04 March 2019

NHW#5 : Belajar dan Lakukan, Bismillah!

Assalamualaikum, Apa Kabar?

Alhamdulillah masih mempunyai waktu untuk mengerjakan NHW#5 dan semoga selesai sebelum tenggat waktu. 

Minggu lalu, Alhamdulillah (lagi) NHW#4 berhasil mendapatkan badge tepat waktu. Tapi ternyata, NHW#4 yang aku kerjakan minggu lalu ada kendala. Aku mengerjakan NHW selalu di blog, dengan tujuan mudah membaca NHW sebelumnya, selalu terpampang di blog agar selalu terbaca setiap aku buka blog, dan alasan terakhir menggunakan blog karena ingin menghidupkan blogku yang sudah mati suri :( Kendala di NHW#4 adalah kendala secara teknis, malam itu aku mengerjakan NHW#4 melalui aplikasi blog di hp, biasanya selalu di komputer. Aku pakai hp untuk mengerjakan jawaban-jawaban NHW#4 setelah selesai dan submite ke google class. Ternyata link yang aku submite tidak bisa dibuka. Aku buka blog, dan postingan NHW#4 sudah hilang setengah. Mau ga mau aku kerjakan lagi NHW#4 meskipun sudah dinilai 100 oleh mbak Sisi dan mendapatkan badge tepat waktu.


Mari kita mulai mengerjakan NHW#5, meskipun selalu last minute, insya Allah selalu aku kerjakan.

Bismillah,

NHW#5, tentang Belajar Bagaimana Caranya Belajar..

Ilmu yang aku ingin pelajari adalah Managemen Keluarga. Maka,
Tujuan mempelajari ilmu ini adalah:
  1. Ingin membahagiakan suami dan anak.
  2. Ingin meminimalisir rasa kecewa dan marah antara suami/istrii.
  3. Ingin memiliki waktu yang seimbang antara bekerja dan keluarga.
  4. Ingin menjadi guru utama bagi anak tumbuh dan kembang.
  5. Ingin membersamai anak dan suami dengan baik.
Kelima tujuan tersebut harus diikuti dengan proses belajar, bagaimana rancangan proses belajar yang aku rancang, yaitu:
  1. Aku harus menyadari dan menerima bahwa jam tidur malam akan berkurang, karena di malam hari saat anak dan suami tidur, adalah waktu yang tepat untuk bekerja mengerjakan tugas-tugas pekerjaan. Dengan aku bekerja malam, suasana lebih tenang bisa berpikir lebih kreatif dan lebih fokus. Utamanya tidak mendzolimi anak dan suami karena dicuekin ibu dan istrinya yang sibuk dengan laptopnya.
  2. Pagi hari, bangun lebih pagi. Anak dan suami belum bangun, masih ada waktu sedikit menyelesaikan tugas pekerjaan yang belum selesai. Setelah suami dan anak bangun, tutup laptop dan mulai beraktivitas bersama mereka. Menyiapkan sarapan untuk suami dan anak, menyuapi anak makan, memandikan dan bermain sesuai kurikulum yang akan aku buat selanjutnya.
  3. Membuat kurikulum belajar untuk anak usia 14-24 bulan. Tujuannya agar tumbuh dan kembang anak sesuai dan terarah agar merangsang tumbuh kembang lebih optimal. Tujuan lainnya agar mainan-mainan yang ada di rumah terpakai semuanya, tidak menjadi rongsokan dipojokan rumah.
  4. Gadget. Mendiamkan anak dan menghilangkan kebosenan anak tidak menggunakan gadget, namun harus lebih berpikir lebih kreatif dengan menggunakan mainan atau buku yang ada di rumah. Aku pun tidak memperlihatkan aktivitas bergadget di depan anak, karena aku percaya anak sangat mudah menyerap apa yang ia lihat dan dengar.
Untuk saat ini 4 rencana ini yang ingin aku fokuskan ke depan. Setidaknya jika dalam seminggu aku bisa konsisten, insya Allah akan mendapatkan ilham lebih kreatif untuk menambah rancangan belajar ini. Lagi-lagi semoga aku istiqomah dan konsisten. Ingat! Demi keluarga, demi suami dan anak. Aamiin..


Salam,
Anisa Ratri
Maret 2019

NHW#4 Mendidik untuk Menjadi Pendidik Peradaban..

Assalamualaikum, apa kabar?

Berkaca dari NHW#3 yang kurang baik karena mengerjakannya sangat last minute sehingga gagal mendapatkan badge "tepat waktu" :( maka besar harapan NHW#4 harus lebih baik.

