22 September 2010

Situasi Baru di Lantai Sembilan

Setelah menunggu hampir satu tahun kurang, akhirnya bisa duduk juga di bangku yang empuk ini plus meja besar (bukan kursi meja merek chitose) lengkap dengan projector dan ac yang super duper dingiiiiin.. Niat awal memang bukan di lantai sembilan ini saya melanjutan sekolah yang belum tuntas, tapi memang nasib tidak memutuskan bersekolah di kawasan kuning. Yaaa apa mau dikata!! Tetap menikmatinya.. Semua memang harus dinikmati..

Masuk hari ketiga, tapi sepertinya masih butuh waktu juga untuk beradaptasi dengan situasi yang baru ini. Bukan hanya situasi baru yang harus dibiasakan ternyata situasi lama juga harus dibiasakan 'kembali'. Situasi baru dimulai dari hal sederhana, cara berpakaian.

Terlihat sepele, cuman baju dan celana. Tapi buat saya ini susah! Hampir 95% uang yang saya belanjakan untuk membeli baju, itupun bukan kemeja. Celana? Bisa setahun sekali saya beli celana, itupun celana jeans. Sedangkan yang dibutuhkan adalah kemeja dan celana bahan plus high heels (itu khusus saya). Walhasil, tiap hari pertanyaan "besok pake baju apa ya?!" dan korbannya adalah pacar dan para sahabat..

Kemudian, teman-teman seperjuangan saya di kelas A ini. WOW!! Top markotop!! Ada dua orang yang sangat kritis di dalam kelas saya. Pria dan wanita. Si pria nampak sudah sangat berpengalaman dalam hal alat-alat tes psikologi, sepertinya dia kerja di biro, sedangkan si wanita jebolan UI (udah pada tau yaa klo lulusan ui gmn). Tapi, kenapa saya belum apa-apa sudah ilfil (ilang feeling) dengan mbak-mbak UI ini, sebabnya? Hanya para sahabat saya yang tahu. Ada tiga alasan saya ilfil berat..

Terakhir, cara mengajar para dosen. Sangat berbeda sekali dengan di s1, sangat berbeda! Dibilang serius juga tidak, dibilang santai juga tidak. Hmm, mungkin lebih tepatnya dewasa. Berpikir lebih dewasa dan logis. Kita sendiri sebagai mahasiswanya juga harus mengimbangi para dosennya.

Sedangkan situasi lama yang harus dibiasakan "kembali" adalah bangun pagi dan bermacet-macet ria sepanjang kalimalang atau tol dalam kota. Mulai harus terbiasa dengan tugas dan ujian.. Fiuuuhh!!

Namun, semua itu memang saya jalani dengan hati tanpa paksaan kanan dan kiri. Demi mimpi!


With Love,

29 June 2010

Lima tahun kami bersama..

Singkat Sejarah:

Pertama kalinya saya bertemu Karina di acara ospek kampus tepatnya tanggal 7 September 2005, kita lagi sama-sama istirahat. Tiba-tiba, Karina negur saya dengan nada yang antusias, "Kenal Willy engga?" dan saya anggukkan. Sedikit bercerita, ternyata Willy adalah mantannya saat SMA. Sejak itu saya tidak pernah bertemu Karina.

Pertama kalinya saya bertemu Dewi dan Sasha di ospek fakultas, sehari setelah pertemuan saya dengan Karina. Dewi dan Sasha berbaik hati memberikan sedikit celah agar saya yang telat datang ini bisa kedapatan tempat duduk. Saat itu, kami para mahasiswa baru diwajibkan menggendong boneka kecil di pundak dan yang saya gendong adalah boneka babi. Boneka babi itulah yang membuat saya, Dewi dan Sasha menjadi akrab di hari pertama ospek fakultas. Kemanapun si kakak ospek menyuruh kami, kami selalu bertiga.

Hari pertama kuliah. Ternyata, saya satu kelas dengan Dewi dan Sasha. Pasti senang dan heboh banget. Kami betiga duduk di barisan paling belakang dan saya masih ingat mata kuliah pertama di bangku kuliah adalah Ilmu Budaya Dasar. Jujur dan mohon maaf ibu Dosen, sampai sekarang saya tidak paham dengan isi materi Ilmu Budaya Dasar :D

Masih di hari yang sama saat pulang kuliah, saya masih dan makin lengket dengan Dewi dan Sasha. Tiba-tiba, Dewi bilang "Sebentar yaa gw nungguin temen gw dulu, mau pulang bareng soalnya". Dan saat si teman Dewi datang, malah saya yang heboh karena ternyata yang datang adalah Karina. Iyaa Karina yang  mantannya Willy teman sma saya itu.. Hebohlah kita berempat di lobby fakultas psikologi!!

