25 October 2011

i'm 24 on 24th October..

Akhirnya tanggal yang saya tunggu-tunggu datang juga. Tanggal 24 Oktober 2011 adalah tanggal yang saya nantikan sejak beberapa tahun yang lalu. Kenapa? Karena pada tanggal itu tepat umur saya 24 tahun sesuai dengan tanggal lahir saya. Actually, 24 is my favorite number

Banyak teman, saudara dan kerabat yang perhatian kepada saya memberikan ucapan dan penuh dengan doa. Terima kasih semuanya atas ucapan dan doa'nya. Saya terharu membaca doa-doa dari semuanya. Doa yang paling saya senangi dan dalam hati meng-AMIN-kan dengan bersungguh-sungguh adalah "Segera lulus S2!" Amiiiiiiin ya Allah!! :)


Sebagian kecil dari ucapan dan doa dari teman-temanku..

Ulang tahun kali ini juga begitu berkesan karena seumur-umur saya baru kali ini dikasih surprise party apalagi yang buat kedua sahabat saya dan (tentu) pacar saya.. *kiss* Terima kasih banyak yaa dewi, karin dan freza sudah merencanakan suprise ini. terharu!! :")))

Jauh-jauh hari memang pacar sudah kasih tahu kalau ultah saya kali ini akan ada surprise party. (setahu saya yaa yg namanya surprise party mah diem2 saja, ini malah dikasih tahu ke yg ultah lagi!! -.-" ) tapi kalau versi pacar saya katanya biar saya penasaran. tapi memang saya penasaran sekaleeee.. Sudah mulai dari keluar komplek rumah saja, matanya saya ditutup. Sepanjang jalan engga ngerti dibawa kemana, walaupun bisa ngintip dikit-dikit dibalik syal penutup mata.. hihihi..

Ternyataaaaaaa... oh ternyataaaaaaaaaa....

Saya di bawa ke Rumah Sushi cabang baru Kelapa Gading!! Yihhaaaaaaa.. Pacar tahu aja saya sudah lama ngidam sushi... :) dan voilaaaaa, ini lah barisan kue sushi untuk sayaaa...


Cantik yaaa kue sushinyaaa!! Terima kasih karin dan dewi yang sudah susah payah mendekor sushi-sushi ini.. ooohhh kembali terharu :")

Me w/ my 24 sushi cakes..

Kembali terharu membaca kartu ucapan dari karin dan dewi.. love u full dah!! :****

Selain itu, saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada sahabat saya satu lagi, Sasha yang sudah memberikan saya kado ultah berupa postingan di blognya.. Silakan lihat disini!! terharuuu bacanya!! Semoga Allah mengabulkan semua doa.. Amiiiiiin!!

Akhir kata, saya Anisa Ratri yang sekarang genap 24 tahun (OMG! hampir ¼ abad!!) *sigh* mengucapkan terima kasih. Jelas bukan saya yang akan membalas kebaikan kalian semua.. :)

With Love,

29 September 2011

1095 Days..

Tiga tahun kami bersama sejak usia kami 21 tahun dan kini saya akan menginjak 24 tahun bulan depan. Awal cerita, kami saling mengenal sejak kami menjadi MaBa (Mahasiswa Baru) di kampus kami tahun 2005. Kami bersama-sama menjadi panitia Inagurasi 2006, LiPsi (Liga Psikologi) 2007 dan Progresi 2008. Hingga di akhir-akhir tahun kuliah kami memutuskan bersama hingga kini dan selanjutnya jika Allah mengizinkan. Amin!




Angka "3" di atas Fettucini Carbonara. Di resto/cafe manapun menu pertama yang kami cari adalah Fettucini Carbonara karena memang favorite kami berdua. Fettucini Carbonara terlezat versi kami adalah di Bricks Kitchen & Lounge, Sky Dining - Plaza Semanggi tempat first date kami. Sudah menjadi ritual bagi kami setiap tahunnya bernostalgia sekedar dinner di Bricks dengan menu yang sama dan posisi duduk yang sama. Perayaan yang sederhana tapi berarti bagi kami.