Btw, sebelum membahas NHW#4 ingin berbagi sejenak dengan keluh kesahku minggu2 ini sampai2 tidak konsentrasi sama sekali untuk ikut perkuliahan matrikulasi ini. Kembali sedih :(
Aktivitas yang sedang tinggi yang berekor dengan laporan yang menggunung. Membuat NHW#3 dan perkuliahan IIP menjadi nomor sekian. Rasanya kalau sudah di tempat tidur, ingin langsung merem. Enggan untuk membuka dan menyimak group :(

Semoga Allah selalu memantapkan niatku ikut perkuliahan matrikulasi IIP ini. Aamiin..

Mari kita mulai pembahasan NHW#4..

Bismillah!

Minggu ini materi pembahasannya adalah mengenai "Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah". Memasuki minggu ke 4 ini, penuh perenungan, maka saatnya aku mulai belajar mempraktekkan apa yang sudah dipelajari..

A.
Hingga hari ini, aku tetap ingin mempelajari tentang Manajemen Keluarga. Bagi aku yang masih jadi pemula dalam berumah tangga dan menjadi seorang ibu. Sepertinya ilmu Manajemen Keluarga sangat aku butuhkan. Dalam hal ini, aku punya idola yaitu seorang dokter bedah cantik yang tahun lalu membantuku di kasus abses mamae. Jadwal praktek beliau padat sekali di tiga RS, jadwal operasi juga ga kalah sibuk hingga weekend pun sering dipakai untuk operasi dan jadwal bersama ketiga putrinya pun juga banyak. Aku kagum pada beliau, bagaimana cara dia bisa mengatur flow seluruh kebersamaan antara bekerja dan membersamai suami & anak.

B.
Sudahkah belajar konsisten untuk mengisi checklist harian yang pada NHW#2 dibuat? Malu rasanya kalau mengingat-ingat ini, padahal checklist yang aku buat sudah yang menurutku relevan untuk dilakukan sehari-hari. Tidak terlalu susah ataupun terlalu mudah. Namun, belum konsisten untuk menjalankannya. Bisa karena waktu untuk melakukan checklist tersebut terpakai dengan kegiatan lain, atau karena terlupakan. Benar kata Mbak Sisi, sebaiknya daftar chekclist itu harus diprint dan ditempel di tempat yang sering aku lihat.

C.
Aku merasa begitu nyaman menjadi seorang pendidik. Aku senang berbagi ilmu dan pengalaman. Terutama kepada anak-anak. Begitu senang dan puas melihat murid-muridku yang awalnya tidak bisa bermain piano, tidak bisa memainkan suatu lagu, melalui proses belajar dan seiringnya waktu akhirnya bisa lancar memainkan suatu lagu. Itu goals bagiku yang seorang guru musik anak-anak. Maka,
Misi Hidup: memberikan ilmu dan pengalaman orang lain.
Bidang: pendidikan anak
Peran: Guru

D.
Menurutku, tahapan ilmu yang perlu aku kuasai dan yang mendukung misi hidupku adalah Bunda Sayang dan Bunda Cekatan. Dimana Bunda Sayang dibutuhkan untuk aku mengenal bagaimana berperilaku dan mengasuh terhadap banyak anak yang memiliki karakter berbeda-beda. Kemudian, Bunda Cekatan, aku rasa karena aku seorang ibu sekaligus seorang guru maka diharapkan dapat mengelola diri dalam rumah dan sekolah. Harapanku, insya Allah setelah lulus kelas matrikulasi, dapat berkomitmen lagi untuk kuliah di kelas Bunda Sayang dan dilanjut dengan Bunda Cekatan.

E.
Jika digambarkan pada Milestone untuk memandu setiap perjalanan menuju Misi Hidup, maka:
KM 0 - KM 1,5 (tahun 1) : menguasai ilmu Bunda Sayang
KM 1,5 - KM 3 (tahun 2) : menguasai ilmu Bunda Cekatan
Targetku, saat Nares usia 4 tahun yaitu 3 tahun lagi, aku sudah menguasai ilmu-ilmu tersebut. Sehingga saat di tahun keempat tersebut, aku, suami & Nares sudah lebih siap menyambut anggota kelurga kami. Aamiin.

F.
Alhamdulillah sudah aku perbaiki 1 list yang belum memiliki waktu.

G.
Bismillah ya Allah, selalu ingatkan aku bahwa aku memiliki niat untuk memperbaiki diri menjadi seorang perempuan, ibu dan istri yang lebih baik dari hari agar aku, suami, dan anak-anakku merasa lebih bahagia, nyaman dan tentunya semakin sayang kepadaku.Semoga tidak ada lagi NHW yang kukerjakan lewat dari tenggat waktu. Aamiin.