Tahun 2006, Tahun 2007, Tahun 2008, Tahun 2009, Tahun 2010..

Kami tetap bersama dalam suka dan duka, hidup dalam gosip, hidup dalam berfoto ria, hidup dalam masalah, hidup dalam hidup masing-masing. Jarang bertemu adalah masalah kami akhir-akhir ini. Tentu karena kami telah lulus kuliah, dan punya kehidupan, kesibukan dan masalah kami masing-masing.

Mereka bertiga, adalah orang kepercayaan saya untuk berbagi dan berdikusi mencari cara menyelesaikan permasalahan saya yang jelas tidak bisa saya selesaikan sendiri. Mereka bertiga, adalah teman, sahabat, kakak, adik, dan keluarga buat saya..


Tahun 2006, duduk manis di depan lobby kampus. Masih jamannya nongkrong di lobby sebelum mengenal yang namanya belged. Kalau tidak salah, setelah ini saya dan Sasha mau ke Mall Kelapa Gading karena urusan "tertentu"..

Tahun 2006, tahun dimana kami sebagai mahasiswa psikologi yang lagi rajin-rajinnya ikut pelatihan dan seminar. Salah satunya ini, pelatihan SEFT di auditorium RS Gatot Subroto..




Foto ini bukti bahwa kami sudah beralih menjadi anak belged (belakang kampus). Kami mulai sering nongkrong di belged semenjak saya dan Sasha menjadi salah satu panitia ospek di Sukabumi di tahun 2006. Hayoooo!! Ada yg bisa tebak mana saya, Sasha, Dewi dan Karina?!


Tahun 2006 sekitar bulan November/Desember, kalau kami bertiga sedang pakai baju warna putih itu berarti lagi musim ujian, bisa UTS atau UAS.


Tahun 2007, kami bertiga lagi sibuk-sibuknya jadi panitia Lipsi (acara pertandingan olahraga di fakultas psikologi) 2007 di Lapangan Banteng. Siang hari dan panas-panasan di tengah lapangan makanya jangan heran kenapa muka kami kucel dan dekil semuanya. 


Tahun 2008, masih hobby ikut pelatihan psikologi. Kali ini, kami ikut pelatihan alat tes psikologi di hotel daerah Proklamasi. 

Ini di Mall Kelapa Gading, dulu kami hobby banget main ke sini, yaa ada alasan tertentu juga sih kenapa kami suka ke sini... Oh yaa, tolong abaikan model poni saya yaa, itu hasil kreasi potong poni sendiri. hehe.


Setelah berteman bertahun-tahun, baru kali oni kami bisa Photo Box. Sangking noraknya, gaya kami semua engga ada yang bener padahal saat itu sudah ga jamannya lagi Photo Box. Secara kamera di handphone sudah mulai canggih.


Plaza Semanggi


Acara Jakarta Fashion and Food Festival 2008 di La Piazza Gading. Acara JFFF memang salah satu festival yang hampir setiap tahunnya kami jadikan moment temu kangen.. 


Di kelas ruang AC 302, setelah ambil OP (objek penelitian)


Foto ini di ambil di mall Margo City. Mall paling jauh yang pernah saya, Karin dan Dewi datengin. Kalau buat Sasha mah selepetan secara rumahnya di Depok. Oh yaa, ini juga foto pertama Dewi menggunakan hijab. Alhamdulillah..


Di awal januari 2009, sudah mulai susah berjumpa karena kesibukan kami masing-masing yang mulai masuk semester skripsi. Sekalinya ketemu langsung foto di dalam "toilet" yang as always lightingnya selalu cerah.


Foto terakhir kami menggunakan seragam putih hitam yang berarti kami bebas dari ujian UAS. Lokasi di Gramedia Matraman.

Bioskop Metropole Megaria


Happy birthday Karina!! Di Solaria Semanggi, merayakan ultahnya Karin. Selain kami, ada pacar-pacar kami, Freza dan Rangga. Mereka berdua engga perlulah ikut foto, cukup kami  berempat saja..


Bioskop Metropole Megaria
Ini foto terakhir kami, tepatnya tanggal 7 mei 2010 di bioskop TIM yang sudah direnovasi..

