05 October 2010

Ramah Tamah, Tata Krama dan Sopan Santun Larinya Kemana Ya??

Masih berlaku engga yaa kalimat "Orang Indonesia adalah orang yang ramah tamah & sopan santun"??

Kira-kira di jaman ini apa iyaa masih ada orang Indonesia yang masuk dalam kategori ramah tamah & sopan santun?! Kalaupun ada pasti hanya sekian persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sebenarnya, koq bisa yaa orang Indonesia bisa dibilang orang yang ramah tamah & sopan santun yaa?? Ada yang tahu alasannya??

Padahal, di bangku sekolah terutama SD pasti diajarin yang namanya mata pelajaran PMP(Pendidikan Moral Pancasila), ada kan pasti hubungannya dengan ramah tamah & sopan santun. Guru-guru kita pun secara tidak langsung pasti memberikan pelajaran sopan santun di dalam kelas. Bagaimana cara berbicara dengan orang yang lebih tua, bagaimana cara bertingkah laku dengan orang yang lebih muda, bagaimana cara kalau berjalan di depan orang tua, bagaimana cara izin masuk ruangan dan sebagainya. Nah, kalau yang tidak bersekolah gimana cara belajar tata krama & sopan santunnya?!

Apakah belajar tata krama & sopan santun harus di bangku sekolah??

Kenapa kali ini saya bicara soal ramah tamah, tata krama & sopan santun, karena suatu kejadian yang pasti hampir setiap orang mengalaminya ketika berkendaraan umum Bekasi via Kalimalang. Anda sekalian pasti sudah hafal betul bagaimana cara para sopir angkutan umum (angkot) berlalu lintas. Angkutan umum saya berhenti karena ada seorang anak SMA yang menghentikannya, namun tiba-tiba angkot saya dipukuli oleh beberapa pengguna motor dari arah samping. Merasa tidak melakukan hal yang salah, si sopir langsung marah ke pengguna motor. Kata-kata kasar dan tidak sopan dikeluarkan baik sopir dan pengguna motor. Menurut pengguna motor, si sopir kurang ke pinggir berhentinya hingga membuat kemacetan, bahkan hampir terjadi tabrakan diantara pengguna motor lainnya. Bukan hanya antara si sopir & pengguna motor saja yang memanas saat itu, namun penjual siomay pun yang sedang mangkal di dekat TKP juga ikut memanas, ikut-ikut mengeluarkan caci-maki. Apa coba urusan si tukang siomay?? Bukannya melerai malah menambahi. Begitulah orang Indonesia! Mudah terpancing!

Dari tragedi angkot hari ini, benar-benar membuat saya berpikir, begini amat ya tata krama orang Indonesia. Sopan santunya diumpetin di mana sih?? Pernah belajar sopan santun tidak ya??

Apa ada hubungannya antara tingkat kesopanan dengan tingkat pendidikan seseorang?!

Dilihat kenyataannya, menurut saya, orang yang pendidikannya tinggi tidak menjamin memiliki sopan santun yang tinggi pula. Begitu juga sebaliknya orang yang tidak memiliki jenjang pendidikan belum tentu tidak memiliki sopan santun. Namun sopan santun itu ada karena adanya faktor kekeluargaan dan faktor lingkungan. Selain di bangku sekolah,sopan santun pasti juga diajarkan di dalam keluarga dan dipraktekkan di luar rumah dengan masyarakat. Namun, jika salah satu faktor tidak mendukung, kemungkinan besar sopan santun tidak akan ada!
With Love,

03 October 2010

Kisah Sehari Berpetualang di Cibubur..

Seneng ya rasanya kalau diajak jalan-jalan, apalagi sama pacar, kemana sajaaa hayuuuuk..

Kemarin, saya diajakin jalan-jalan sama pacar. Belum tahu tujuannya kemana, pokoknya judulnya nge-bolang. Bermodalkan rasa sok tahu. Kami memang lebih senang jalan-jalan ke tempat yang belum pernah kami jelajahi alias tempat baru. Bosen juga kan kalau seetiap pacaran di mall atau 21 terus.

