02 February 2016

2016 : Preparation : Intro ♥

Helllo world!!

Surprise juga karena ternyata sudah setahun blog ini ga dibuka-buka.. *malu*

Dan cuman karena kepengen ngikutin trend "nulis persiapan pernikahan di blog" seperti capeng lainnya, akhirnya dibuka lagi blognya. hihihi.. *malu*

Mari kita sudahi intro ini dan lanjut ke inti cerita.. :)

Tanggal 11 Oktober tahun lalu, Mr. Right (insya Allah) ngajak nikah. Bukan bentuk lamaran yang seperti cerita dongeng dimana si pria berlutut di depan si wanita sambil memegang cincin tapi hanya pakai kata-kata "Nikah yuk!".. mulai atur strategi untuk bicara ke orang tua masing-masing..

Tanggal 14 November tahun lalu, Mr. Right (insya Allah) ngajak lihat cincin di toko emas di Plaza Melawai. Sebelumnya dia juga sudah hunting ke beberapa toko emas di Cikini dan di Plaza Melawai. Toko sudah cocok, model sudah cocok. Tinggal tugas Mr. Right mencari "sesuatu" barang yang sudah gw idam-idamkan dari dulu dan "sesuatu" itu akan jadi mahar nantinya (insya Allah).

Tanggal 19 Desember tahun lalu, Mr. Right (insya Allah) akhirnya gw izinkan untuk minta restu dan izin nikah ke orang tua gw. Persiapan skenario sudah kita siapkan. Wanti-wanti kalau bapak tanya hal-hal yang perlu ditanyakan. Ternyata skenario yang sudah disiapkan malah ga terpakai sama sekali. Bapak hanya bilang, "Ya, silakan. Persiapan nanti-nanti saja kan masih lama..". :D

2016!! Yeeeeee....

Persiapan yang lebih serius mulai di bulan Januari ini. Mulai dari cari tanggal, deal harga wedding planner pakai jasa DnR, deal harga vendore foto pakai jasa Lockomotion Pictures, deal pakai jasa decoration K'Jogja, hunting gedung sekitaran TMII, deal pakai jasa catering Alfabet dan datang ke beberapa wedding expo.

Tanggal Penikahan
Sengaja gw yang memutuskan, Mr. Right (insya Allah) hanya tinggal bilang OK. Permintaan dia cuman satu yaitu akhir tahun. Gw sendiri ga mau kalau di bulan Desember karena banyak libur. Pengennya bulan September biar sama dengan bulan jadian tapi terlalu cepat. Bulan Oktober pasti ga bisa karena bulan Suro. Menurut adat Jawa, tidak baik menggelar hajatan di bulan Suro. Bulan November paling ideal menurut kita berdua. Tanggalnya? Masih rahasia..

Wedding Planner
Atas kesepakatan bersama, kami pakai jasa wedding planner dari DnR Wedding & Event Organizer. Secara gw dan Mr. Right (insya Allah) sibuk mengumpulkan pundi-pundi rezeki. Jam kerja kami berdua juga ga matching. Jadi daripada rencana ini terbengkalai akhirnya pakai jasa wedding planner. Kebetulan, pemilik DnR adalah teman gw sendiri. Jadi gw merasa lebih santai untuk konsultasi pernikahan dengan DnR..

Photo & Video dan Decoration
Kalau untuk 2 vendore ini gw serahkan sepenuhnya ke Mr. Right (insya Allah) karena dia yang punya kenalan di kedua vendore tersebut. Giliran gw yang tinggal bilang OK. Untuk photo & video kami percayakan pakai Lockomotion Pictures dan untuk dekorasi kami pakai K'Jogja. Insya Allah memuaskan! Kami berdua sudah lihat banyak hasil kerja mereka dan selalu senang lihatnya..