Dear, My Best Girlfriends..
Please, keep contact, keep kongkow, keep smiling, keep sharing, keep together and keep loving each others.. I LOVE U ALL..

Foto tambahan:



Tahun 2013 bulan Juni di hari pernikahan sahabat kami Hadiyanto "Cupid" Kurniawan, akhirnya kami bisa bertemu dan foto berempat lagi. Setelah lamaa tidak berjumpa, kangen sekali.. 


With Love,


10 June 2010

I'm Totally Scorpio Girl


Terlahir 24 Oktober 1987

Maka Scorpio lah zodiak saya, dan saya bangga menjadi Scorpian Girl.. :)

Kalau dilihat dari jenjang tanggalnya Scorpio berada pada tanggal 23 Oktober - 22 November, dan tanggal lahir saya posisinya di awal sehingga terkadang banyak orang merasa ada sedikit sifat Libra pada seorang Scorpian sedangkan saya sendiri tidak pernah merasa seperti itu malah saya benar-benar merasa Scorpio sejati karena hampir semua sifat zodiak Scorpio ada pada diri saya, seperti:
  • Pandai menyimpan rahasia ..... ini saya banget!
  • Keras kepala ..... sedikit kok :)
  • Memiliki pendirian teguh ..... yaa, terkadang..
  • Serius ..... absolutely yes!! Buat saya semua hal harus dikerjakan serius agar membawa keberkahan..
  • Tidak banyak bicara bila sedang asik bekerja ..... hahaha!! Iyaa banget!! Teman-teman sekerja saya pasti sudah hapal..
  • Mudah naik darah dan tersinggung ..... kalau tersinggungnya iyaa, tapi pasti saya pendam dalam hati, malulah kalau marah meledak-ledak..
  • Sensitif ..... betul sekali, terutama menjelang datangnya "tamu" yaa..
  • Rajin bekerja ..... Alhamdulillah sejauh ini masih dicap guru yang rajin oleh si owner..
  • Berwibawa dan agung ..... nah! kalau ini saya tidak bisa menilai deh.. :p
  • Sedikit angkuh ..... apa iyaa yaa?!
  • Serius dalam hal cinta ..... of course!! never getting a loser..
  • Pencemburu ..... konon katanya sifat pencemburu Scorpio bukan atas ingin menguasai pasangan tapi karena ingin melindungi pasangan dari godaan wanita/pria terkutuk!
  • Cenderung menguasai pasangan ..... Iyaa hal ini juga sudah diaminkan oleh psikolog, kata beliau, saya ini wanita dominan..
  • Pandai membuat pasangan merasa senang, bahagia dan tentram ..... Alhamdulillah, 5 tahun ini pasangan saya merasa saya adalah comfort zone-nya...
  • Setia ..... sudah teruji dan jaminan!
  • Dedikasi tinggi ..... ini pun sudah teruji dengan 6 tahunnya saya mengabdi di suatu sekolah musik di Bekasi..
  • Pendendam ..... bah! Ini juga saya banget.. Kalau saya sudah tidak suka dengan seseorang, mohon maaf saya tidak akan menganggap dia ada..
  • Penuh tanggung jawab ..... Semoga selalu bertanggung jawab dalam segala urusan, satu hutang tanggung jawab saya yang belum lunas, mendapatkan gelar "M.Psi, psikolog"
  • Ambisius ..... Sepertinya tidak juga..
  • Memiliki semangat yang tinggi ..... as always!!
  • Penuh bakat ..... kok saya ga merasa punya bakat banyak, entahlah apakah musik bakat saya atau hasil dari latihan bertahun-tahun?!
  • Pekerja keras ..... pekerjaan apapun saya lakoni dengan satu alasan tidak licik.. 
  • Pendiriannya kukuh ..... terkadang iyaa, terkadang saya juga butuh masukan dari orang tua dan sahabat saya..
  • Tidak mudah terpengaruh ..... hmmm, ada benarnya karena saya merasa saya punya pilihan sendiri tidak mesti ikut pilihan orang lain.
  • Pantang menyerah ..... ada kalanya saya juga merasa capek dan ingin menyerah, dan yang membuat saya bangkit adalah sebaris pepatah Jawa "Alon-alon asal kelakon".
  • Penuh perhatian ..... saya senang memberikan perhatian kepada orang lain, karena saya percaya jika saya berbuat baik maka kebaikan akan datang kepada saya..
  • Pandai mengatur rumah tangga ..... nah ini nih kayaknya no comment dulu ya..
  • Tidak suka perlakuan kasar ..... Yes!!! Saya senang ketenangan dan kedamaian, saya tidak senang melihat orang berdebat karena sebagian besar perdebatan itu berujung negatif..
  • Jujur ..... hehehehe, saya kan juga manusia biasa..
  • Berani ..... berani dalam hal apa dulu yaa??
  • Teliti ..... 99,99% saya banget! 
  • Tabah ..... mungkin lebih tepatnya sabar kali yaa.. menurut sahabat saya, saya adalah miss patient, ini pujian atau sindiran ya?!
  • Curigaan ..... dengan berat hati saya akui saya curigaan kelas berat, perasaan curiga saya ini pasti beralasan kok..
  • Emosi meledak-ledak ..... Yaa, terkadang kok.. hehehe.. 
  • Tidak segan-segan berkata kasar bila sedang marah ..... meskipun saya senang dengan kedamaian, tapi kalau sudah terjun ke jalanan ibu kota ini rasanya mulut harus digembok..
  • Nekad ..... beberapa kali saya akui saya nekad, biasanya kenekatan saya ini karena sempitnya pikiran saya saat itu dan penuhnya emosi di hati dan kepala.
  • Mementingkan diri sendiri ..... hmmm, ini orang lain saja yang menilai yaa.. :)
Saya kagum dengan si penemu zodiak ini, bukan hanya penemunya tapi juga si "peramal" sifat-sifat dari masing-masing zodiak, yang hampir semua orang meng-amin-kan sifat-sifat itu dengan kata "Gue banget!" Sama seperti halnya saya kagum dengan para penemu alat tes psikologi terutama alat tes grafis dan rorschach, kok bisa yaaa hasil alat tes sesuai dengan kepribadian si subjek.. Bagaimana saya selalu terkagum-kagum dengan hasil temuan mereka setelah saya selesai menginterpretasi psikotes, dan berulang kali selalu bilang "Kok bisa tepat begini yaa?!"