His anniversary present for me. I love it so much!! Thank you bebbooo.. :*


With Love,

18 September 2011

The Reader Movie


Film yang menceritakan tentang Michael Berg (David Kross saat muda dan Ralph Fiennes saat dewasa) seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun yang jatuh cinta dengan seorang wanita yang usianya lebih tua dua kali dari usianya. Hana Schmitz (Kate Winslet) wanita itu, wanita yang bekerja sebagai konduktor Trem. Pertemuan mereka pertama kali ketika Hana menolong Michael yang sedang jatuh sakit di sekitar tempat tinggal Hana. Beberapa bulan setelah itu Michael datang kembali untuk mengucapkan terima kasih kepada Hana dan semenjak itu keduanya menjalin hubungan asmara yang intim.

Michael senang membaca buku, dan sempat menawarkan sebuah buku kepada Hana untuk dibaca namun Hana lebih memilih Michael yang membacakan untuknya. Hubungan mereka berdua semakin erat seiring semakin banyaknya buku-buku yang Michael bacakan untuk Hana. Hingga suatu hari ketika Hana pergi meninggalkan tempat tinggalnya dan juga meninggalkan Michael.

Sepeninggal Hana, Michael tetap melanjutkan hidupnya dan kini Michael menjadi seorang mahasiswa di sekolah hukum. Suatu hari Michael beserta teman-teman dan seorang dosen menghadiri sebuah persidangan kasus dari beberapa wanita yang bekerja sebagai SS Guard yang dituduh bertanggung jawab atas kematian dari 300 kaum Yahudi semasa Nazi. Michael terkejut bukan main ketika mengetahui bahwa salah satu wanita tersebut yang duduk di kursi kesakitan adalah wanita yang pernah meninggalkannya, Hana.

Michael terus mengikuti perjalanan persidangan itu tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Hana. Hana terpaksa mengakui atas tuduhan bahwa dirinya lah yang membuat laporan atas terjadinya pembunuhan 300 kaum Yahudi dengan tulisan tangannya. Keterpaksaan itu karena Hana tidak bisa memberikan contoh tulisan tangan miliknya dan akhirnya Hana dihukum seumur hidup oleh persidangan.

Dibalik itu, Michael tahu bahwa Hana memang tidak bersalah karena Michael akhirnya tahu rahasia terbesar dalam diri Hana. Mengapa selama ini Hana selalu meminta dirinya menbacakan buku, mengapa Hana memilih menu makanan yang sama dengan dirinya, dan akhirnya Michael tahu kenapa Hana tidak menerima promosi pekerjaan yang ditawarkan. Apa daya Michael tidak bisa membantu Hana.

Hana menghabiskan waktunya di dalam penjara sedangkan Michael menjalani pekerjaannya menjadi pengacara. Walaupun Michael telah menikah dan memiliki putri bernama Julia, tapi tetap di dalam hatinya tetap memikirkan Hana. Dengan tekun dan penuh kasih, Michael tetap setia membacakan buku untuk Hana melalui tape recorder. Cerita-cerita itu Michael rekam satu persatu dan hasilnya ia kirimkan ke penjara. Tak hanya satu buku yang Michael bacakan untuk Hana hingga membuat tumpukan kaset di bilik penjara Hana. Hingga membuat Hana selalu menantikan kiriman dari Michael. Kesetiaan Michael membacakan buku, membuahkan sebuah perubahan dalam diri Hana namun takdir berkata lain.

********************************

Film arahan Stephen Dalrdy pada tahun 2008 yang menghasilkan penghargaan untuk Kate Winslet sebagai aktris terbaik dalam Academy Award. Memang patut diajungin jempol untuk Kate Winslet untuk ketotalan akting dan ketotalan "kepolosan"nya. Ralph Fiennes sebagai Michael dewasa juga main dalam film Harry Potter sebagai Lord Voldemort.

The Reader diambil dari sebuah novel berjudul “Der Vorleser” karangan Bernhard Schlink seorang penulis Jerman. Cerita drama yang mengharu biru. Nikmati dan resapi makna film ini maka kalian akan hanyut dalam ceritanya. :)

17 August 2011

Untuk INDONESIA RAYA..