Salam,
Anisa Ratri
Maret 2019

18 February 2019

NHW#3: Dear Kesayangan..

Assalamualaikum, apa kabar?

Alhamdulillah NHW#2 "Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan" dapat dikerjakan tepat waktu meskipun last minute.  Berikut badge "Tepat Waktu" untuk NHW#2..


Sebenarnya membuat indikator ini hal yang cukup sering aku lakukan meskipun tidak aku tulis, hanya aku ingat di kepala. Hal-hal apa saja yang menjadi target yang kulakukan dalam satu hari tersebut. Beberapa target tercapai, sebagian lagi terlewat karena terbatasnya waktu.

Begitu pula dengan Checklist Indikator Profesionalisme ini. Seminggu sudah setelah mengerjakan NHW#2 ternyata masih banyak checklist yang kuanggap angin lalu. Sekenanya saja dilakukan. Benar, memang harus diprint dan ditempel di mana mata selalu melihat. 


Masuk minggu ketiga Matrikulasi, dan mari kita sambut NHW#3..

A. Dear Bapak Sayang

Dear Eboo,
Sebenarnya menulis surat untuk kamu bukan hal aneh buatku tapi karena sudah lama sekali tidak menulis surat dan tiba-tiba dikasih PR untuk membuat surat kepada orang terkasih jadi bingung sendiri.
Mari Boo ku ajak untuk flash back ke saat-saat aku mulai jatuh cinta padamu :)
Hampir 11 tahun yang lalu.Freza muda yang cerewet, ramah, selalu bersemangat yang buatku jatuh cinta. Ganteng itu bonus untukku. Rasanya senang, terhibur hingga buatku nyaman kalau kamu dekatku Boo. Ingat saat acara survey pertama ke Situ Gunung?? Jadi senyum-senyum sendiri kan?!
Delapan tahun berpacaran dengan kamu, tidak bisa dibilang mudah Boo. Masalah banyak yang data baik dari aku maupun kamu. Hingga cukup ada dua kali perpisahan. Banyak masukan untuk sudah dua kali saja tidak perlu ada ketiga atau selanjutnya. Berganti saja. Tapi, hati ini masih boleh memiliki pilihan dan berkeyakinan kan? Entah bagaimana aku menjelaskan Boo. Yang aku tahu, aku percaya sama kamu, aku yakin kamu tidak seperti yang orang tahu. Rasanya ingin selalu melengkapi bersama kamu.
Dan..
Keyakinanku terbukti! Aku tidak salah memilih seorang Bapak untuk Nares. Bapak yang baik hati, sayang keluarga, tidak mementingkan diri sendiri, selalu ada kapan pun dibutuhkan, selalu bisa memberikan solusi yang menenangkan hati, pekerja keras hingga tak kenal tanggal berwarna merah, dan selalu optimis dan punya ambisi untuk membahagiakan banyak orang terutama keluarga. Kekuranganmu Boo tidak sebanding dengan kekuatanmu.
Aku akan selalu ada di samping kamu Boo. Bagaimanapun kondisimu. Aku percaya kamu bisa membawa keberkahan untuk aku, anak-anak kita, orang tua kita dan saudara-saudara kita. Lawan dan buang emosi yang selalu membuat kecil hatimu.
Akhir kata..
Terima kasih atas kesabaran kamu. Aku tahu kamu begitu berusaha untuk mengontrol emosi dan amarah kamu menghadapi ke”batuan”ku.
Terima kasih tidak pernah berhenti memberikan nasihat dan saran untukku. Aku tahu kamu capek mengulang-ulang hal yang sama karena aku kurang peka dan menyepelekan.
Terima kasih Boo atas segala jerih payah kamu. Aku tahu kamu belum sepenuhnya melakukan yang terbaik tapi sudah bekerja keras menuju yang terbaik.
Terima kasih Bapak sayang :)  

Tanggapan Bapak Sayang:
Beliau baca surat yg saya tulis saat saya tidur. Jadi saya ga bisa lihat ekspresinya saat baca :) Cuman esok harinya pas bangun tidur saya dapat wa darinya isinya so sweeeet sekali ❤️ Yang isinya beliau terharu hingga menangis, untung saya sudah tidur jadi tidak melihat ia menangis.