Ow yaa, belum cerita yaa niat awal kita kenapa bisa kepikiran jalan-jalan ke KWC. Ini semua atas rekomendasi salah satu rekan kerja pacar, yang bilang klo di KWC itu banyak tempat makan yang enak-enak. Berhubung pacar otaknya cuman makan aja, tertariklah dia. Itu lah kenapa kita bisa ke sini kemarin.

Setelah bingung mau melangkah kemana motor si "Belalang Tempur" ini, kami memutuskan tujuan bolang kali ini adalah Kota Wisata Cibubur . Kenapa? Karena si pacar kerja di kawasan dekat Kota Wisata Cibubur. Kami penasaran seperti apa sih komplek perumahan yang elite di Cibubur ini. Dulu jaman masih kecil setiap ke Cibubur, pasti naik mobil dan jalurnya lewat tol. Belum pernah merasakan ke Cibubur naik motor dan lewat jalan kecil. Tujuannya agar saya lebih tahu daerah dan jalan baru.

Petualangan dimulai:
- Dari rumah saya di Cikunir Bekasi.
- Kami berdua bersama si "Belalang Tempur" mengarah ke Komsen Jati Asih.
- Dari lampu merah Komsen ambil belok kanan, melewati Supermarket Giant dan terus saja ke arah Villa Nusa Indah.
- Bertemu pertigaan ambil belok kiri, kalau belok kanan ke arah Kranggan, bisa juga mengarah Cibubur.
- Terus saja sampai ketemu gerbang raksasa Villa Nusa Indah. Tapi jangan masuk ke dalam gerbang melainkan belok kanan. Jalanannya rusak parah walaupun sudah dibeton.
- Selamat! Anda telah memasuki kawasan Gunung Putri Kabupaten Bogor. ^_^

WOW!! Waktu pertama kali lewat sini sama pacar beberapa bulan yang lalu, saya terheran-heran. "Heh?! Kita di bogor ini????" Heran karena ternyata tempat kerja pacar masuk wilayah Bogor. Berarti hampir tiap hari  si pacar Bintaro-Bogor. Beratnya mencari rezeki demi sebuah cincin berlian.

Kembali ke rute petualangan:
- Dari gerbang raksasa Villa Nusa Indah , belok kanan dan lurus saja mengikuti arus jalan.
- Bertemu dengan perumahan Villa Nusa Indah 5 (perumahan zaman sekarang ga mau kalah yaa dengan judul sinetron yang punya banyak seri).
- Tidak jauh dari Villa Nusa Indah 5 ada pom bensin Pertamina.
- Kurang lebih 300m dari pom bensin, baru terlihat pintu masuk Kota Wisata Cibubur (KWC). Pintu masuk yang saya lewati ini, ternyata adalah pintu masuk dari belakang perumahan.



Selamat datang di Kota Wisata Cibubur, Kota Sejuta Pesona!

Kesan pertama masuk kawasan Kota Wisata Cibubur ini kok ya gersang ya. Panas banget, belum banyak pohon-pohonnya. Rumahnya memang saya akui keren-keren banget, seperti rumah di luar negeri. Kalau kata pacar "Kayak rumah barbie yaa!" Tidak ada rumah yang ukuran kecil, semuanya besaaaar terutama rumah-rumah yang posisinya di jalur depan.

Putar-putar di KWC membuat kami seperti layaknya turis. Tengok kanan, tengok kiri. Kecepatan motor saja tidak lebih dari 30km, sangking menikmatinya. 

Sampailah kami di tempat yang keliatannya ramai, banyak yang parkir mobil, bahkan bis. Ternyata ini adalah tempat pusat kerajinan Indonesia, yang bernuansa seperti di China Town, yang terdapat gerbang bertuliskan "Gerbang Kemakmuran". Ini toh tempat yang kalau Hari Raya Imlek penuhnya ga ketulungan.

