18 November 2009

Sempat Terlupakan..

Hai..

Apa kabar dengan blogku ini?! Kangen juga ternyata yaa buat ngetik panjang lebar di blog.

Sibuuukkkk!! Alasan pertama selama ini ga nyentuh blog. Dibalik kesibukan itu saya punya kabar baik..

ALHAMDULILLAH!!
Saya sudah mendapatkan gelar s.Psi  ----> Anisa Ratri, S.Psi walaupun belum resmi karena belum wisuda. Harus ikut wisuda tahun depan, nunggu 8 bulan. Enam bulan cukup buat saya berkutat dengan skripsi *benar2 hasil kerja keras*

Next event Spektral Psychological Organizer juga rada menyita waktu. Persiapannya membuat saya harus bolak-balik JKT-BDG tapi semua jalanin dengan santai dan nikmat jadi ga terasa bebannya. :)

Twitter?! Salah satu medsos yang satu ini sudah sukses membuat saya keranjingan nge-tweet setiap hari. Maklum barang baaru. Twitter lebih praktis dibanding blog, pakai blackberry bisa jadi setiap kapan saja bisa langsung nge-tweet. Kalau blog enaknya buka dari laptop, ngetiknya lebih puas. 

----

Mohon doa'nyaaa agar acara Spektral nanti tgl 11-12 desember di Lembang berjalan lancar dan sukses... :)


With Love,


08 September 2009

Restoran Madame Sari Dago Bandung

Buka puasa di Bandung enaknya di mana ya?! Maklum saya bawa tiga lelaki yang perutnya kayak gentong semua. Mesti makan berat, ga nampol kalau cuman cemilan. Seingat saya, dulu saya dan sepupu pernah makan di restoran yang juga jualan Kartika Sari. Namanya restorannya Madame Sari Restaurant, tepatnya di jalan ir.H.Djuanda alias jalan Dago no.85, Bandung no. telp (022) 2509495 atau 2504651.

Berhubung restoran ini gabung dengan toko roti Kartika Sari jadi agak sulit buat dapat kursi apalagi kalau weekend. Alhamdulillah-nya saya dapat kursi padahal berbarengan dengan waktu berbuka puasa. Langsung ambil daftar menu, panggil waitres dan pesan makanan.

sapi lada hitam
udang renyah saos mentega
nasi goreng yangchow
ayam goreng mentega


Untuk menu berbuka puasa, saya pesan sapi lada hitam seharga Rp.24.000. Freza pesan udang renyah saos mentega, kalau ini mah udang goreng biasa hanya disajikan dengan saos mentega, harganya Rp. 23.500. Ryo pesen nasi goreng yangchow, lucu yaa namanya tapi kok bentuknya kayak nasi goreng biasa yaa. Penyajiannya saja yang berbeda dari menu lain yang dipesan dan harganya juga lebih murah, Rp.19.500. Terakhir, Aldi pesan ayam goreng mentega. Ga jauh beda dengan udang renyah saos mentega pesanannya Freza, bedanya ini daging ayam tanpa tulang dan saos menteganya langsung disiram di atas gorengan ayam. Harganya Rp.21.500.

Menu minuman standartnya restoran, air mineral Rp.5000, Ice lemon tea Rp.9.000, Ice tea Rp.6.000, dan Teh botol Rp.5000. Untuk minumannya terbilang mahal yaa?

Over all, cukup memuaskan kok makan di sini. Harga ga terlalu mahal dan rasa juga cukup enak..


With Love,


06 September 2009

Bekerja dan Berlibur di Paris Van Java..



(Nengki, Freza, Ryo dan Aldy)

Bekerja sekalian refreshing ke Bandung. Meskipun kita semua lagi deg-deg sreeeer nunggu panggilan sidang, yang namanya kerja yaa tetap kerja. Tujuannya ke Bandung memang untuk survey lokasi karena rencana Spektral Psychological Organizer mau buat acara seminar di Bandung. Check List survey nya juga lumayan banya, mulai dari penginapan, ruang seminar, rekanan yang nanti akan mengisi seminar, konsumsi dan transportasi.

Tujuan pertama:
Karena lokasinya di daerah Tegallega, jadi kami keluar di pintu tol Buah Batu. Buat nemuin alamat SLB ini ga terlalu ribet karena sebelumnya saya sudah googling map.  Setelah bertemu dengan kepala sekolah dan rekan, membicarakan perihal kerja sama dengan Spektral Psychological Organizer untuk event kami selanjutnya. Mereka OK, kami pun OK.

