1680

Hati2 copet!!

Pont des Arts

Mari kita lanjutkan perjalanan sy di hari kedua ini. Kembali menuju halte Les Cars Rouges. Belum sampai halte, sy sudah mampir lagi ke sebuah jembatan yg ramai orang foto2. Namanya jembatan Pont des Arts. Uniknya jembatan ini adalah penuhnya pagar jembatan dengan gembok yg biasa disebut "Gembok Cinta". Yaa ini sebuah legenda. Konon, jika sepasang kekasih memasang gembok cinta mereka yg sudah ditulis nama mereka di pagar jembatan Pont des Arts dan membuang kuncinya di sungai Seine maka hubungan mereka dipercaya akan langgeng.

Letak jembatan Pont des Arts, tepat di depan gerbang Cour Cerree. Tinggal menyebrang saja. Jembatan ini berada di atas sungai Seine dan diujung jembatan terdapat Institute de Paris. Untuk teman2 yg berpasangan, silakan mencoba mitos ini. Siapa tahu Allah mengabulkan. :) Sedikit mupeng melihat gembok2 ini :'(

Tepat di belakang sy, jembatan Pont des Arts..


Natalia dan Diego, Mei 2012. Cantik yaa..

Shopping di Notre Dame

Cukup, cukup! Balik naik Les Cars Rouges menuju Notre Dame (lagi), karena bapak sy ingin membeli medali emas (lagi). Suasana Notre Dame lebih ramai dibanding kemarin. Hari ini, untuk masuk sy harus mengantri jauh lebih panjang.


Di sebelah kanan gereja Notre Dame, terdapat banyaaaak toko penjual souvenir khas prancis. Tapi jangan gigit jari yaa teman2, kalau melihat barang2nya "Made in China". Yaa banyak yg bilang karena mahalnya ongkos pembuatan (ongkos tenaga kerja) di Eropa sehingga barang souvenir seperti ini semua dibuat di luar Eropa dengan kesepakatan tetap harus dicantumkan negara asal pembuatnya. Ada untung dan ruginya juga, untungnya harga jelas lebih murah, sedangkan rugi hanya secara psikologis ketidakpuasan kita karena bukan membeli barang asli dari negara tersebut. Semua ini balik ke diri kita masing2.. :)

Hampir semua oleh2 untuk kerabat sy beli di sini dan hampir semua toko memberikan harga promo, seperti "1 = 3 euro, 4 = 10 euro". Okeh banget kan kalau buat oleh2. Oh yaa, teman2 juga jangan langsung tergoda membeli yaa. Harus survey dulu ke toko sebelah, sebelahnya lagi dan sebelahnya lagi. Karena memang terkadang lain toko lain harga, walaupun berbeda 0,5 - 1 euro.

Ini dia toko souvenir favorite saya!! Barangnya lucu2..

Kotak Pos Prancis, yg pertama kali sy lihat di buku pelajaran CCF..

Habis shopping oleh2 di Notre Dame, sy dan bapak kembali (kesekian kali) naik Les Cars Rouges. Maklum untuk 2 hari ini sy benar2 mengandalkan Les Cars Rouges untuk berjalan2 seputar Paris. Sekarang kita menuju shopping center, Galeries Lafayette. Untuk menuju Galeries Lafayette dengan menggunakan Les Cars Rouges harus melewati 2 halte yaitu halte nomer 5 Musee D'Orsay.

Selain itu rute dari halte Notre Dame menuju halte Galeries Lafayette banyak melewati tempat2 dan bangunan2 yg pasti engga kalah terkenal dan indahnya. Seperti, Place de la Concorde yg terkenal dengan monumen Obelisque-nya, Place de la Madeleine yg terkenal dengan gerejanya dan terakhir gedung opera yg berseberangan dengan Galeries Lafayette.

Obelisque di Place de la Concorde

L'église de la Madeleine / Gereja Madeleine

Gedung Opera

Galeries Lafayette

Di sini lah lokasi shopping center. Ketemu mall juga di Paris. Galeries Lafayette adalah departement store paling besar di Prancis. Di Indonesia juga sudah ada di Pasific Place. Sy saja belum pernah menginjakkan kaki ke Pasific Place. Kalau ngelewatin di depannya hanya sesekali itupun terpesona dengan lingkungan SCBD seperti di Singapore saja.