With Love,


14 May 2010

PMS, membunuhku..

Konyol..

Niatnya mau nengok pakde yang sakit di RS.Mitra Keluarga Bekasi Barat, malah saya yang tiba-tiba terbaring di UGD akibat "tamu" bulanan yang dinanti-nanti akhirnya datang juga dan belum diisinya perut dari semalam..

Bergejolak lah perut ini selama di perjalanan ke RS, sakitnya muncul-hilang, muncul-hilang, muncul-hilang tapi masih bisa ditahan. Mulai semakin sakit pas saya sudah berada di kamar rawat pakde yang penuh dengan saudara-saudara. Keringet dingin sudah mulai keluar dan kaki juga mulai lemas tapi ga ada kursi kosong. Dengan sekali kode, ayah saya mengerti bahwa waktu menjenguk sebaiknya dipercepat dengan alasan yang mungkin beliau sendiri engga tahu. Saat pamit saja badan sudah mulai goyang. Lokasi kamar rawatnya ada di lantai 5 yang berarti saya harus menunggu pintu lift terbuka. Rasanya pengen jongkok saja di depan lift :(

Selama perjalanan ke lantai bawah saya harus digandeng sama bapak. Disempetin juga untuk beli kiranti dan lemper karena saya belum makan dari kemarin malam. Bukannya membaik dengan adanya dua benda itu, tapi malah semakin menjadi sakitnya. Saat itu yang ada di pikiran saya hanya toilet. Saya harus ke toilet!!

Sakitnya sudah makin menggila, lemas dan keram perut yang tiada tara sakitnya. Jalan sudah ga mampu rasanya, akhirnya saya hanya bisa duduk anteng dengan muka sangat pucat di depan pintu UDG menunggu ayah saya yang akan menjemput saya naik mobil karena saya sudah ga mampu untuk berjalan ke parkiran. Tapi ayah saya belum datang, saya malah diajak perawat untuk masuk ke dalam UGD mungkin dia kasihan melihat saya yang sudah tepar ga berdaya. Saat itu saya sudah ga bisa berpikir apapun yang ada hanya mencari kenyamanan dengan rebahan di bangsal UGD bahkan ayah saya tidak sempat saya kabari. 

