20 March 2019

NHW#8 : Misi Hidup dan Produktivitas..

Assalamualaikum! Apa kabar?

Ini adalah NHW tercepat yang aku kerjakan. Entah bagaimana aku bisa menguatkan niat dan komitmenku agar bisa mengerjakan NHW lebih awal daripada NHW sebelumnya yang selalu last minute. Mulai kembali mencoba fokus, disiplin dan komitmen untuk menjalani perkuliahan ini yang sebentar lagi usai. Minggu depan adalah minggu ke 9 artinya giliranku untuk menjadi korming (koordinator mingguan). Semoga nanti bisa menjaga amanah dan menjadi korming penutup yang baik.

NHW#7 sudah kukerjakan dengan beberapa kali revisi dan alhamdulillah mendapatkan badge tepat waktu NHW#7 "Rejeki itu pasti, kemuliaan yang dicari"..


Dan sekarang saatnya kembali fokus untuk mengerjakan NHW#8 yang mulai kukerjakan dikala Anak Sayang tertidur pulas. Akhir-akhir ini aku mulai menerapkan kandang waktu (NHW#6) dalam rutinitas sehari-hari. Seperti sama sekali tidak melakukan pekerjaan domestik/non-domestik saat Anak Sayang beraktivitas. Ketika Anak Sayang tidur, ada dua pilihan apakah aku akan ikut tidur bersama Anak Sayang atau bangun dan melakukan aktivitas yang seharusnya ku kerjakan.

Bismillah! Mari kita mulai mengerjakan NHW#8  tentang "Misi Hidup dan Produktivitas"

Aku masih ingat jawabanku di NHW#7 bahwa kuadran 1 yang kutuliskan adalah:
  1. Membaca dan menulis
  2. Membuat perencanaan pekerjaan dan keuangan
  3. Mengajar
  4. Bersih-bersih dan menata sesuatu agar apik dilihat

Dari keempat aktivitas ini, sepertinya ada dua yang lebih menarik perhatianku untuk aku fokuskan yaitu membaca, menulis dan mengajar. Kenapa kok banyak yang diambil? Kan diminta hanya satu aktivitas. Karena aku merasa membaca, menulis dan mengajar adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan. Dengan aku membaca dari banyak sumber, kemudian melalui tulisan aku membuat suatu resume dari hasil bacaan tersebut yang aku cerminkan dengan kehidupanku. Setelah itu, akan muncul rasa ingin berbagi ilmu tersebut melalui sistem pengajaran, meskipun aku tidak tahu kepada siapa ilmu tersebut kuajarkan kelak.

Setelah aku pilih aktivitas dari kuadran 1 maka sekarang saatnya menjawab  beberapa pertanyaan "Be Do Have" menyangkut aktivitas yang aku pilih tersebut. Bismillah!

(Be)
Mental seperti apa yang harus aku miliki untuk menjadi seperti yang aku inginkan adalah analitik dan komitmen. Mampu menganalisa isi artikel yang kubaca kemudian membuat resume versi diriku sendiri. Komitmen jelas dibutuhkan karena tanpa ada komitmen untuk terus membaca, menulis dan mengajar rasanya jauh dari kata menjadi Ibu Produktif.


(Do)
Aku harus melakukan sesuatu untuk menjadi seperti yang aku harapkan, antara lain:
  • Bijak membagi waktu agar memiliki kandang waktu untuk membaca dan menulis,
  • Lawan rasa malas yang hanya ingin bermain HP di atas tempat tidur.
  • Bawa buku kemanapun pergi, tidak tahu kapan buku tersebut dibutuhkan. Daripada menunggu sesuatu sambil bermain HP lebih baik membaca buku.
  • Relakan waktu malam setelah membersamai bapak dan anak sayang untuk menulis suatu artikel yang sebelumnya sudah dipersiapkan materi-materinya melalui artikel yang dibaca.
(Have)
Kira-kira yang akan aku lakukan jika aku sudah memiliki yang aku harapkan adalah memiliki account IG/website yang membahas tentang dunia psikologi, dunia anak, dunia pendidikan yang materinya aku sadur dari karya-karya tulisku sendiri.
 