Nasional - Indonesia Raya
Ciptaan : W.R. Supratman / Wage Rudolf Supratman

Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Tanah yang mulia Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya
Indonesia Tanah pusaka Pusaka Kita semuanya
Marilah kita mendoa Indonesia bahagia

Suburlah Tanahnya Suburlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Tanah yang suci Tanah kita yang sakti
Disanalah aku berdiri 'njaga ibu sejati
Indonesia! Tanah berseri Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji Indonesia abadi

Slamatlah Rakyatnya Slamatlah putranya
Pulaunya lautnya semuanya
Majulah Negrinya Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka!! Merdeka!!
Hiduplah Indonesia Raya

19 July 2011

Tidung Island, Indonesia #3

8 Juli 2011

Huaaaaah, hari terakhir di pulau Tidung dan kami harus pulang!! Sedihnya.. :(


Sebenarnya dan seharusnya saya dan teman-teman pulang ke Jakarta menggunakan kapal yang sama dengan saat datang ke pulau Tidung, tujuannya juga sama kembali ke Muara Angke. Namun, karena kebaikan hati bapak pemilik penginapan yang menawarkan kami berlima untuk pulang menggunakan kapal Kerapu dengan tujuan Marina. Maka pulanglah kami dengan kapal Kerapu jurusan Marina Ancol.

Banyak alasan kenapa kami sangat mengharapkan bisa pulang ke Marina dibanding ke Muara Angke. Pertama, karena kapal Kerapu hanya bermuatan 25 orang saja sehingga jelas kami tidak perlu umplek-umplekan seperti di kapal ketika berangkat. Selain itu, kapal Kerapu lebih cepat jalannya karena memang kapal Kerapu menggunakan mesin seperti speed boat gitu.. (sotoy!) :D





Terlihat memang lebih bagus kan kapalnya? Di dalamnya juga bagus. Kursinya pewe buat duduk tapi hati-hati yaa kapal Kerapu ini gonjangannya kuat sekali! Awalnya susah sekali menyesuaikan posisi duduk dengan gonjangan yang kuat. Kepala kejedot-jedot terus, dikit-dikit harus pegangan. Kalau engga mau badan ikut melayang. hihihi. Saran dari bapak penginapan, baiknya kalau naik kapal Kerapu duduk di posisi belakang agar gonjangan tidak terlalu kuat.
Menurut cerita dari bapak penginapan juga, kapal Kerapu itu adalah kapal bersubsidi untuk para penduduk di kepulauan Seribu termasuk Tidung untuk ke Jakarta. Kadang juga para pejabat yang hendak ke pulau Tidung juga menggunakan kapal Kerapu ini.
Mengenai waktu keberangkatan memang lebih cepat dibandingnya jadwal yang ada. Kalau memang mau pulang memakain kapal Kerapu harus pesen tiket jauh-jauh sebelumnya dan kapal berangkat pukul 9 pagi. Sedangkan, kalau pulang menuju Muara Angke kapal baru akan berangkat siang sekitar jam 11-12 siang.

Perjalanan ke Marina menggunakan kapal Kerapu memang tidak langsung menuju Marina. Kapal akan mampir-mampir ke beberapa pulau seperti pulau Payung, pulau Lancang dan pulau Untung Jawa baru deh menuju ke pulau Tidung. Perjalanan kurang lebih 2 jam kurang.



Maka sekitar jam 11 siang kurang kami sampai di Marina Ancol dan mulai disambut dengan sampah dan air laut hitam :( Yang jelas pengalaman saya ke pulau Tidung adalah pengalaman pertama berpetualang bahari yang tak akan terlupa. Bagaimana pertama kalinya saya berenang di tengah lautan (bukan di pinggir laut), sensasinya tiada tara.. I'll missing every moments in Tidung Island.
Terima kasih banyak untuk mas Arie, Halim, Pak Aput (si pemilik penginapan), mas Ical, dan para ABK yang sudah mengantar dan menemani kami snorkelling..

10 July 2011

Tidung Island, Indonesia #2

7 Juli 2011

Hari kedua kami berada di pulau Tidung, kabupaten Kepulauan Seribu Selatan. Hari ini jadwalnya adalah melihat sunrise dari pantai Timur, snorkelling dan makan ikan bakar di malam hari. Saya akan mulai bercerita.

Sekitar jam 2 dini hari, pulau Tidung diguyur hujan yang cukup deras. Jam 5 pagi kami semua udah bagus dan bergegas menuju pantai Timur untuk melihat sunrise. Langit masih gelap, mata masih sepet tapi harus nge-gowes lagi ke pantai Timur dan tentunya bersama guide kami tercinta, Halim. hihihi. Sampai di pantai Timur belum banyak orang yang dateng. Serasa pantai miliki pribadi. :D


Menurut saya, sunrise-nya kurang ada gregetnya karena hujan yang datang dini hari. Akhirnya kami cuman foto-foto sepanjang menghabiskan waktu sebelum pulang dan menyiapkan keperluan untuk snorkelling. Gowes lagi untuk kembali ke penginapan, dan saya menggowes sepelan mungkin karena otot paha saya sakit. Maklum saya bukan penikmat sepeda. *jadimalu*