Di Galerie Lafayette didirikan pada tahun 1893 dan dijadikan pusat mode Paris. Semua mode ada di sini. Dilihat dari arsitekturnya di bagian dalam, Galeries Lafayette seperti ruang opera. Cantik sekaliiiiiii. Sayang sy tidak sempat foto gedung Galeries Lafayette dari dalam karena luar biasaaaaa penuh. Untuk teman2 yg suka dengan fashion silakan mampir ke sini. Semua brand mode bisa dicari disini. Bahkan brand Jepang Uniqlo kesukaan bapak ada di sini. :)
Galeries Lafayette dari kejauhan..
Cukup yaa jalan2nya, udah mau jam 6 sore tapi kok belum gelap2 sih?! Grrr.. Si bapak udah capek kakinya. Jadi kita memilih jalan2 sambil mengarah pulang ke avenue Champs-Ellyses. Mesti tidur cepet karena besok pagi mau ke Musee du Louvre (lagi).

Au revior tout le monde!

With Love,

29 May 2012

#1 Paris, France..

Baiklah, sy lanjutkan cerbung ini..

Perjalanan dari bandara Charles de Gaulle menuju pusat kota bisa menggunakan beberapat transportasi. Sy memilih menggunakan bis airport (seperti bis damri jika di Indonesia) karena tentu lebih murah bernama Les Cars Air France. Bis airport ini banyak jurusannya, jurusan yg akan sy tumpangi adalah Paris Etoile Charles de Gaulle - Champs-Elysees. Untuk harga tiketnya disesuaikan dengan usia (kid 2-11th, teen 12-25th, adult 25th). Tiket dapat dibeli langsung di dalam bis oleh si bapak sopir, yg pasti beliau akan menanyakan umur kita jika perawakan kalian seperti sy. Beliau tidak percaya umur sy 24 tahun, dia kira 15 tahun. ;) Info lebih lengkap tentang bis airport, teman-teman bisa buka website www.lescarsairfrance.com/en.html

Harga tiket bis dapat dilihat di sini..
Perjalanan dari bandara menuju Paris Etoile Charles de Gaulle sepertinya tidak lama, hmm mungkin karena sy sibuk tengok kiri, tengok kanan, duduk tidak tenang, potret sana-sini.. *udik* *shy* Sesampainya di Paris Etoile Charles de Gaulle, di sini terdapat satu monumen yg pasti kalian semua tahu L'arc de Triomphe dan di sinilah menurut sy bunderan dengan simpang terbanyak yg pernah sy lihat, terdapat 12 simpang.


So, jika kalian menginap di daerah ini harus benar-benar paham dengan nama jalan dan kalau perlu hafalkan patokan-patokan tiap sudut jalan. Jangan lupa peta bawa selalu! Kalau nyasar di sini, bakalan pusing dan ujung-ujungnya nanya orang deh.

Dari tempat pemberhentian bis airport, sy harus jalan dengan menggeret koper sepanjang simpang 12 ini menuju hotel de Sevigne (baca: otel de sevinye) di avenue Kleber. Cukup menyenangkan menggeret koper di sini, ada hiburan L'arc de Triomphe. Masih lengkap dengan koper, sy foto-foto dulu. Engga perlu malu dilihatin orang. Di sini full turis. Mereka sibuk dengan kamera masing-masing, jadi ga ada waktu buat ngeliatin kita yang rempong dengan koper.

Lihat kan?! orang-orang pada sibuk sendiri..
Sampai di hotel sudah bisa langsung cek in, taroh semua koper dan atributnya, istirahat sebentar dan langsung tancap gas! Jalan-jalan.. *semangat45*

Tujuan pertama adalah naik bis Hop On Hop Off (city tour) yang diberi nama Les Cars Rouges (Mobil Merah), ada untungnya kok naik bis ini walaupun harus bayar cukup mahal. Cerita lengkap tentang bis ini akan sy ceritakan khusus nanti yaa.. :) Untuk yg belum tahu jalan-jalan dan lokasi tempat-tempat terkenal di Paris, sy sarankan untuk naik bis city tour ini. Setelah naik kalian bisa memberi tanda mana saja lokasi yg ingin dikunjungi. Yang waktu kecil belum sempat merasakan bis tingkat, boleh banget nyobain bis city tour dan duduk di lantai atas. Tapi kalian harus kuat dingiiin yaa. Sy sampai mati rasa karena bela-belain mau dapet pemandangan yg ok buat dipotret. Bis ini akan berhenti dibeberapa area pusat turis. Salah satunya Trocadero. Info lengkap silakan teman-teman  lihat di webstite www.carsrouges.com