Tugas berikutnya, akan menjawab pertanyaan mengenai aspek dimensi waktu..

(Lifetime Purpose)
Apa yang ingin aku capai dalam kurun waktu kehidupanku:
  • Ibu yang disayang oleh bapak dan anak-anak.
  • Teman hidup bapak yang selalu saling mengasihi dan menyayangi.
  • Manager keluarga handal dan dipercaya oleh bapak dan anak-anak.
  • Berkontribusi terhadap dunia psikologi.
  • Pengajar tetap pada suatu institusi pendidikan musik.

(Strategic Plan)
Apa yang ingin aku capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan? Berkaca pada NHW#4 yang membahasa tentang milestone, maka terjawablah:
  • Lulus mempraktekkan materi-materi pada kelas Bunda Sayang dan Bunda Cekatan.
  • Diberikan kepercayaan untuk memiliki anak kedua.
  • Punya biro psikologi pribadi yang sudah mulai berkembang.
  • Berani merintis usaha bersama bapak sayang.
(New Year Resolution)
Apa yang ingin aku capai dalam kurun waktu satu tahun:
  • Lulus menjadi guru tetap di institusi pendidikan musik.
  • Mulai bergerak mendirikan biro psikologi milik pribadi.
  • Blog aktif kembali dengan mulai rutin menulis satu minggu sekali, seperti yang sudah dilakukan sekarang saat mengerjakan NHW.

Yippy!! Selesai sudah aku mengerjakan NHW#8 ini, alhamdulillah! :)

Salam,
Anisa Ratri
Maret 2019

18 March 2019

NHW#7 : Mencoba lebih produktif..

Assalamualaikum, apa kabar?

Masuk minggu ke 7 artinya sebentar lagi perkuliahan matrikulasi akan berakhir. Alhamdulillah masih bisa mengikuti perkuliahan meskipun terseok-seok dan tarik ulur semangat.

Sebelum aku mengerjakan NHW#7 ini, aku mau sedikit pamer yaaa atas badge tepat waktu yang aku dapatkan dari NHW#6 minggu lalu.. :)


Ada perasaan tersendiri yang membuat aku lebih merasa bangga ketika namaku masuk dalam list siswa yang mendapatkan badge tepat waktu.. Terima kasih IIP yang sudah memberikan bentuk reward sederhana namun tidak ternilai bagi kami.

Bismillah, mari kita kerjakan NHW#7.

NHW kali ini menarik banget! Ada hubungannya dengan pemetaan bakat. Para siswa diminta untuk melakukan tes dengan menggunakan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat. Ada beberapa tools yang dapat digunakan baik secara online maupun offline. Tools yang dapat digunakan secara online salah satu contohnya adalah www.temubakat.com yang diciptakan oleh Abah Rama Royani yang ternyata sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional. :)

Ternyata setelah aku mengikuti tes pemetaan bakat di Temu Bakat, baru sadar bahwa sekitar tahun 2014 aku pernah lakukan hal yang sama melakukan tes pemetaan bakat dengan menggunakan tools dari Temu Bakat. Hasilnya ada beberapa yang sama ada yang berbeda. Baru saja siang tadi aku temukan hasil pemetaan bakatku versi 2014. Insya Allah akan aku bahas yaa persamaan dan perbedaan antara tahun 2014 dan 2019 ini.

Mari, aku beberkan hasil pemetaan bakatku dari Temu Bakat tahun 2019..

Ini diaaaa hasilnya! 85% aku banget.. Huhuhu.. :)

Setelah  membaca panduan cara membaca hasil, aku mau coba menganalisa hasil tes pemetaan bakatku sendiri. Sekali-kali menganalisa tes untuk diri sendiri, jangan punya orang lain melulu yang dianalisa doooong..