Di perjalanan pulang, Halim memberikan kami rute yang berbeda melewati jalur Selatan. Hmm, agak scary yaa lokasinya karena melewati Taman Pemakaman Umum (TPU) pulau Tidung. Di sebelah TPU ada bangunan seperti rumah yang ternyata itu adalah makam raja Tidung yang sebelumnya berlokasi di Barat pulau Tidung dan nama Raja Tidung adalah Raja Pandita. Uniknya disebelah makam Raja Tidung ada gedung KUA pulau Tidung. Lokasi yang unik. hihihi

Lanjut gowes dan sampailah di penginapan. Halim menyarankan untuk jangan terlalu siang berangkat snorkellingnya dan jangan lupa membawa roti tawar untuk pakanan ikan selama di laut. Si ibu penginapan juga udah siap dengan nasi box untuk makan siang kami dan para ABK. Saran aja yaa, engga perlu mandi lah kalau mau berangkat snorkelling. Percuma! hihihi. Bawa minum yang banyak yaa karena menurut pengalaman pribadi saya. Terlalu lama mulut terkena asinnya air laut akan membuat mulut terasa pahit.

Jam 9 kita udah siap di dermaga selatan pulau Tidung. Banyak sampah di dermaga ini, menurut Ical dermaga ini istilahnya "pantat"nya pulau Tidung. Banyak kapal nelayan yang merapat di sini. Kalau udah banyak kapal pasti ada pembuangan, baik botol-botol minum sampai minyak. Tapi tidak separah Muara Angke yaa.

Untuk menuju lokasi snorkelling kami menggunakan kapal kayu tapi tidak sebesar kapal dari Muara Angke. Tujuan pertama adalah pulau air. Kami kira perjalanan tidak akan lama tapi ternyataaa jarak antara tidung ke air selama satu jam. huft! Udah pakai ngantuk di atas kapal, anginnya cuuuy cepoy-cepoy bener dah!!



Yaaa, hampir mati gaya lah selama di atas kapal. Sepanjang jalan yang dilihat air. Saya jadi sempat terpikir bahwa semua ini memang atas kuasaNya. Air laut yang sebanyak ini bisa tidak tumpah pasti karena adanya daya tarik gravitasi tapi semua itu juga pasti karena kuasaNya dan di dalam hati saya berdoa semoga kami yang "kecil" ini tetap dalam lindunganNya. Saya juga sempat terpikirkan Tsunami, ombak yang alami selama di atas kapal saja sudah membuat kapal terombang-ambing. Bagaimana dengan Tsunami?? Lagi-lagi saya jadi teringat kapal minyak di Aceh yang terbawa ombak Tsunami sepanjang 15km. Astaghfirulloh!! Kita semua memang "kecil".. Maka sepanjang perjalanan menuju pulau Air, saya habiskan dengan merenung dan berdoa. :)



Finaaaalllyyy!! Kami sampai di pulau air, dan kami sudah di dalam air laut!! Iyaaaa beneran air laut bukan kolam renang. OMG!! Ini pengalaman pertama saya berenang di dalam laut. Jujur! Sedikit ada rasa takut dan awalnya membuat saya lupa dengan cara berenang seperti apa. Huft! hihihi. Pakai alat snorkelling menurut saya ribet banget, itu alat yang seperti pipa yang ujungnya harus dimasukkan ke dalam mulu kita (entah apa namanya) malah membuat saya sering minum air laut. Akhirnya saya lepas aja itu selang. Jaket pelampung belum berani saya lepas tapi melihat teman saya si Ami yang melepas jaket dan dengan asyiknya nyelem ke dalam terus foto-foto dengan karang membuat nyali saya naik.
Cukup lama kami snorkelling di pulau air, jumpalitan di dalam air. Berusaha banget megang ikan tapi engga pernah berhasil. hihihi. Otot-otot badannya saya pun ikut diuji di sini. Beberapa kali sempat otot punggung saya ke tarik karena gaya renang saya yang engga lazim di dalam laut. Tapi memang sulit sekali teman berenang menyelam ke dalam air laut. Mungkin karena kadar garam air laut yang tinggi maka sangat sulit untuk kita menyelam dan menyeimbangkan badan untuk tetap di dalam. Saya harus memberikan 4 jempol saya kepada Halim. Dia hebat sekali menyelamnya (yaiyalaaah!!) dan nafasnya itu loh panjaaaaang sekali. Dia betah di dalam air dan anteng sambil mengambil gambar kami yg seperti cacing kepanasan karena engga bisa diam. hihihi.
Perjalanan kembali dilanjutkan, tujuan selanjutnya adalah pulau Karang Beras. Pulau ini tidak berpenghuni. Pulau Karang Beras terdiri dari Karang Beras Besar dan Kecil, keduanya bersebelahan. Di pulau ini kami tidak snorkelling, hanya berkeliling sekitar pulau dan di sini kami menjarah banyak kerang, keong dan karang yang sudah terdampar di pinggir pantai. Indah banget ya Allah!! Warna air laut yang bergradasi dari hijau muda, sampai biru kelam. Cantiiik!!