Hebohlah saya pas lihat gerbang itu, "Itu kan yang pernah di tv yaaa!! yang klo Imlek penuh banget!!" Awalnya malas masuk karena lihat gerbang kemakmuran kami jadi penasaran, seperti apa situasi di dalamnya. Ternyata setelah masuk ke kawasan kerajinan Indonesia ini, rata-rata barang yang dijual kok seragam. Semua barang beraksen china, berwarna merah, payung, kipas, aksesoris. Itu-itu saja! Saya jadi bosan di sini. Berhubung cuaca juga sudah mendung dan mengingat kami naik motor jadi bergegaslah kami cabut dari sini. Kesimpulannya tidak ada yang bisa saya nikmati di dalam toko Gerbang Kemakmuran ini.

Setelah dari Gerbang Kemakmuran, kami jadi bingung mau kemana lagi kah kami? Padahal sudah tanggung ada di Cibubur. Si pacar bilang "Ke Cibubur Junction aja yuk!!" Ayoooook!! (ujung-ujungnya mall lagi?!) Setelah tanya ke petugas keamanan, dari KWC ke Cibubur Junction, keluar dari pintu utama dan ambil belok kanan. Baiklah.. berangkat!!

Sepanjang perjalanan menuju pintu keluar KWC, saya kembali menjadi turis. Tengok kanan, tengok kiri. Kebiasaan saya yang suka tengok kanan & tengok kiri ini bikin pacar suka bilang "Aku kayak bawa orang desa deh!". Sewot sih tapi peduli apa sambil tetep bercuap-cuap "keren yaa!". Pintu masuk depan memang lebih berbeda dari pintu masuk belakang. Kalau pintu masuk depan, suasanya jauh lebih teduh. Pohon rindang, pokoknya hijau banget. Jadi senang  lewat sini. Sangking teduhnya, sampai ada tanda larang "Dilarang Piknik di Sini". :D

Sampai di gerbang pintu depan KWC, bertemu dengan kemacetan di U-Turn untuk yang mengarah ke Cibubur Junction. Sepanjang jalan Raya Cibubur-Cileungsi macet. Sepanjang kemacetan ini, saya mulai bete, tanya ke pacar "Ini ujungnya mana sih?? Mana junctionnya?? Ini ga ada jalan arlernatif apa??" Tidak terbayangkan kalau rumah saya di Cibubur,  tiap hari terkena macet seperti ini.

30 menit perjalanan bermacet ria, sampai juga kami di Cibubur Junction. Salah satu mall yang katanya paling dibanggakan warga Cibubur. Kesan pertama sampai di Cibubur Junction (belum masuk gedung yaa) adalah parkir motornya mudah dicar, tidak seperti beberapa mall di tengah ibu kota yang tidak menyediakan parkiran motor. Kesan kedua saat kami masuk ke dalam mall Cibubur Junction, kami serentak bilang "Panas yaaa!!!" . Maklum sebagai pengendara motor yang sudah berpanas-panas ria di luar harapannya saat masuk ke dalam gedung inginnya udara sejuk yang nyaman. Ini malah 180 derajat. Saya pikir mungkin karena masih di lantai GF dan dekat dengan pintu keluar jadi AC belum terasa. Tapi kok ini udah di lantai 1 masih saja gerah. :( 

Keliling-keliling, naik turun-naik turun kami belum juga menemukan hal yang menarik di dalam mall ini, walaupun ada beberapa toko kesukaan yang ada di sini. Toko sepatu Charles & Keith di sini pun tidak selengkap di mall lain. Matahari juga tidak semenarik Matahari yang ada di MM. Akhirnya di sini kami hanya numpang neduh dari hujan dan numpang makan di Bakmi GM.