Didapat hasil 7 potensi kekuataku antara lain:
  1. ADM - Administrator (E)
  2. CAR - Caretaker (S)
  3. EDU - Educator (N)
  4. JOU - Journalist (E)
  5. MOT - Motivator (N)
  6. SER - Server (S)
  7. TRE - Treasury (T)
Dari ketujuh potensi kekuatan tersebut maka terlihat bakat peranku terdapat pada kelompok E - Elementary (motivasi diri inside), S - Servicing (melayani orang), N - Networking (bekerja sama dengan orang) dan T - Thinking (otak kiri atas).


Sedangkan tujuh potensi kelemahanku antara lain:
  1. CMD - Commander (H)
  2. INT - Interpreter (E)
  3. MAR - Marketer (Gi)
  4. OPE - Operator (Te)
  5. PRO - Producer (Te)
  6. SEL - Seller (H)
  7. SLC - Selector (H)
Dan, aku lemah pada bidang bakat H - Headmen (mempengaruhi orang), Te - Technical (motivasi diri outside), Gi - Generating Idea (otak kanan/intuituf) dan E - Elementary (motivasi diri outside)


Selanjutnya, setelah mendapatkan hasil dari tes pemetaan bakat, tugas berikutnya adalah membuat kuadran aktivitas yang dikonfirmasikan dengan hasil pemetaan bakat ini. Mari dicoba..


Kuadran 1 (Aktivitas yang SUKA dan BISA dilakukan)
  1. Membaca dan menulis
  2. Membuat perencanaan pekerjaan dan keuangan
  3. Mengajar
  4. Bersih-bersih dan menata sesuatu agar apik dilihat
Kuadran 2 (Aktivitas yang SUKA dan TIDAK BISA dilakukan)
  1. Membuka bisnis online
  2. Berkebun
  3. Memasak
Kuadran 3 (Aktivitas yang TIDAK SUKA dan BISA dilakukan)
  1. Berbicara di depan umum
  2. Bermain alat musik di depan umum
Kuadran 4 (Aktivitas yang TIDAK SUKA dan TIDAK BISA dilakukan)
  1. Marketing
  2. Berjualan
  3. Berdebat

Insya Allah inilah beberapa kegiatan yang sudah kupilah-pilah dan dikonfirmasi dengan hasil pemetaan bakatku. Sebenarnya saat mengejarkan NHW#7 ini aku mengerjakan kuadran ini tanpa mengkonfirmasi dengan hasil tes pemetaan bakat. Namun H+1 setelah NHW#7 dikumpulkan aku mendapatkan notes manis dari Mbak Sisy bahwa hasil tes pemetaan bakat harus disertakan juga dalam NHW#7, hasilnya??? Hampir semua aktivitas sesuai dengan hasil tes pemetaan bakat. Jadi, ternyata matching juga yaa antara aktivitas yang kusukai dengan potensi bakat yang sudah kumiliki. Alhamdulillah..

Berarti kedepannya lebih fokus mengasah potensi yang sudah nampak dan mulai mengobservasi untuk potensi-potensi lainnya siapa tahu ikut berkembang dan menjadi potensi yang tidak kalah unggul. Aamiin.

Salam,
Anisa Ratri
Maret 2019

11 March 2019

NHW#6 : Pasti Bisa Menjadi Manager Keluarga Handal!

Assalamualaikum, apa kabar?

Alhamdulillah di NHW#5 kemarin berhasil dapat badge "Tepat Waktu". Sebenarnya badge ini salah satu motivasi terbesarku untuk menyelesaikan NHW. Rasanya mengumpulkan satu-satu badge yang ada membuat ada rasa kebanggaan tersendiri. :) Jadi benar adanya yaaa sistem reward yang selama ini aku gadang-gadang dalam memberikan saran di hasil psikotes. Bahwa reward, dalam hal ini pemberian badge "Tepat Waktu" berhasil membuatku mengerjakan NHW. hehhe..

Jadi, boleh yaaa aku pamerkan bentuk badge "Tepat Waktu" di NHW#5 "Belajar Bagaimana Caranya Belajar"..