Ini namanya buah pelindung (kalau tidak salah yaa..) rasanya aseeeeeeem bener! Di dalamnya ada bijinya, bentuk bijinya seperti biji duren.
Kalau yang ini kata si mas ABK namanya ubur-ubur kembang, cantik yaa!!
Lanjuuuut!! Pulau selanjutnya adalah pulau Payung, tapi sebelum menepi ke pulau Payung kami snorkelling lagi. Kata Halim, trumbu karang di pulau Payung tidak seindang di pulau Air. Tapi bagi saya kenapa lebih indahan yang di pulau Payung yaa.. Intinya sama saja, sama-sama cantik. :)


Selesai snorkelling di pulau Payung! Snorkellingnya engga terlalu lama di sini, dan intinya kurang puas snorkellingnya, masih pengen lagi!! Nagiiih!! x( Naik ke atas kapal dengan sedikit rasa tidak ikhlas karena harus segera menepi ke pulau Payung. Pulau Payung pulau yang berpenuhi jadi kita di sini bisa istirahat, jajan di warung yang ada di dermaga pulau Payung. Setelah beristirahat, Halim ngajak kita jalan-jalan menyusuri pantai pulau Payung dan saya terkesimaa dengan pemandangan laut dari pulau Payung. Cantiiiiiiik sekali!! Dari semua pemandangan yang saya pernah liat, pulau Payung lah yang paling cantik! Cukup lama kami main-main dan foto-foto di sini. Bercanda dengan si Halim. Hah! Rindunya masa-masa itu.

Dan akhirnya berakhir sudah perjalanan menyusuri pulau-pulau di kepulauan Seribu, mari kita pulang ke pulau Tidung. :) Sepanjang perjalanan, angin dan ombak semakin liar, heh! Pasti bakalan masuk angin nih, badan udah mulai terasa sakit semua di beberapa bagian. Tapi semua itu terbayarkan dengan apa yang kami dapatkan di pulau Tidung ini. :D
Bersih-bersih dan istirahat sebentar di penginapan. Jam 7 kita siap-siap lagi untuk makan ikan bakar di pinggir pantai. Kalau kata Halim nama tempatnya lampu delapan, karena di tempat makan ikan bakarnya ada tiang lampu tempak yang jumlah lampunya ada delapan. Capeeeek deh! hihihi. Halim sendiri loh yang menyediakan semua keperluan makan malam kali ini, mulai dari tiker tempat kita akan duduk, piring, minuman, sampai ikan yang akan dibakar. Halim juga yang membakarnya. TOP deh buat Halim. ;)
Mungkin sebenarnya saya sendiri kurang suka dengan ikan yang dibakar ini. Kata Halim nama ikannya ikan anak tongkol, tahu deh bener engga! hihihi. Yg ena bumbu kecap cabenya. Selain itu kita juga mesen es kelapa muda (lagi dan lagi?!) tapi koq yang kali ini rasanya lebih enak yaa dibanding es kelapa muda yang dipinggir pantai timur. Makan ikan bakar sambil lihat pemandangan langit yang penuh bintang. Jarang-jarang lihat bintang bertaburan dimana-mana, mungkin karena masih sedikitnya lampu di pulau Tidung jadi bintang terlihat jelas. :)
Dengan berakhirnya makan ikan bakar di pinggir pantai selatan pulau Tidung, maka berakhir cerita kami di hari kedua di pulau Tidung. Untu cerita selanjutnya saya akan menceritakan bagaimana perjalanan pulang kami.
Ditunggu yaaa.. :)