Ini dia bis city tour Hop On Hop Off..
Trocadéro
Trocadéro ini tempat yang sangat luas sekali dan bagian yg pas banget buat kalian yang ingin foto dengan background menara Eiffel dari kejauhan. Saat sy datang, penuuuuuhnya minta ampun! Berbagai bangsa datang ke sini hanya untuk berfoto dan memandang menara buatan Alexander Gustave Eiffel pada tahun 1887. Tempat yang luas ini, sering dipakai juga oleh orang-orang Paris untuk kumpul bersama kerabat, latihan dance bahkan latihan lompat tali (hari gini di paris msh ngetrend???) hihihi..

Ya Allah!! Eiffel ternyata nyata!

Dari Trocadero, naik Les Cars Rouges lagi dan turun pas di halte menara Eiffel, satu halte setelah halte Trocadero. Ini diaa, sy bisa lihat dan pegang menara Eiffel lebih dekat!! Di sini engga kalah ramainyaaaaa. Ampuuuun!! Sampai sy batalin niat buat naik ke atas menara Eiffel. Ngantrinya puaaaaanjaaang banget! Kalau dengar dari cerita ibu sy yg lebih dulu pernah ke sini, beliau bisa naik ke atas menara Eiffel karena beliau ikut travel tour (dari Indonesia). Sepertinya untuk rombongan-rombongan tour akan diutamakan. Tidak perlu ngantri panjang karena sebelumnya sudah booking. Teman-teman bisa buka website www.tour-eiffel.fr untuk lebih jelasnya terutama untuk soal harga. Seingat sy, harga tiket naik ke menara Eiffel berbeda-beda, dibagi menurut usia, sampai tingkat mana yg akan kita naiki dan mau naik via tangga atau lift.


Notre Dame de Paris
Gereja Katedral yang satu ini juga pasti kalian tahu. Gereja Katedral Notre Dame (memiliki arti "Bunda Kita" yang khusus dipersembahkan untuk Bunda Maria). Setahu ilmu sy di jaman sekolah dasar, memang agama Katholik mengutamakan Bunda Maria. Gaya arsitektur gereja ini kental dengan gaya gothic. Letak gereja Notre Dame berada di tengah-tengah sungai Seine (sungai yang membelah kota Paris). Entah antara gereja Notre Dame yang dibuat membelah menjadi dua atau memang gereja Notre Dame berada persis di tengah-tengah sungai Seine sehingga terlihat seperti sungai Seine yang terbagi dua. Info lebih lengkap dan jelas, teman2 bisa buka website www.notredamedeparis.fr


Gelap! Karena tidak boleh menyalakan blitz..

Untuk teman-teman yang ingin membeli rosario atau yg lainnya, di dekat pintu keluar gereja (masih di bagian dalam) terdapat 2 kios yang menjual segala pernak-pernik tentang gereja Notre Dame. Untuk rosario harganya sekitar 10 euro lebih. Kalau saya lebih memilih membeli medali emas (bukan asli emas) bergambar Notre Dame yang dapat dibeli di mesin otomatis, cukup dengan 2 euro kalian bisa dapatkan medali emas yg kualitasnya bagus, tebal tidak seperti terbuat dari seng. Sangat cocok untuk cendramata. Tersedia 3 pilihan gambar. Silakan mencoba. Oh ya, siapkan uang koin yg banyak ya jika ingin membeli medali ini.

seperti ini mesin medali emasnya
Gereja Notre Dame sama dengan menara Eiffel dapat dikunjungi hingga ke lantai atas. Tapi harus bayar dan wajib mengantri. Lagi-lagi karena antriannya yg panjang sy memilih tidak naik ke atas Gereja. Harga tiket untuk orang dewasa (8.5 euro), anak di bawah 18 th (gratis!) dan untuk rombongan minimal 20 orang (@ 6.5 euro). Buka setiap hari kecuali tanggal 1 Januari, 1 Mei dan 25 Desember.

Gereja Notre Dame adalah tujuan terakhir sy di hari pertama sy di Paris. Kaki sudah capek sekali. Pulang ke hotel de Sevigne naik bis City Tour turun di halte Avenue Champs-Elysees. Jalan lagi menuju avenue Kleber. Intinya puaaaaaas dan capeeeek..