Masuk ke pekan ke 6 dengan materi "Ibu Manager Keluarga". Ini diaaaaa materi yang aku tunggu2 "sebenarnya" tapi kenapa penyampaiannya berbarengan dengan jadwal liburanku bersama Keluarga Arfi?? :( Totally ga bisa menyimak seluruh diskusi di group. Untungnya selalu ada resume di GC, jadi setidaknya aku bisa membaca aktifitas diskusi di group apa saja. 

Seperti yang sudah aku posting beberapa minggu lalu bahwa ilmu yang ingin aku pelajari di IPP  adalah "Manajemen Keluarga", alasan sudah pasti agar seluruh individu dan seluruh kegiatan yang ada di rumah berjalan lancar, nyaman dan goalsnya adalah kebahagiaan bersama.

Aku memutuskan untuk menjadi double agent, menjadi ibu rumah tangga dan ibu pekerja. Kedua itu harapanku berjalan seimbang namun kenyataannya masih banyak koreng di sana-sini. Jadi perlu lah ilmu "Ibu Manager Keluarga" membasuh korengku ini. 

Menurut isi materi "Ibu Manager Keluarga", apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu kita harus "Selesai" dengan management rumah tangga kita, kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Inilah, yang masih menjadi PR terbesarku, banyak pekerjaan domestik yang "Selesai" namun tidak selesai ditanganku sendiri. Melainkan di tangan orang lain, seperti orang tua atau pengasuh. Jujur awalnya merasa sangat terbantu dengan tangan-tangan mereka, namun hal tersebut ternyata lambat laun membuatku semakin jauh dari keluargaku. Bonding antara aku dan anakku perlahan merenggang. Suami pun menjadi sering mengeluarkan aksi protesnya akan perilaku. :(

Aku butuh bantuan arahan, agar semua ini tidak terlanjur menjadi duri dalam daging. IIP ini lah jawabannya. IIP ini lah tempat yang tepat untuk aku meluruskan niat dan jalan. Bismillah.

Tahap awal untuk menjadi Ibu Manager Keluarga yang handal, aku harus bisa memilah aktivitas apa saja yang paling penting dan paling tidak penting. Mari aku jawab!

Tiga Aktivitas Penting:
  1. Membersamai suami dan anak.
  2. Merapihkan rumah.
  3. Mengajar.

Tiga Aktivitas Tidak Penting:

  1. Tidur-tiduran.
  2. Bermain HP.
  3. Bepergian tanpa tujuan yang jelas dan bermanfaat.


Kandang Waktu & Jadwal Harian ala Ibu Anisa:

05.00 - 05.30 = Sholat subuh
05.30 - 06.00 = Merapihkan pekerjaan domestik yang belum selesai
06.00 - 07.00 = Merapihkan pekerjaan non-domestik yang belum selesai
07.00 - 08.00 = Menyiapkan sarapan suami & anak dan sarapan bersama.
08.00 - 10.00 = Membersamai anak & suami
10.00 - 11.00 = Membersihkan diri dan rumah
11.00 - 13.00 = Merapihkan pekerjaan domestik/non-domestik yang belum selesai.
13.00 - 13.30 = Sholat Dzuhur dan bersiap berangkat bekerja.
13.30 - 14.00 = Berangkat bekerja
14.00 - 19.30 = Bekerja di ranah publik, Sholat Ashar & Magrib
19.30 - 20.30 = Perjalanan pulang dan membeli keperluan rumah yang diperlukan
20.30 - 21.00 = Membersihkan diri dan Sholat Isya
21.00 - 22.00 = Membersamai anak
22.00 -           = Membersamai suami dan merapihkan pekerjaan domestik/non-domestik yang belum selesai.