Saat sadar, ternyata sudah ada tante (anaknya pakde) yang membawakan minum dan biskuit tapi sayang mulut rasanya ga bisa menelan makanan. Meskipun saya semaput, saya masih bisa dengar dokter bilang " Diinjek ya?!", maksudnya apa? Seumur-umur setiap saya kram perut akibat PMS ga pernah sampai harus disuntik, palingan perut yang dikompres sama botol panas. Awalnya saya pikir suntikannya sama dengan suntikan yang lazim dipakai untuk imunisasi. Ternyata, bentuknya...


Baru kali ini saya disuntik dengan gaya seperti ini, jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan obat dimasukkan melalui selang yang langsung masuk ke dalam pembuluh darah seperti diinfus. Rasanya sakit luar biasa!! Saat dimasukin jarumnya memang ga terlalu sakit, tapi saat cairan obat yang menurut perawat berguna untuk mengurangi kram perut di masukin lewat selang itu rasanya antara ngilu dan sakiiiiit. Seperti ada yang mengalir di peredaran darah. 

15 menit kemudian..

Rasa sakit di perut mulai menghilang, walaupun sedikit masih ada tapi masih bisa diatasi dan boleh pulang deh!! Yeee...

Kejadian hari ini benar-benar pengalaman yang luar biasa. Kram perut sampai harus masuk UGD!



With Love,


11 May 2010

Mengeluh??!! Please, No Complain Anymore..

Siapa sih yang ga pernah mengeluh di dunia ini?! Semua orang pasti pernah mengeluh, ada yang setiap saat, sering, kadang-kadang, jarang, yang pasti semua orang pernah mengeluh. Termasuk saya.. :)

Akhir-akhir ini, saya sering banget mengeluh tentang tempat mengajar saya yang baru. Diawali dari dimintanya saya mengajar di sekolah musik baru di kawasan Mutiara Gading Bekasi. Saya sanggupi tapi belum menentukan hari apa saya akan mengajar di sana.

Lima bulan kemudian..

Belum dikasih kabar juga soal mengajar di Sekolah Musik Baru (SMB) itu. Sudah pesimis saja mungkin ga jadi kali yaa tapi tiba-tiba owner SMB yang sekaligus rekan guru di tempat saya mengajar membahas kembali soal rencana awal malahan saya sampai diajak melihat lokasi SMB. Cukup bonafit tempatnya ternyata.. 

Mulai berpikir, terima-tolak? terima-tolak? terima-tolak? Baiklah!! Saya sanggupi, mengajar di SMB di hari rabu meskipun resikonya saya harus memindahkan murid-murid hari rabu di Sekolah Musik Lama (SML) ke hari sabtu.. Tapi!!! Ternyata, saya ditempatkan di SMB cabang Dukuh Zamrud Legenda bukan di cabang Mutiara Gading. Di mana itu?! Modal nekat! Saya sanggupi saja tawaran ini, bahkan saya sanggupi untuk mengajar di hari Selasa dan Kamis. 

Sampai akhirnya saat saya punya waktu untuk survey lokasi SMB cabang Dukuh Zamrud Legenda. Menurut info orang-orang:
* Keluar pintu tol Grand Wisata
* Ikut arah ke Tambun
* Dari jembatan tol Tambun belok kiri ke arah jalan raya Legenda
* Ikutin jalur angkot 23 warna coklat
* Terus saja sampai ketemu jalan rusak, tanjakan..
Nah! pas turunan belok kanan dan ketemu juga perumahan Dukuh Zamrud Legenda..

Hadoooohhhh!!! (ok! saya mengeluh..) Jauhnyaa itu!! Mana ga ada angkot yang masuk sampai di depan SMB. Berat diongkos ini sepertinya. Dengan berat hati dan rasa malu, gw mesti hubungin rekan guru yang sekaligus owner SMB untuk membatalkan kontrak mengajar. Tapi sepertinya si owner tetap pengen saya mengajar di SMB cabang Dukuh Zamrud Legenda..

PUSING!!! (ngeluh lagi..) Memang alasan utama yaa pasti lokasi. Terlalu jauh dari rumah saya. Setelah konsultasi sana-sini, tanya sana-sini dan minta pendapat sana-sini. Akhirnya, final answer. Saya tetap mengajar di SMB cabang Dukuh Zamrud Legenda sampai mereka menemukan guru pengganti. Nikmati saja dulu dan hari ini, hari pertama saya mengajar di SMB cabang Dukuh Zamrud Legenda, murid pertama dan satu-satunya ada di jam 17.00.