Catering
Sudah dari jaman dulu tahu kualitas dari Alfabet Catering. Makanya untuk vendore catering gw ga ada pilihan-pilihan lainnya cuman Alfabet dan ternyata ibu gw pun setuju dengan kualitas Alfabet. Mr. Right (insya Allah) pun juga setuju karena sudah kenal baik dengan beberapa kapten Alfabet dan semuanya punya track record baik. Alhamdulillah di wedding expo di Balai Kartini kemarin, gw sudah deal dan kasih DP untuk pakai jasa catering dari Alfabet.

Gedung Pernikahan
Tanggal 20 Januari gw dan DnR mulai hunting ke gedung-gedung pernikahan sekitar TMII. Hmm.. untuk cerita lengkapnya akan gw bahas di post selanjutnya saja yaa karena bakalan panjang ceritanyaaaaa..


Sekian cerita awal dari persiapan hajatan akhir tahun nanti (insya Allah!)..



With Love,


30 January 2015

Receh Untuk Buku 2015..

Selamat Tahun Baru 2015!! :)

Alhamdulillah misi Receh Untuk Buku 2014 sudah selesai dan receh yang terkumpul selama 2014 sebanyak Rp. 102.000. Termasuk banyak atau sedikit ya? Mungkin kalau saya lebih rajin menyisihkan receh setiap hari receh yang terkumpul bisa lebih banyak dari sekarang.



Sesuai tujuan dari misi ini, receh yang terkumpul akan saya belikan buku. Buku yang akan dibeli juga sudah saya pilih, yaitu: Ephemera (karena jatuh cinta dan patah hati hanya sementara) seharga Rp. 49.000 plus ongkos kirim Rp. 19.000 dan Pemulihan Jiwa #3 seharga Rp. 24.000. Semua total belanja sebesar Rp. 92.000, sisa Rp. 10.000 akan saya masukkan untuk celengan tahun 2015 ini.

Ini dia wujud buku yang saya beli..


Novel Ephemera ini saya tahu dari salah satu account di Instagram yang mempromosikannya. Ternyata response pembacanya positif banget. Banyak kata-kata positif, itu salah satu alasan saya penasaran dengan buku ini. Sayangnya belum dijual di toko buku, jadi harus lewat online kalau mau beli. Sejujurnya saya belum baca sampai selesai, hanya cerita pertama yang baru selesai dibaca, belum ada waktu :) Jadi saya belum bisa cerita deh. Kira-kira apa pendapat saya dan pembaca lainnya akan sama setelah baca buku ini?!

Satu lagi! Buku Pemulihan Jiwa #3. Saya tahu tentang buku ini karena pernah lihat teman saya membacanya. Belum tahu pasti tentang isi bukunya cuman kok rasanya buku ini bisa membantu saya ya dalam beberapa hal yang bergelayut di pundak.. *upps jadi curhat :) Response pembacanya juga ga kalah positif sama novel Ephemera. Bahkan account twitter @pemulihanjiwa sudah sampai 1juta follower, ternyata banyak juga orang yang butuh jiwanya dipulihkan. hehe. Sebenernya buku ini masih dijual di toko buku tapi karena saya ga ada waktu untuk mampir ke toko buku akhirnya beli di toko buku online langganan saja. Makanya dapetnya yang kondisi second tapi masih yahud kondisinya.

Sengaja saya pilih dua buku ini yang diluar dari jenis buku favorite saya. Bisa saja saya pilih buku novel romance yang biasa saya baca tapi kok jadi ga special yaa rasanya. Pengennya hasil receh yang dikumpulkan dibeliin buku yang penuh makna positif yang berdampak positif juga untuk diri sendiri. :)

Tahun 2015 ini, misi Receh Untuk Buku 2015 diadakan lagi!!


Mari kembali menabung untuk membeli buku. Sisihkan receh setiap harinya *kalau ingat. Satu tahun itu cepat loh, ga akan terasa tiba-tiba akan sampai di hari terakhir tahun 2015 dan saatnya menghitung receh. Sampai ketemu di hari penghitungan Receh Untuk Buku 2015! xoxo



With Love,

31 December 2014

Tapi Bagaimanapun..

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
tapi bagaimanapun, berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu dan beberapa sahabat sejati;
tapi bagaimanapun, jadilah sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
tapi bagaimanapun, bangunlah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.

Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu.

Ini bukan urusan antara engkau dan mereka.

- Mother Teresa

With Love,

New Year Eve..

Hari terakhir di tahun 2014. Waktu memang berjalan begitu cepatnya. Sampai-sampai tidak terasa akan masuk tahun 2015. Seperti biasanya malam tahun baru lebih sering di rumah, menikmati kembang api  yang orang lain nyalakan bersama orang rumah dari lantai teratas alias tempat talang air. Tidak ada yang spesial. Memang sejak kecil malam tahun baru bukan masuk dalam kategori hari spesial.

Biasanya akhir tahun begini, banyak orang yang flash back. Mengingat peristiwa apa saja yang sudah terjadi setahun belakangan ini. Khusus saya, itu tidak berlaku. Hmm, saya sedikit anti main-stream. Buat apa mengingat peristiwa setahun ini kalau lebih banyak peristiwa pahitnya dibanding manisnya. Ok, cukup! Tidak perlu dibahas lebih lanjut.

Malam terakhir di tahun 2014 sepertinya akan saya isi dengan beberapa kegiatan, sekedar membunuh waktu hingga waktunya berganti tahun. Salah satunya yang sedang saya lakukan ini, posting blog. Membayar dosa karena jarang mengunjungi blog pribadi. Merevisi postingan jadul yang perlu diedit. Satu lagi, saya harus membuat laporan keuangan bulanan pribadi. Berhubung besok sudah berganti bulan, dan sudah ada rencana kegiatan jadi nampaknya tidak ada waktu lagi. Tidak baik kan menunda pekerjaan?!

Kegiatan terakhir, menghitung jumlah koin yang sudah dikumpulkan selama setahun ini dalam rangka ikut berpartisipasi acara "Receh Untuk Buku 2014". Silakan baca post saya di sini. Sesuai rencana uang koin ini akan saya belikan buku. Sayangnya diawal ikut acara ini saya belum punya buku incaran dan minggu lalu akhirnya saya tahu buku apa yang akan saya beli, yaitu buku "Ephemera".



Kenapa buku ini? Sejujurnya saya teracuni oleh suatu account Instagram yang membahas tentang buku ini. Saya senang membaca quote yang asalnya dari buku ini. Kata-katanya menusuk dalam di hati dan berenang dalam di pikiran. Jadi penasaran. Semoga buku ini sesuai harapan awal bisa menyembuhkan luka hati. Nampaknya saya melarat sekali yaa. xixi.. Tidak sabar untuk segera ikutan pre order buku Ephemera. Fyi, buku ini belum dijual di toko buku sehingga penjualan melalui sistem pre order melalui online.

Last paragraph, selamat tahun baru 2015 teman. Selalu ada harapan dan kesempatan setiap harinya, tidak perlu menunggu awal tahun untuk membuat resolusi. Setiap membuka mata di pagi hari, selain sujud subuh sekalian ucap resolusi yang disaksikan dan diaminkan oleh para malaikat. Aamiin..


With Love,

26 December 2014

Cahaya..

Ternyata ini belum berakhir, malah ini suatu permulaan. Teka-teki yang akhirnya terjawab sudah. Bingung diantara suka atau harus berduka. Diantara bersyukur atau meratapi. Suka karena akhirnya terkuak sudah misteri selama ini. Duka karena semua rencana menguap begitu saja. Syukur karena Gusti menjawab. Meratapi karena merasa terhina.

Ternyata benar kata-kata orang itu, cinta itu buta. Bahkan hati dan pikiran ikut dibutakan, bukan hanya mata. Tidak perlu menyalahkan siapapun, salahkan saja diri sendiri kenapa bisa menjadi sosok pribadi yang terlalu penyabar, terlalu percaya, terlalu permisive, dan terlalu mencinta. Makan itu cinta!

Pernah dengar air susu dibalas air tuba?! Sering yaa didengar di jaman SD pelajaran Bahasa Indonesia. Sekitar 15 tahun yang lalu mungkin. Tapi baru sekarang makna dari peribahasa tersebut saya pahami dan rasakan. How dare you are?!