Sekian cerbung edisi #1 Paris, France. Secepatnya akan sy lanjutkan ceritanya. :)

With Love,

23 May 2012

a long long long Journey..

Ini adalah kedua kalinya sy berada di dalam pesawat dalam waktu yang sangaaaaat lama. Setahun yg lalu tepatnya November 2010, cukup 8 jam penerbangan dari Jakarta - Tokyo. Dan sekarang rekor tersebut pecah setelah sy terbang hampir 12 jam lamanya dan bukan direct flied alias transit sana sini.

Baik, akan sy ceritakan. Hmm, lebih tepatnya sy jelaskan. :)
Tanggal 16 Mei 2012. Tujuan pertama sy adalah Paris, dan tidak ada direct flied Jakarta - Paris (so damn!). Maka dari itu, sy menggunakan maskapai KLM (maskapai belanda) dengan tujuan Jakarta - KL (transit) - Amsterdam. Penerbangan sy dimulai dari jam 18.10 dan sekitar jam 23.10 (waktu Malaysia) sy kembali melanjutkan penerbangan dr KL menuju Amsterdam.

Jelas karena penerbangan jauh maka pesawat yg digunakan juga jenis pesawat besar (mana sy tahu tipe berapa pesawatnya). Senengnya kalau naik pesawat besar ini pasti ada entertainmentnya, pasti juga film-filmnya up to date. The woman in black berhasil sy tonton di pesawat besar ini. Menyenangkan yaa... *bigsmile* :D

and Finally!! Sampai juga di bandara Schipol Amsterdam dengan disambut hujan.. Brrrrrrrrr (freezing). Hmm, berarti penerbangan sy dimulai dari pukul 18.10 (wib) sampai 11.30 (wib), totalnya adalah 17 jam sy berasa di dalam pesawat..

Maaf! Sy mejeng dulu yaa.. :)
Oh yaa, di bandara inilah sy harus merelakan cairan softlens sy disita. Yaaa, Schipol Airport termasuk yg ketat bgt! Di Indonesia, cairan softlens sy yg berukuran mini cuma 110ml lolos hanya dgn mendengar penjelasan sy bahwa kalau ga ada benda ini sy ga bisa lihat. Kalau di Schipol mau ngasih alasan sampai berbusa itu mener ga akan kasih ijin. See?! (cairannya baru beli)

Satu lagi cerita sy, sebelum menuju boarding room sy mampir ke toilet. Sy suka dan merasa bangga banget kalau sy sedang antri di dalam toilet yg para pengantrinya tahu bagaimana cara mengantri yg baik dan benar. Kalian tahu kan bagaimana seharusnya dan sebaiknya cara mengantri di toilet?! Ituloh, yg cara ngantrinya dimulai dari pintu toilet dan mengular ke belakang bukan mengantri persis di depan pintu kabin toilet dan mengerubung seperti semut. Ok! Lanjut ceritanya, saat sy sedang mengantri dan antrian cukup panjang hingga keluar dari gang toilet dengan tiba-tiba seorang wanita yang menggunakan pakaian wajib orang arab muslim (you know lah seperti apa, yg ga keliatan apa2nya ituloh!) masuk dan langsung berdiri menunggu persis di depan pintu kabin. Bisa kalian tebak? Yup!! Wanita tersebut menjadi bahan bisik-bisik tetangga. Entahlah apa yg membuat dia tidak menyadari kehadiran kami yg sedang asik mengantri.. -.-" Dari kejadian ini bisa kalian ambil kesimpulan? Tarik sendiri yaa simpulnya.. :)

Mari kita lanjutkan perjalanan sy yg tinggal seperempat perjalanan lagi. Tanggal 17 Mei 2012, Jam 07.30 (waktu belanda) yg kira-kira di Indonesia sudah jam 1.30pm, pesawat KLM menuju Paris akhirnya boarding. Jarak waktu perjalanan antara Amsterdam - Paris memakan waktu 2 jam.

and Voila!! Charles De Gaulle Airport menyambut saya.. I'm in France sodara-sodara!! My dream comes true..... Bienvenue en France!! *terharu*

Semoga teman2 jg memiliki kesempatan yg sama seperti sy. Amin!


Sampailah saya di Paris. Finally!! Big Thanks for My Lovely Allah and My Lovely Daddy..
Tunggu cerbung sy selanjutnya yaa, tentang bagaimana perjalanan sy dari Charles De Gaulle Aiport menuju Hotel. :)

With Love,