Berikut adalah kandang waktu dan jadwal harian yang aku rancang sesuai dengan aktivitas sehari-hari. Beberapa hari sebelum masuk hari liburan ini sudah mulai aku terapkan seperti bangun lebih pagi agar bisa menyelesaikan tugas domestik/non lebih cepat sebelum anak bangun dan tidur lebih malam untuk menyelesaikan tugas domestik/non yang belum selesai dikerjakan di siang hari. Sengaja urusan domestik/non aku kerjakan saat anak tidur agar aku bisa lebih fokus bekerja dan tetap bisa membersamai mereka disaat mereka telah bangun.

Semoga setelah masa liburan ini selesai dalam seminggu aku bisa konsisten mengikuti jadwal harian yang aku buat sendiri sesuai kemampuanku. Aamiin.


Salam,
Anisa Ratri
Maret 2019

04 March 2019

NHW#5 : Belajar dan Lakukan, Bismillah!

Assalamualaikum, Apa Kabar?

Alhamdulillah masih mempunyai waktu untuk mengerjakan NHW#5 dan semoga selesai sebelum tenggat waktu. 

Minggu lalu, Alhamdulillah (lagi) NHW#4 berhasil mendapatkan badge tepat waktu. Tapi ternyata, NHW#4 yang aku kerjakan minggu lalu ada kendala. Aku mengerjakan NHW selalu di blog, dengan tujuan mudah membaca NHW sebelumnya, selalu terpampang di blog agar selalu terbaca setiap aku buka blog, dan alasan terakhir menggunakan blog karena ingin menghidupkan blogku yang sudah mati suri :( Kendala di NHW#4 adalah kendala secara teknis, malam itu aku mengerjakan NHW#4 melalui aplikasi blog di hp, biasanya selalu di komputer. Aku pakai hp untuk mengerjakan jawaban-jawaban NHW#4 setelah selesai dan submite ke google class. Ternyata link yang aku submite tidak bisa dibuka. Aku buka blog, dan postingan NHW#4 sudah hilang setengah. Mau ga mau aku kerjakan lagi NHW#4 meskipun sudah dinilai 100 oleh mbak Sisi dan mendapatkan badge tepat waktu.


Mari kita mulai mengerjakan NHW#5, meskipun selalu last minute, insya Allah selalu aku kerjakan.

Bismillah,

NHW#5, tentang Belajar Bagaimana Caranya Belajar..

Ilmu yang aku ingin pelajari adalah Managemen Keluarga. Maka,
Tujuan mempelajari ilmu ini adalah:
  1. Ingin membahagiakan suami dan anak.
  2. Ingin meminimalisir rasa kecewa dan marah antara suami/istrii.
  3. Ingin memiliki waktu yang seimbang antara bekerja dan keluarga.
  4. Ingin menjadi guru utama bagi anak tumbuh dan kembang.
  5. Ingin membersamai anak dan suami dengan baik.
Kelima tujuan tersebut harus diikuti dengan proses belajar, bagaimana rancangan proses belajar yang aku rancang, yaitu:
  1. Aku harus menyadari dan menerima bahwa jam tidur malam akan berkurang, karena di malam hari saat anak dan suami tidur, adalah waktu yang tepat untuk bekerja mengerjakan tugas-tugas pekerjaan. Dengan aku bekerja malam, suasana lebih tenang bisa berpikir lebih kreatif dan lebih fokus. Utamanya tidak mendzolimi anak dan suami karena dicuekin ibu dan istrinya yang sibuk dengan laptopnya.
  2. Pagi hari, bangun lebih pagi. Anak dan suami belum bangun, masih ada waktu sedikit menyelesaikan tugas pekerjaan yang belum selesai. Setelah suami dan anak bangun, tutup laptop dan mulai beraktivitas bersama mereka. Menyiapkan sarapan untuk suami dan anak, menyuapi anak makan, memandikan dan bermain sesuai kurikulum yang akan aku buat selanjutnya.
  3. Membuat kurikulum belajar untuk anak usia 14-24 bulan. Tujuannya agar tumbuh dan kembang anak sesuai dan terarah agar merangsang tumbuh kembang lebih optimal. Tujuan lainnya agar mainan-mainan yang ada di rumah terpakai semuanya, tidak menjadi rongsokan dipojokan rumah.
  4. Gadget. Mendiamkan anak dan menghilangkan kebosenan anak tidak menggunakan gadget, namun harus lebih berpikir lebih kreatif dengan menggunakan mainan atau buku yang ada di rumah. Aku pun tidak memperlihatkan aktivitas bergadget di depan anak, karena aku percaya anak sangat mudah menyerap apa yang ia lihat dan dengar.
Untuk saat ini 4 rencana ini yang ingin aku fokuskan ke depan. Setidaknya jika dalam seminggu aku bisa konsisten, insya Allah akan mendapatkan ilham lebih kreatif untuk menambah rancangan belajar ini. Lagi-lagi semoga aku istiqomah dan konsisten. Ingat! Demi keluarga, demi suami dan anak. Aamiin..