Pelajaran bermakna bagi diri pribadi. Tidak ada hukum kewajiban bahwa orang setia maka akan dibalas dengan kesetiaan. Tidak juga dengan orang sabar dibalas dengan kesabaran. Tidak juga dengan orang tulus dibalas dengan ketulusan. Yang ada, penindasan. Seperti lagu jadul "wanita dijajah pria sejak dulu kala".

Sekarang, terlukalah dan terpuruklah kamu atas segala yang telah ditanam. Seperti ucapanmu, "saat ini hukumannya". Selamat berpanen. Doaku, agar hasil panennya tidak selamanya menjadi bisa namun susu yang membawa semuanya ke dalam posisi netral. Netral.

"Gusti, jadikanlah cahaya dalam kalbuku, cahaya dalam kuburku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya dalam rambutku, cahaya dalam kulitku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku dan cahaya dalam tulang-tulangku. Dan cahaya di hadapanku, cahaya di belakangku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kirikuk, cahaya di atasku dan cahaya di bawahku. Gusti, tambahkanlah cahaya kepadaku, berikanlah cahaya kepadaku dan jadikanlah cahaya bagiku dan jadikanlah diriku cahaya."

Lantunan ini dipanjatkan bukan hanya untukku tapi dirimu. Bagaimanapun juga aku bukanlah pendendam yang senang mengumpat dan mengucapkan kutukan. Cukup Gusti yang menjadi waliku. Jika Gusti saja memberikan ampunan, maka aku pun juga. Jika Gusti saja memberikan kesempatan, maka aku pun juga. Datanglah jika kesempatan itu sudah dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan buatlah kompromi dengan Gusti bahwa ini adalah kesempatan terakhir yang akan dijaga selamanya. Kalaupun tidak kembali maka rahasia Gusti apa lagi yang akan segera terbuka untukku. Maka aku ikhlas.

Ikhlas bukan berarti tanpa air mata. Ikhlas bukan berarti tidak sakit. Ikhlas hanya meyakini bahwa semua yang terjadi. Semua yang datang dan pergi. Semua yang ada dan tiada adalah atas kehendak Gusti Allah. Semua karena Gusti Allah. (credit by www.azaleav.com)

Kumaafkan, bukan berati kulupakan.
Kuikhlaskan, bukan berarti kuterima.
Kuberikan kesempatan, bukan berarti pintu terbuka lebar.

With Love,

09 August 2014

Titik Terendah..

How do I feel tonite?

Cloudy..

******

Saya terus meyakinkan diri bahwa saya adalah perempuan yang kuat, tangguh dan gigih. Sejauh ini pun saya juga menyadari bahwa tidak sekali, dua kali atau tiga kali tetapi berkali-kali saya tersungkur. Jika orang lain tidak bisa dan tidak akan bisa menjaga hati dan perasaan saya maka saya harus bisa melindungi hati dan perasaan diri saya maka mohon maaf jika saya pura-pura tidak melihat dan tidak mendengar. Hal ini semata agar saya tetap terus menjadi perempuan yang kuat, tangguh dan gigih seperti pesan terakhir yang diinginkannya.

Sediam-diamnya mulut dan secerah-cerahnya wajah, saya tetap butuh arahan. Lagi-lagi agar saya tetap terus menjadi perempuan yang kuat, tangguh dan gigih seperti pesan terakhir yang diinginkannya. Yakin dalam hati bahwa arahan tersebut sebaik-baiknya arahan yang pernah ada. Kekuatan doa. Tidak lagi saya pinta untuk selalu mengalir di sungai yang sama. Tidak lagi saya pinta untuk mengubah batu menjadi tahu. Tidak lagi saya pinta semua hal yang dulu selalu saya panjatkan. Hanya pinta keterangan. Jadikanlah cahaya dalam kalbuku, tambahkanlah cahaya kepadaku, berikanlah cahaya kepadaku dan jadikanlah cahaya bagiku dan jadikanlah diriku cahaya. Aamiin.


With Love,