Setelah hujan reda, kami memutuskan untuk pulang saja. Perjalanan pulang ternyata jauh lebih lancar hanya 15 menit sudah sampai pintu masuk KWC, kembali menikmati pemandangan hijau yang baguuuuus banget! Meskipun melewati jalur yang sama dengan keberangkatan tapi kenapa perasaan saya merasa perjalanan pulang itu terkadang lebih cepat dibanding perjalanan berangkat. Kalian juga?? 45 menit sudah sampai Komsen lagi..

Dan jam 18.30 kami sudah sampai kembali di rumah di Cikunir Bekasi.. :)

Sangat menyenangkan berpetualang model begini, suka sekali dan kebetulan pacar juga suka berpetualang. Niat kami kalau ada waktu pengen mencoba ke Bogor lewat jalur yang sama dengan yang ke Cibubur. Tapi ada yang tahu jauh jalurnya?


With Love,

22 September 2010

Situasi Baru di Lantai Sembilan

Setelah menunggu hampir satu tahun kurang, akhirnya bisa duduk juga di bangku yang empuk ini plus meja besar (bukan kursi meja merek chitose) lengkap dengan projector dan ac yang super duper dingiiiiin.. Niat awal memang bukan di lantai sembilan ini saya melanjutan sekolah yang belum tuntas, tapi memang nasib tidak memutuskan bersekolah di kawasan kuning. Yaaa apa mau dikata!! Tetap menikmatinya.. Semua memang harus dinikmati..

Masuk hari ketiga, tapi sepertinya masih butuh waktu juga untuk beradaptasi dengan situasi yang baru ini. Bukan hanya situasi baru yang harus dibiasakan ternyata situasi lama juga harus dibiasakan 'kembali'. Situasi baru dimulai dari hal sederhana, cara berpakaian.

Terlihat sepele, cuman baju dan celana. Tapi buat saya ini susah! Hampir 95% uang yang saya belanjakan untuk membeli baju, itupun bukan kemeja. Celana? Bisa setahun sekali saya beli celana, itupun celana jeans. Sedangkan yang dibutuhkan adalah kemeja dan celana bahan plus high heels (itu khusus saya). Walhasil, tiap hari pertanyaan "besok pake baju apa ya?!" dan korbannya adalah pacar dan para sahabat..

Kemudian, teman-teman seperjuangan saya di kelas A ini. WOW!! Top markotop!! Ada dua orang yang sangat kritis di dalam kelas saya. Pria dan wanita. Si pria nampak sudah sangat berpengalaman dalam hal alat-alat tes psikologi, sepertinya dia kerja di biro, sedangkan si wanita jebolan UI (udah pada tau yaa klo lulusan ui gmn). Tapi, kenapa saya belum apa-apa sudah ilfil (ilang feeling) dengan mbak-mbak UI ini, sebabnya? Hanya para sahabat saya yang tahu. Ada tiga alasan saya ilfil berat..

Terakhir, cara mengajar para dosen. Sangat berbeda sekali dengan di s1, sangat berbeda! Dibilang serius juga tidak, dibilang santai juga tidak. Hmm, mungkin lebih tepatnya dewasa. Berpikir lebih dewasa dan logis. Kita sendiri sebagai mahasiswanya juga harus mengimbangi para dosennya.

Sedangkan situasi lama yang harus dibiasakan "kembali" adalah bangun pagi dan bermacet-macet ria sepanjang kalimalang atau tol dalam kota. Mulai harus terbiasa dengan tugas dan ujian.. Fiuuuhh!!

Namun, semua itu memang saya jalani dengan hati tanpa paksaan kanan dan kiri. Demi mimpi!


With Love,

29 June 2010

Lima tahun kami bersama..

Singkat Sejarah:

Pertama kalinya saya bertemu Karina di acara ospek kampus tepatnya tanggal 7 September 2005, kita lagi sama-sama istirahat. Tiba-tiba, Karina negur saya dengan nada yang antusias, "Kenal Willy engga?" dan saya anggukkan. Sedikit bercerita, ternyata Willy adalah mantannya saat SMA. Sejak itu saya tidak pernah bertemu Karina.