Salam,
Anisa Ratri
Maret 2019

NHW#4 Mendidik untuk Menjadi Pendidik Peradaban..

Assalamualaikum, apa kabar?

Berkaca dari NHW#3 yang kurang baik karena mengerjakannya sangat last minute sehingga gagal mendapatkan badge "tepat waktu" :( maka besar harapan NHW#4 harus lebih baik.

Btw, sebelum membahas NHW#4 ingin berbagi sejenak dengan keluh kesahku minggu2 ini sampai2 tidak konsentrasi sama sekali untuk ikut perkuliahan matrikulasi ini. Kembali sedih :(
Aktivitas yang sedang tinggi yang berekor dengan laporan yang menggunung. Membuat NHW#3 dan perkuliahan IIP menjadi nomor sekian. Rasanya kalau sudah di tempat tidur, ingin langsung merem. Enggan untuk membuka dan menyimak group :(

Semoga Allah selalu memantapkan niatku ikut perkuliahan matrikulasi IIP ini. Aamiin..

Mari kita mulai pembahasan NHW#4..

Bismillah!

Minggu ini materi pembahasannya adalah mengenai "Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah". Memasuki minggu ke 4 ini, penuh perenungan, maka saatnya aku mulai belajar mempraktekkan apa yang sudah dipelajari..

A.
Hingga hari ini, aku tetap ingin mempelajari tentang Manajemen Keluarga. Bagi aku yang masih jadi pemula dalam berumah tangga dan menjadi seorang ibu. Sepertinya ilmu Manajemen Keluarga sangat aku butuhkan. Dalam hal ini, aku punya idola yaitu seorang dokter bedah cantik yang tahun lalu membantuku di kasus abses mamae. Jadwal praktek beliau padat sekali di tiga RS, jadwal operasi juga ga kalah sibuk hingga weekend pun sering dipakai untuk operasi dan jadwal bersama ketiga putrinya pun juga banyak. Aku kagum pada beliau, bagaimana cara dia bisa mengatur flow seluruh kebersamaan antara bekerja dan membersamai suami & anak.

B.
Sudahkah belajar konsisten untuk mengisi checklist harian yang pada NHW#2 dibuat? Malu rasanya kalau mengingat-ingat ini, padahal checklist yang aku buat sudah yang menurutku relevan untuk dilakukan sehari-hari. Tidak terlalu susah ataupun terlalu mudah. Namun, belum konsisten untuk menjalankannya. Bisa karena waktu untuk melakukan checklist tersebut terpakai dengan kegiatan lain, atau karena terlupakan. Benar kata Mbak Sisi, sebaiknya daftar chekclist itu harus diprint dan ditempel di tempat yang sering aku lihat.