Saya lukiskan kondisi saya saat keberangkatan mengajar yaa:
Nyetir sendiri + Sakit perut + Macet di tol cikampek + Hujan + Lokasi jauh + Murid cuma satu = Nikmati saja dulu.. :) Plus telat 15 menit, haaah!! (eh ngeluh yaa..) Tapi setelah bertemu dengan si murid yang bernama Dion, kelas 2 SMP di Al-Azhar Legenda . Semua keluh kesah saya berganti menjadi "Alhamdulillah" karena Dion sudah belajar piano dari tiga tahun lalu, jadinya saya ga perlu mengajar dari awal. Langsung saja babat lagu-lagu beyer sampai no.74.

Kesimpulan:
Nikmati saja dulu semuanya, soal bagaimana hasil akhirnya itu urusan belakangan. Namanya juga hasil akhir yaa pasti ada di akhir cerita. Jauhi mengeluh!! :)

ENJOY IT, PLEASE NO COMPLAIN again.. :)



With Love,


27 January 2010

Tarif Berpetualang ke Taman Safari Bogor

Sepertinya setelah saya hitung, lebih murah dan lebih cepat kalau ke Taman Safari naik bis dibanding naik kereta. Mari kita menghitung!!!

Keberangkatan:
Stasiun Bekasi - Stasiun Gondangdia = Rp. 9.000 (express AC)
Stasiun Gondangdia - Stasiun Bogor = Rp. 11.000 (pakuan express)
Stasiun Bogor - Terminal Bogor = Rp. 2.500 (angkot 03 Baranang Siang - Bubulak)
Terminal Bogor - Cisarua = Rp. 15.000 (kol mini L300 Bogor - Cianjur)
Cisarua - Loket Taman Safari = Rp. 3.000 (angkot apa saja yang ada di situ)

TOTAL = Rp. 40.500 (mahal yaaa!!)


Kedatangan:
Loket Taman Safari - Cisarua = Rp. 3.000 (angkot apa saja yang ada di situ)
Cisarua - Ciawi = Rp. 5.000 (angkot warna biru Cisarua - Sukasari)
Ciawi - Terminal Bogor = Rp. 2.500 (angkot 01 Ciawi - Baranang Siang)
Terminal Bogor - Terminal Bekasi = Rp.11.000 (bis Ac Kramat Djati)

TOTAL = Rp. 21.500 (murah yaaa!!)


Keterangan:
* Semua angkutan umum yg saya pilih ini rata-rata ber AC jadi tentu harga di atas rata-rata. Ekonomi jelas ada dengan harga yang jauh lebih murah, tapi saya lebih milih kenyamanan dibanding murah.. (setuju?!)

* Untuk keberangkatan, saya sengaja memilih naik kereta karena beberapa faktor yaitu jarak dari rumah saya menuju terminal Bekasi lebih jauh dibanding ke stasiun Bekasi.

* Resikonya naik bis dari terminal Bekasi - terminal Bogor atau sebaliknya, kita harus sabar buat menunggu hampir kurang lebih 1 jam karena ngetem!! Mereka sengaja ngetem sampai penumpang penuh karena keluar terminal, bis akan langsung masuk tol dan kemungkinan ada penumpang yang akan naik lebih kecil.

* Dari Bogor ke Cisarua ada dua alternatif, bisa naik kol mini (seperti yg saya pilih) atau naik angkot tapi berganti dua kali. Kalau naik angkot, rutenya bogor - ciawi dan ciawi - cisarua (seperti yang saya pilih saat pulang). Dari keduanya ada kelebihan dan kekurangan, naik kol mini lebih cepat karena lewat tol dan langsung keluar tol ciawi tapi ongkos lebih mahal sedangkan naik angkot resikonya terjebak macet di pasar Ciawi, jalannya lama dan sedikit-dikit berhenti menaikkan/menurunkan penumpang tapi ongkos lebih murah. Tinggal pilih saja, mau cepat atau mau murah?!

* Dari Cisarua sampai loket taman safari, saya saranin naik angkot karena lebih murah hanya Rp.3000/orang. Kondisi angkot di sana juga OK banget dibanding naik ojek Rp.10.000/orang. Lagi-lagi, mau cepat atau mau murah?!

* Saat pulang, kalau ingin naik kol mini L300 dari Cisarua harus lebih bersabar karena armada kol mini tidak sebanyak angkot lainnya. Jadi kurang efektif waktu yaa kalau naik kol mini, mending naik angkot saja yang setiap menit lewat.

Jangan lupa buat bertanya ya sama orang di sekitar. Malu bertanya sesat di jalan!!! Selamat berpetualang, kawan!


With Love,