Pertama kalinya saya bertemu Dewi dan Sasha di ospek fakultas, sehari setelah pertemuan saya dengan Karina. Dewi dan Sasha berbaik hati memberikan sedikit celah agar saya yang telat datang ini bisa kedapatan tempat duduk. Saat itu, kami para mahasiswa baru diwajibkan menggendong boneka kecil di pundak dan yang saya gendong adalah boneka babi. Boneka babi itulah yang membuat saya, Dewi dan Sasha menjadi akrab di hari pertama ospek fakultas. Kemanapun si kakak ospek menyuruh kami, kami selalu bertiga.

Hari pertama kuliah. Ternyata, saya satu kelas dengan Dewi dan Sasha. Pasti senang dan heboh banget. Kami betiga duduk di barisan paling belakang dan saya masih ingat mata kuliah pertama di bangku kuliah adalah Ilmu Budaya Dasar. Jujur dan mohon maaf ibu Dosen, sampai sekarang saya tidak paham dengan isi materi Ilmu Budaya Dasar :D

Masih di hari yang sama saat pulang kuliah, saya masih dan makin lengket dengan Dewi dan Sasha. Tiba-tiba, Dewi bilang "Sebentar yaa gw nungguin temen gw dulu, mau pulang bareng soalnya". Dan saat si teman Dewi datang, malah saya yang heboh karena ternyata yang datang adalah Karina. Iyaa Karina yang  mantannya Willy teman sma saya itu.. Hebohlah kita berempat di lobby fakultas psikologi!!

Tahun 2006, Tahun 2007, Tahun 2008, Tahun 2009, Tahun 2010..

Kami tetap bersama dalam suka dan duka, hidup dalam gosip, hidup dalam berfoto ria, hidup dalam masalah, hidup dalam hidup masing-masing. Jarang bertemu adalah masalah kami akhir-akhir ini. Tentu karena kami telah lulus kuliah, dan punya kehidupan, kesibukan dan masalah kami masing-masing.

Mereka bertiga, adalah orang kepercayaan saya untuk berbagi dan berdikusi mencari cara menyelesaikan permasalahan saya yang jelas tidak bisa saya selesaikan sendiri. Mereka bertiga, adalah teman, sahabat, kakak, adik, dan keluarga buat saya..


Tahun 2006, duduk manis di depan lobby kampus. Masih jamannya nongkrong di lobby sebelum mengenal yang namanya belged. Kalau tidak salah, setelah ini saya dan Sasha mau ke Mall Kelapa Gading karena urusan "tertentu"..

Tahun 2006, tahun dimana kami sebagai mahasiswa psikologi yang lagi rajin-rajinnya ikut pelatihan dan seminar. Salah satunya ini, pelatihan SEFT di auditorium RS Gatot Subroto..




Foto ini bukti bahwa kami sudah beralih menjadi anak belged (belakang kampus). Kami mulai sering nongkrong di belged semenjak saya dan Sasha menjadi salah satu panitia ospek di Sukabumi di tahun 2006. Hayoooo!! Ada yg bisa tebak mana saya, Sasha, Dewi dan Karina?!


Tahun 2006 sekitar bulan November/Desember, kalau kami bertiga sedang pakai baju warna putih itu berarti lagi musim ujian, bisa UTS atau UAS.


Tahun 2007, kami bertiga lagi sibuk-sibuknya jadi panitia Lipsi (acara pertandingan olahraga di fakultas psikologi) 2007 di Lapangan Banteng. Siang hari dan panas-panasan di tengah lapangan makanya jangan heran kenapa muka kami kucel dan dekil semuanya. 


Tahun 2008, masih hobby ikut pelatihan psikologi. Kali ini, kami ikut pelatihan alat tes psikologi di hotel daerah Proklamasi. 