C.
Aku merasa begitu nyaman menjadi seorang pendidik. Aku senang berbagi ilmu dan pengalaman. Terutama kepada anak-anak. Begitu senang dan puas melihat murid-muridku yang awalnya tidak bisa bermain piano, tidak bisa memainkan suatu lagu, melalui proses belajar dan seiringnya waktu akhirnya bisa lancar memainkan suatu lagu. Itu goals bagiku yang seorang guru musik anak-anak. Maka,
Misi Hidup: memberikan ilmu dan pengalaman orang lain.
Bidang: pendidikan anak
Peran: Guru

D.
Menurutku, tahapan ilmu yang perlu aku kuasai dan yang mendukung misi hidupku adalah Bunda Sayang dan Bunda Cekatan. Dimana Bunda Sayang dibutuhkan untuk aku mengenal bagaimana berperilaku dan mengasuh terhadap banyak anak yang memiliki karakter berbeda-beda. Kemudian, Bunda Cekatan, aku rasa karena aku seorang ibu sekaligus seorang guru maka diharapkan dapat mengelola diri dalam rumah dan sekolah. Harapanku, insya Allah setelah lulus kelas matrikulasi, dapat berkomitmen lagi untuk kuliah di kelas Bunda Sayang dan dilanjut dengan Bunda Cekatan.

E.
Jika digambarkan pada Milestone untuk memandu setiap perjalanan menuju Misi Hidup, maka:
KM 0 - KM 1,5 (tahun 1) : menguasai ilmu Bunda Sayang
KM 1,5 - KM 3 (tahun 2) : menguasai ilmu Bunda Cekatan
Targetku, saat Nares usia 4 tahun yaitu 3 tahun lagi, aku sudah menguasai ilmu-ilmu tersebut. Sehingga saat di tahun keempat tersebut, aku, suami & Nares sudah lebih siap menyambut anggota kelurga kami. Aamiin.

F.
Alhamdulillah sudah aku perbaiki 1 list yang belum memiliki waktu.

G.
Bismillah ya Allah, selalu ingatkan aku bahwa aku memiliki niat untuk memperbaiki diri menjadi seorang perempuan, ibu dan istri yang lebih baik dari hari agar aku, suami, dan anak-anakku merasa lebih bahagia, nyaman dan tentunya semakin sayang kepadaku.Semoga tidak ada lagi NHW yang kukerjakan lewat dari tenggat waktu. Aamiin.

Salam,
Anisa Ratri
Maret 2019

18 February 2019

NHW#3: Dear Kesayangan..

Assalamualaikum, apa kabar?

Alhamdulillah NHW#2 "Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan" dapat dikerjakan tepat waktu meskipun last minute.  Berikut badge "Tepat Waktu" untuk NHW#2..


Sebenarnya membuat indikator ini hal yang cukup sering aku lakukan meskipun tidak aku tulis, hanya aku ingat di kepala. Hal-hal apa saja yang menjadi target yang kulakukan dalam satu hari tersebut. Beberapa target tercapai, sebagian lagi terlewat karena terbatasnya waktu.

Begitu pula dengan Checklist Indikator Profesionalisme ini. Seminggu sudah setelah mengerjakan NHW#2 ternyata masih banyak checklist yang kuanggap angin lalu. Sekenanya saja dilakukan. Benar, memang harus diprint dan ditempel di mana mata selalu melihat. 


Masuk minggu ketiga Matrikulasi, dan mari kita sambut NHW#3..