B. Dear Anak Sayang

Harapan bapak ibu kepada anak sayang, semoga Ito tetap dan selalu menjadi anak yang baik hatinya. Cerdas hati dan cerdas intelektual. Sayang kepada Agama dan kepada keluarga. Karena Ito adalah anak pertama, bapak ibu berharap bisa memberikan yang terbaik untukmu agar kelak kamu bisa menjadi kakak kebanggan adik2mu nanti.
Terima kasih bapak ibu ucapkan kepada Ito yang sudah menjadi guru kehidupan untuk kami orang tua mu yang baru belajar menjadi orang tua. Kami tahu, kami jauh dari kata sempurna nak. Tapi kami tidak patah arah dan semangat untuk terus belajar menjadi orang tua yang pantas untukmu dan adik2mu nanti.
Terima kasih Anak Sayang ❤️

C. Dear Diriku Tersayang

Aku sadar perlu banyak memperbaiki diri dan belajar agar bisa memantaskan diri menjadi perempuan, ibu, dan istri yang pantas. Semoga dengan kemampuanku yang ada sekarang bisa menjadi modal awal untukku memantaskan diri.

D. Dear Lingkungan Sekitarku Tersayang

Sangat bersyukur memiliki lingkungan yang pengertian kepada saya yang baru belajar jadi orang tua. Para keluarga yang berkenan membantu saya mengasuh Anak Sayang dan memberikan saya izin untuk berkarya di luar rumah.
Terima kasih banyak untuk mbah ti, mbah tung, aay, andin dan mbak pipit semua kesayangan Ito karena sudah sangat membantu aku dan bapak tersayang. Tanpa kalian semua aku mungkin tak bisa sewaras ini. ❤️


Salam,
Anisa Ratri
Februari 2019

11 February 2019

NHW#2: Sudah kah menjadi Ibu Profesional?

Assalamualaikum, apa kabar?

Satu minggu telah berlalu, minggu #1 sudah selesai. Alhamdulillah. Di minggu#1 diberikan kesempatan menjadi moderator pertama acara SOTD#1 dan bisa menyelesaikan NHW#1 tepat waktu meskipun last minute. hiks.





Masuk ke minggu #2. Ternyata belum lebih baik dari minggi #1. Banyak diskusi di wag yang terlewat karena banyak aktivitas di luar dan jatuh sakit di akhir minggu. Jadi hanya bisa menyimak sedikit-sedikit. Hiks.

Materi #2 tentang "Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga"

Apa makna dari Ibu Profesional?

Seorang perempuan yang bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

Bagaimana indikitator keberhasilan Ibu Profesional? 

"Menjadi Kebanggaan Keluarga". Kalimat ini adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional.

***disadur dari Materi Minggu #2 Kelas Matrikulasi IIP Batch#7***


Lanjuuuuuuuut...

Setelah pemberian materi, maka selanjutnya pasti ada NHW#2. Duuuuh.. NHW#2 ini pun tidak lebih baik dari sebelumnya karena lagi (lagi) saya mengerjakan LAST MINUTE!!! Ampun deh.. harus ada perubahan ini di minggu #3! Wajib!

Meskipun Last Minute, saya tetap ingin berbagi dengan semuanya tentang bagaimana saya mengerjakan NHW#2 ini..

Monggoo..

NHW#2 adalah...

Membuat indikator yang kita sendiri bisa menjalankannya. Untuk yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam aa sebenarnya yang bisa membuat diri suami bahagia. Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist indikator.

Kunci dari membuat indikator singkat menjadi SMART yaitu:
- Specifik (unik/detail).
- Measurable (terukur, contoh dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- Achievable (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- Realistic (berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- Timebond (berikan batas waktu)

Bismillah..

Individu:
  1. Melengkapi sholat 5 waktu setiap hari.
  2. Bangun lebih awal di setiap hari kerja.
  3. Menyempatkan baca buku minimal empat hari dalam seminggu.
  4. Membersihkan rumah pribadi minimal seminggu sekali.
  5. Tidak absen (tanpa alasan tepat) mengajar selama dua bulan.
Ibu:
  1. Tidak telat vaksin selama tiga bulan.
  2. Main bersama setiap hari.
  3. Mulai memperkenalkan buku cerita menjelang tidur malam  minimal tiga hari dalam seminggu.
  4. Memandikan dan menyuapi minimal sekali dalam sehari setiap hari.
  5. Membuat jadwal permainan yang dianjurkan untuk satu bulan.
  6. Tidak menunda-nunda jika anak membutuhkan sesuatu setiap hari.
Istri:
  1. Menyiapkan pakaian setiap hari.
  2. Menyiapkan sarapan/makan siang/makan pagi setiap hari.
  3. Tidak lupa memberikan kabar setiap hari.
  4. Mengaktifkan nada dering HP sehingga mudah dihubungi suami.
  5. Mempunyai "our time" minimal dua minggu sekali.