Ini di Mall Kelapa Gading, dulu kami hobby banget main ke sini, yaa ada alasan tertentu juga sih kenapa kami suka ke sini... Oh yaa, tolong abaikan model poni saya yaa, itu hasil kreasi potong poni sendiri. hehe.


Setelah berteman bertahun-tahun, baru kali oni kami bisa Photo Box. Sangking noraknya, gaya kami semua engga ada yang bener padahal saat itu sudah ga jamannya lagi Photo Box. Secara kamera di handphone sudah mulai canggih.


Plaza Semanggi


Acara Jakarta Fashion and Food Festival 2008 di La Piazza Gading. Acara JFFF memang salah satu festival yang hampir setiap tahunnya kami jadikan moment temu kangen.. 


Di kelas ruang AC 302, setelah ambil OP (objek penelitian)


Foto ini di ambil di mall Margo City. Mall paling jauh yang pernah saya, Karin dan Dewi datengin. Kalau buat Sasha mah selepetan secara rumahnya di Depok. Oh yaa, ini juga foto pertama Dewi menggunakan hijab. Alhamdulillah..


Di awal januari 2009, sudah mulai susah berjumpa karena kesibukan kami masing-masing yang mulai masuk semester skripsi. Sekalinya ketemu langsung foto di dalam "toilet" yang as always lightingnya selalu cerah.


Foto terakhir kami menggunakan seragam putih hitam yang berarti kami bebas dari ujian UAS. Lokasi di Gramedia Matraman.

Bioskop Metropole Megaria


Happy birthday Karina!! Di Solaria Semanggi, merayakan ultahnya Karin. Selain kami, ada pacar-pacar kami, Freza dan Rangga. Mereka berdua engga perlulah ikut foto, cukup kami  berempat saja..


Bioskop Metropole Megaria
Ini foto terakhir kami, tepatnya tanggal 7 mei 2010 di bioskop TIM yang sudah direnovasi..

Dear, My Best Girlfriends..
Please, keep contact, keep kongkow, keep smiling, keep sharing, keep together and keep loving each others.. I LOVE U ALL..

Foto tambahan:



Tahun 2013 bulan Juni di hari pernikahan sahabat kami Hadiyanto "Cupid" Kurniawan, akhirnya kami bisa bertemu dan foto berempat lagi. Setelah lamaa tidak berjumpa, kangen sekali.. 


With Love,


10 June 2010

I'm Totally Scorpio Girl


Terlahir 24 Oktober 1987

Maka Scorpio lah zodiak saya, dan saya bangga menjadi Scorpian Girl.. :)