Tujuan kedua:
Letak auditorium ini ga jauh dari SLB, di jalan Pungkur. Kesan pertama saat melihat tempatnya kok kurang tertarik yaa. Harga mahal dan tidak memenuhi keinginan kami. Setelah dari sini, kami bingung jadi luntang-luntung karena ga ada referensi tempat auditorium lagi selain ini. Tanya sana-sini, ada yang nyaranin di UNPAD. OK!! Setelah sholat dzuhur di ITB, lanjut ke UNPAD Dipati Ukur.

Tujuan ketiga:
GRAHA SANUSI, UNPAD

Setelah berbincang-bincang dengan pengelola gedung Bapak Jefry, itu gedung hanya bisa dipakai untuk urusan internal karena merupakan fasilitas kampus. Baiknya Pak Jefry, beliau memberikan beberapa referensi gedung serba guna yang kira-kira bisa digunakan untuk umum.

Tujuan keempat:
Letaknya di jalan Banda. Masuk ke lokasi ini terkesan lebih elit dibanding tiga tempat tujuan tadi. Berhubung tiga laki-laki teman saya itu tidak ada yang punya ktp, akhirnya ktp saya yang jadi jaminan sebagai pengganti kartu identitas tamu. Disambut dan dilayani oleh mbak Uli, penyambutan dan cara beliau menjelaskan cukup baik dan ramah. Harga dan fasilitas yang ditawarkan juga cocok. Feeling saya kok sepertinya di sini nih next event Spektral Psychological Organizer akan dilaksanakan.

SLB selesai.. Auditorium selesai..

Tujuan kelima:

Semua hotel yang kita sambangi belum sesuai dengan keinginan kami. Mulai dari harga yang mahal, kapasitas yang ga cukup, hingga sudah ada yg nge booking di bulan November. Tinggal masalah hotel yang masih jadi permasalahan. Mungkin next time dicari lagi penginapan yang menerima tamu rombongan.

Berhubung bulan puasa, kami rencananya buka puasa di Bandung saja dan pulang ke Jakarta setelah Isya.

Tujuan keenam:
MADAME SARI

Lokasinya di jalan dago. Tempat kami berbuka dan untuk cerita lengkapnya bisa dibaca di sini ;)

Tujuan ketujuh:
Nah kalau tempat yang satu ini pertama kali banget saya berkunjung ke daerah dago pakar. Enak juga lokasinya meskipun jalanan agak menyeramkan dengan sempitnya jalan tapi ramai mobil. Cerita di kopi ireng ini juga bakal ada di posting selanjutnya.. 

Berakhir sudah perjalanan survey di Bandung. Saatnya pulang dan saya tepaar, bangun-bangun sudah sampai Karawang. Terima kasih Aldi sudah memberikan sponsor transportasi ke Bandung.


With Love,


16 August 2009

Pre-Wedding yang Prematur..

Haloo..

Seminggu yang lalu teman saya meminta bantuan saya dan pacar untuk menjadi model pre-wedding karena dia mau buat jasa motret wedding. Saya dan pacar ayo-ayo aja. Sesuai rencana, lokasi pemotretan di kota tua, museum bahari, dan bunderan Hotel Indonesia. Saya mah ikut saja mau di mana pun lokasinya. 







Cukup lumayan kan hasilnya?! Lumayan hasilnya bisa saya simpan, siapa tahu bisa dipakai buat nanti saya pre-wedding jadi ga perlu foto-foto lagi.. XD


by psychoGRAPHY
model : Nengki, Freza
make up : Galih, Mila
photographer : Sasha, Galih, Ajie


With Love,


29 July 2009

Temu Kangen dan Segelas Kopi Saja Cukup..


Hai..

Sepertinya semakin bertambahnya usia maka semakin berkurangnya minat saya dan sahabat untuk berkeliling mall seharian, keluar masuk toko. Rasanya bosan itu-itu saja, meskipun masih suka dengan mall tapi males ah kalau buat window shopping. Makanya kemarin saat saya jumpa dengan dua sahabat saya, Karin dan Dewi, kami hanya menghabiskan waktu duduk manis di coffee shop dan chit chat sampai mati gaya.. XD

Janjian di Mall Kelapa Gading tanpa ada rencana untuk nonton ataupun shopping. Hanya ingin kangen-kangenan karena mulai jarang ketemu, cerita ngalur ngidul, ngobrolin orang.. Yaaah pokoknya aktivitas wanita lainnya, selain shopping.