A. Dear Bapak Sayang

Dear Eboo,
Sebenarnya menulis surat untuk kamu bukan hal aneh buatku tapi karena sudah lama sekali tidak menulis surat dan tiba-tiba dikasih PR untuk membuat surat kepada orang terkasih jadi bingung sendiri.
Mari Boo ku ajak untuk flash back ke saat-saat aku mulai jatuh cinta padamu :)
Hampir 11 tahun yang lalu.Freza muda yang cerewet, ramah, selalu bersemangat yang buatku jatuh cinta. Ganteng itu bonus untukku. Rasanya senang, terhibur hingga buatku nyaman kalau kamu dekatku Boo. Ingat saat acara survey pertama ke Situ Gunung?? Jadi senyum-senyum sendiri kan?!
Delapan tahun berpacaran dengan kamu, tidak bisa dibilang mudah Boo. Masalah banyak yang data baik dari aku maupun kamu. Hingga cukup ada dua kali perpisahan. Banyak masukan untuk sudah dua kali saja tidak perlu ada ketiga atau selanjutnya. Berganti saja. Tapi, hati ini masih boleh memiliki pilihan dan berkeyakinan kan? Entah bagaimana aku menjelaskan Boo. Yang aku tahu, aku percaya sama kamu, aku yakin kamu tidak seperti yang orang tahu. Rasanya ingin selalu melengkapi bersama kamu.
Dan..
Keyakinanku terbukti! Aku tidak salah memilih seorang Bapak untuk Nares. Bapak yang baik hati, sayang keluarga, tidak mementingkan diri sendiri, selalu ada kapan pun dibutuhkan, selalu bisa memberikan solusi yang menenangkan hati, pekerja keras hingga tak kenal tanggal berwarna merah, dan selalu optimis dan punya ambisi untuk membahagiakan banyak orang terutama keluarga. Kekuranganmu Boo tidak sebanding dengan kekuatanmu.
Aku akan selalu ada di samping kamu Boo. Bagaimanapun kondisimu. Aku percaya kamu bisa membawa keberkahan untuk aku, anak-anak kita, orang tua kita dan saudara-saudara kita. Lawan dan buang emosi yang selalu membuat kecil hatimu.
Akhir kata..
Terima kasih atas kesabaran kamu. Aku tahu kamu begitu berusaha untuk mengontrol emosi dan amarah kamu menghadapi ke”batuan”ku.
Terima kasih tidak pernah berhenti memberikan nasihat dan saran untukku. Aku tahu kamu capek mengulang-ulang hal yang sama karena aku kurang peka dan menyepelekan.
Terima kasih Boo atas segala jerih payah kamu. Aku tahu kamu belum sepenuhnya melakukan yang terbaik tapi sudah bekerja keras menuju yang terbaik.
Terima kasih Bapak sayang :)  

Tanggapan Bapak Sayang:
Beliau baca surat yg saya tulis saat saya tidur. Jadi saya ga bisa lihat ekspresinya saat baca :) Cuman esok harinya pas bangun tidur saya dapat wa darinya isinya so sweeeet sekali ❤️ Yang isinya beliau terharu hingga menangis, untung saya sudah tidur jadi tidak melihat ia menangis.

B. Dear Anak Sayang

Harapan bapak ibu kepada anak sayang, semoga Ito tetap dan selalu menjadi anak yang baik hatinya. Cerdas hati dan cerdas intelektual. Sayang kepada Agama dan kepada keluarga. Karena Ito adalah anak pertama, bapak ibu berharap bisa memberikan yang terbaik untukmu agar kelak kamu bisa menjadi kakak kebanggan adik2mu nanti.
Terima kasih bapak ibu ucapkan kepada Ito yang sudah menjadi guru kehidupan untuk kami orang tua mu yang baru belajar menjadi orang tua. Kami tahu, kami jauh dari kata sempurna nak. Tapi kami tidak patah arah dan semangat untuk terus belajar menjadi orang tua yang pantas untukmu dan adik2mu nanti.
Terima kasih Anak Sayang ❤️

C. Dear Diriku Tersayang

Aku sadar perlu banyak memperbaiki diri dan belajar agar bisa memantaskan diri menjadi perempuan, ibu, dan istri yang pantas. Semoga dengan kemampuanku yang ada sekarang bisa menjadi modal awal untukku memantaskan diri.

D. Dear Lingkungan Sekitarku Tersayang

Sangat bersyukur memiliki lingkungan yang pengertian kepada saya yang baru belajar jadi orang tua. Para keluarga yang berkenan membantu saya mengasuh Anak Sayang dan memberikan saya izin untuk berkarya di luar rumah.
Terima kasih banyak untuk mbah ti, mbah tung, aay, andin dan mbak pipit semua kesayangan Ito karena sudah sangat membantu aku dan bapak tersayang. Tanpa kalian semua aku mungkin tak bisa sewaras ini. ❤️


Salam,
Anisa Ratri
Februari 2019