Kalau dilihat dari jenjang tanggalnya Scorpio berada pada tanggal 23 Oktober - 22 November, dan tanggal lahir saya posisinya di awal sehingga terkadang banyak orang merasa ada sedikit sifat Libra pada seorang Scorpian sedangkan saya sendiri tidak pernah merasa seperti itu malah saya benar-benar merasa Scorpio sejati karena hampir semua sifat zodiak Scorpio ada pada diri saya, seperti:
  • Pandai menyimpan rahasia ..... ini saya banget!
  • Keras kepala ..... sedikit kok :)
  • Memiliki pendirian teguh ..... yaa, terkadang..
  • Serius ..... absolutely yes!! Buat saya semua hal harus dikerjakan serius agar membawa keberkahan..
  • Tidak banyak bicara bila sedang asik bekerja ..... hahaha!! Iyaa banget!! Teman-teman sekerja saya pasti sudah hapal..
  • Mudah naik darah dan tersinggung ..... kalau tersinggungnya iyaa, tapi pasti saya pendam dalam hati, malulah kalau marah meledak-ledak..
  • Sensitif ..... betul sekali, terutama menjelang datangnya "tamu" yaa..
  • Rajin bekerja ..... Alhamdulillah sejauh ini masih dicap guru yang rajin oleh si owner..
  • Berwibawa dan agung ..... nah! kalau ini saya tidak bisa menilai deh.. :p
  • Sedikit angkuh ..... apa iyaa yaa?!
  • Serius dalam hal cinta ..... of course!! never getting a loser..
  • Pencemburu ..... konon katanya sifat pencemburu Scorpio bukan atas ingin menguasai pasangan tapi karena ingin melindungi pasangan dari godaan wanita/pria terkutuk!
  • Cenderung menguasai pasangan ..... Iyaa hal ini juga sudah diaminkan oleh psikolog, kata beliau, saya ini wanita dominan..
  • Pandai membuat pasangan merasa senang, bahagia dan tentram ..... Alhamdulillah, 5 tahun ini pasangan saya merasa saya adalah comfort zone-nya...
  • Setia ..... sudah teruji dan jaminan!
  • Dedikasi tinggi ..... ini pun sudah teruji dengan 6 tahunnya saya mengabdi di suatu sekolah musik di Bekasi..
  • Pendendam ..... bah! Ini juga saya banget.. Kalau saya sudah tidak suka dengan seseorang, mohon maaf saya tidak akan menganggap dia ada..
  • Penuh tanggung jawab ..... Semoga selalu bertanggung jawab dalam segala urusan, satu hutang tanggung jawab saya yang belum lunas, mendapatkan gelar "M.Psi, psikolog"
  • Ambisius ..... Sepertinya tidak juga..
  • Memiliki semangat yang tinggi ..... as always!!
  • Penuh bakat ..... kok saya ga merasa punya bakat banyak, entahlah apakah musik bakat saya atau hasil dari latihan bertahun-tahun?!
  • Pekerja keras ..... pekerjaan apapun saya lakoni dengan satu alasan tidak licik.. 
  • Pendiriannya kukuh ..... terkadang iyaa, terkadang saya juga butuh masukan dari orang tua dan sahabat saya..
  • Tidak mudah terpengaruh ..... hmmm, ada benarnya karena saya merasa saya punya pilihan sendiri tidak mesti ikut pilihan orang lain.
  • Pantang menyerah ..... ada kalanya saya juga merasa capek dan ingin menyerah, dan yang membuat saya bangkit adalah sebaris pepatah Jawa "Alon-alon asal kelakon".
  • Penuh perhatian ..... saya senang memberikan perhatian kepada orang lain, karena saya percaya jika saya berbuat baik maka kebaikan akan datang kepada saya..
  • Pandai mengatur rumah tangga ..... nah ini nih kayaknya no comment dulu ya..
  • Tidak suka perlakuan kasar ..... Yes!!! Saya senang ketenangan dan kedamaian, saya tidak senang melihat orang berdebat karena sebagian besar perdebatan itu berujung negatif..
  • Jujur ..... hehehehe, saya kan juga manusia biasa..
  • Berani ..... berani dalam hal apa dulu yaa??
  • Teliti ..... 99,99% saya banget! 
  • Tabah ..... mungkin lebih tepatnya sabar kali yaa.. menurut sahabat saya, saya adalah miss patient, ini pujian atau sindiran ya?!
  • Curigaan ..... dengan berat hati saya akui saya curigaan kelas berat, perasaan curiga saya ini pasti beralasan kok..
  • Emosi meledak-ledak ..... Yaa, terkadang kok.. hehehe.. 
  • Tidak segan-segan berkata kasar bila sedang marah ..... meskipun saya senang dengan kedamaian, tapi kalau sudah terjun ke jalanan ibu kota ini rasanya mulut harus digembok..
  • Nekad ..... beberapa kali saya akui saya nekad, biasanya kenekatan saya ini karena sempitnya pikiran saya saat itu dan penuhnya emosi di hati dan kepala.
  • Mementingkan diri sendiri ..... hmmm, ini orang lain saja yang menilai yaa.. :)
Saya kagum dengan si penemu zodiak ini, bukan hanya penemunya tapi juga si "peramal" sifat-sifat dari masing-masing zodiak, yang hampir semua orang meng-amin-kan sifat-sifat itu dengan kata "Gue banget!" Sama seperti halnya saya kagum dengan para penemu alat tes psikologi terutama alat tes grafis dan rorschach, kok bisa yaaa hasil alat tes sesuai dengan kepribadian si subjek.. Bagaimana saya selalu terkagum-kagum dengan hasil temuan mereka setelah saya selesai menginterpretasi psikotes, dan berulang kali selalu bilang "Kok bisa tepat begini yaa?!"