The Coffee Bean Mall Kelapa Gading 3

Setelah bertemu dengan kedua sahabat saya itu, langsung lah kami menuju coffee shop yang terdekat dengan ATM, sangking malasnya jalan-jalan di dalam mall. Oh yaa, cari juga coffee shop yang sofanya masih available, males yaa mau nongkrong di kursi tegak standar. 

Tema Dress Code: Biru Benhur

Ice Vanilla Latte, Caramel Ice Blended dan Ice Mocca Latte

Kita masing2 pesan ice vanilla latte untuk Karin, ice mocca latte untuk Dewi dan caramel ice blended untuk saya sendiri. Satu minuman cukup lah yaaa untuk menemani chit chat dari jam 14.00 sampai jam 16.30. Namanya juga wanita kalau sudah kumpul, semua hal bisa dijadikan objek pembicaraan, jadi lupa deh sama waktu. Karin yang rencana harus pulang jam 16.00 dan dewi yang harusnya ada pengajian jam 18.30, jadi pada pulang jam 19.00. Lupaaa semuanya dengan rencana awal masing-masing. 

With Love,


26 July 2009

Miss Jinjing Belanja Sampai Mati



Penasaran dengan buku yang satu ini karena judulnya "Miss Jinjing Belanja Sampai Mati", maksudnya? Tukang belanja gitu?! Setelah baca sinopsisnya, kesimpulan awal saya isi buku ini tentang kehidupan pribadi penulis yang hobby shoppingnya malah membawa rezeki dalam hidupnya. Sempat mikir juga jangan-jangan isinya cuman cerita yang disadur dari blog pribadi penulis yang isinya kurang menarik dan terkesan dipaksakan, seperti buku2 lainnya yang lagi booming mejeng di rak buku Gramedia

Tetap penasaran akhirnya beli juga. Penasaran sama kehidupan shopper itu seperti apa. Apa sih rasanya beli barang2 branded yang super duper mahaaaal. Bagaimana sih cara mereka mendapatkan barang mahal tersebut yang masuk kategori limited edition. Saya sendiri juga suka shopping tapi lebih banyak window shopping :D Selain itu, saat baca nama penulisnya, Amelia Masniari kok seperti pernah dengar yaa namanya. Kayaknya pernah baca juga profile nya di majalah.

Amelia Masniari "Miss Jinjing"

Dengan harga Rp 37.500 (lebih murah lah dibanding sepatu Charles and Keith), 192 halaman dan terbitan Gagas Media. Buku ini cukup laris manis di Gramedia, nyatanya sudah masuk cetakan kedua. 

Saat saya baca buku ini ga perlu makan waktu lama karena membuat saya larut dalam cerita2nya. Amazing! Mbak Amy sukses membuat seolah-olah saya lah si pemeran utama. Saya membayangkan menjadi seorang Amelia Masniari. Kalau ga percaya tanya saja dengan sepupu, Desi yang menjadi saksi betapa saya terkagum2 membaca buku ini. Setiap saat saya berdecak, setiap saat saya menghela nafas dan setiap saat juga saya menggelengkan kepala membaca cerita nyata dari pengalaman mbak Amy.

Bagaimana hebatnya mbak Amy menguasai tempat belanja di dunia, tahu seluk beluk belanja di Guangzhou, Cina. Hebatnya mbak Amy membedakan tas asli dan tas palsu. Hebatnya mbak Amy yang berbelanja sampai "berdarah-darah" di Milan, dll nya ckckckckc. four thumbs for her!!!

Dengan membaca buku ini, bukan berarti membuat saya ingin menjadi seorang shopahollic. Jujur saja, saya ga tertarik menjadi seorang mbak Amy yang sudah berkeliling dunia buat belanja. Bagi saya pergi ke negara lain untuk mengetahui seluk beluk negara tersebut, mengunjungi tempat sejarahnya dan mempelajari budayanya, tapi belanja juga masuk dalam agenda kok, belanja oleh-oleh. Kalau diminta untuk memilih antara travelling atau shopping, jelas saya pilih ya travelling. Tapi kalau ada yang mau mensponsori saya travelling sambil shopping yaaa siapa yang bisa menolaknya?! :D Untuk teman-teman yang penasaran dengan sosok Amelia Masniari, bisa baca blog pribadinya di sini

To mbak Amy:
Makasih ya mbak, udah nulis buku seperti ini. Sangat bermanfaat sehingga jadi tahu seluk beluk perbelanjaan di luar negeri.

With Love,