With Love,


14 May 2010

PMS, membunuhku..

Konyol..

Niatnya mau nengok pakde yang sakit di RS.Mitra Keluarga Bekasi Barat, malah saya yang tiba-tiba terbaring di UGD akibat "tamu" bulanan yang dinanti-nanti akhirnya datang juga dan belum diisinya perut dari semalam..

Bergejolak lah perut ini selama di perjalanan ke RS, sakitnya muncul-hilang, muncul-hilang, muncul-hilang tapi masih bisa ditahan. Mulai semakin sakit pas saya sudah berada di kamar rawat pakde yang penuh dengan saudara-saudara. Keringet dingin sudah mulai keluar dan kaki juga mulai lemas tapi ga ada kursi kosong. Dengan sekali kode, ayah saya mengerti bahwa waktu menjenguk sebaiknya dipercepat dengan alasan yang mungkin beliau sendiri engga tahu. Saat pamit saja badan sudah mulai goyang. Lokasi kamar rawatnya ada di lantai 5 yang berarti saya harus menunggu pintu lift terbuka. Rasanya pengen jongkok saja di depan lift :(

Selama perjalanan ke lantai bawah saya harus digandeng sama bapak. Disempetin juga untuk beli kiranti dan lemper karena saya belum makan dari kemarin malam. Bukannya membaik dengan adanya dua benda itu, tapi malah semakin menjadi sakitnya. Saat itu yang ada di pikiran saya hanya toilet. Saya harus ke toilet!!

Sakitnya sudah makin menggila, lemas dan keram perut yang tiada tara sakitnya. Jalan sudah ga mampu rasanya, akhirnya saya hanya bisa duduk anteng dengan muka sangat pucat di depan pintu UDG menunggu ayah saya yang akan menjemput saya naik mobil karena saya sudah ga mampu untuk berjalan ke parkiran. Tapi ayah saya belum datang, saya malah diajak perawat untuk masuk ke dalam UGD mungkin dia kasihan melihat saya yang sudah tepar ga berdaya. Saat itu saya sudah ga bisa berpikir apapun yang ada hanya mencari kenyamanan dengan rebahan di bangsal UGD bahkan ayah saya tidak sempat saya kabari. 

Saat sadar, ternyata sudah ada tante (anaknya pakde) yang membawakan minum dan biskuit tapi sayang mulut rasanya ga bisa menelan makanan. Meskipun saya semaput, saya masih bisa dengar dokter bilang " Diinjek ya?!", maksudnya apa? Seumur-umur setiap saya kram perut akibat PMS ga pernah sampai harus disuntik, palingan perut yang dikompres sama botol panas. Awalnya saya pikir suntikannya sama dengan suntikan yang lazim dipakai untuk imunisasi. Ternyata, bentuknya...


Baru kali ini saya disuntik dengan gaya seperti ini, jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan obat dimasukkan melalui selang yang langsung masuk ke dalam pembuluh darah seperti diinfus. Rasanya sakit luar biasa!! Saat dimasukin jarumnya memang ga terlalu sakit, tapi saat cairan obat yang menurut perawat berguna untuk mengurangi kram perut di masukin lewat selang itu rasanya antara ngilu dan sakiiiiit. Seperti ada yang mengalir di peredaran darah. 

15 menit kemudian..

Rasa sakit di perut mulai menghilang, walaupun sedikit masih ada tapi masih bisa diatasi dan boleh pulang deh!! Yeee...

Kejadian hari ini benar-benar pengalaman yang luar biasa. Kram perut sampai harus masuk UGD!



With Love,