Awalnya saya meminta bantuan suami untuk membuat indikator ini tetapi jawabannya adalah "Apa yang perlu diperbaiki semua udah sempurna.." Heh?? Antara senang dan bingung. Bagaimana bisa dikatakan sempurna kalau masih banyak terjadi missed yang perlu diperbaiki. Akhirnya, untuk mengerjakan NHW#2 ini saya perlu mengingat semua apa yang dikeluh-kesahkan suami, apa yang membuat suami marah kepada saya, apa yang suami sering nasihatkan kepada saya.. Dan.... terselesaikanlah NHW#2 ini. Jika suatu saat kepikiran lagi dengan indikator keberhasilan menadi Ibu Profesional pasti akan saya tambahkan di sini. Semoga saya diberikan kesehata, kesabaran dan kekuatan untuk selalu konsisten menjalani tugas dan pekerjaan yang sudah saya pilih ini. Aamiin..


Salam,
Anisa Ratri
Februari 2019

02 February 2019

NHW#1: Manajemen Keluarga, perlu kah?

Assalamualaikum, apa kabar?

Masuk minggu pertama perkuliahaan Martikulasi IIP Batch #7.

Materi #1 Adab Menurut Ilmu sudah dipaparkan dengan baik oleh fasilitator kami Mbak Sisyanti di kelas wag. Perlu beberapa kali untuk saya memahami isi materi tersebut. Maklum sudah lama tidak mendapatkan materi perkuliahan. Otak ini sepertinya butuh pelumas.

Setelah pemaparan materi dan sesi tanya jawab, waktunya mengerjakan tugas. Setiap minggu seiring materi diberikan dilanjut oleh tugas yang kami sebut Nice Home Work (NHW). Inilah yang menjadi salah satu tolak ukur kelulusan kami. Tujuh dari sembilan NHW harus kami kumpulkan tepat waktu.

Mari, saya ingin berbagi bagaimana saya menjawab NHW#1..

Jurusan ilmu yang ingin saya tekuni di IPP adalah manajemen keluarga. Menurut pandangan Islam, manajemen adalah segala sesuatu yang dilakukan secara rapi, benar, tertib dan teratur untuk mencapai tujuan tertentu. Keluarga adalah organisasi terkecil dalam lingkup masyarakat. Maka, manajemen keluarga adalah melakukan segala hal dengan rapi, benar, tertib dan teratur demi tercapainya tujuan tertentu di dalam keluarga. 

Alasan terkuatnya??

Karena sudah 2 tahun memiliki keluarga kecil, saya ingin sekali memberikan yang terbaik untuk keluarga kecil saya. Selama ini yang sudah saya lakukan rasanya jauh dari kata baik. Yang ada sebaliknya. Kekecewaan dan keegoisan. Sedihlah hati ini rasanya mendengar orang terkasih kecewa atas perbuatan saya. Jelas saya tidak ada niat untuk berbuat tidak baik. Kurang bijaknya mengatur waktu, niat membantu keuangan keluarga membuat saya tanpa pikir panjang menerima semua tawaran  pekerjaan sehingga lebih mengutamakan melakukan pekerjaan dibanding m iemperhatikan  kebutuhan anak. Jika sudah lelah bekerja, rasanya ingin "Me Time" dengan social media dan lagi-lagi keluarga jadi nomer kedua. Kelelahan bekerja membuat ingin mendapatkan kualitas tidur malam yang lebih sehingga kerap mengabaikan tangis anak yang ingin dikASIhi. Semua itu terjadi satu persatu hingga menjadi bukit permasalahan. Orang terkasih sama sekali tidak melarang saya bekerja tetapi bijaknya mengatur dan menyeimbangkan keluarga kecil ini.

Strateginya bagaimana?

Manajemen gadget adalah ilmu favorite saya sejauh ini. Ilmu yang didapat dari materi tersebut merupakan bagian dari ilmu utama yang sedang saya pelajari sehingga tidak pikir dua kali saya langsung praktekkan. Membuat aturan jam pemakaian gadget khusus diri saya sendiri, seperti dilakukan JaMal (Jam Malam), selalu letakkan gadget di suatu tempat tidak seperti biasanya yang selalu saya bawa kemanapun saya berada meskipun di dalam toilet dan menantang diri sendiri untuk tidak melihat gadget sebelum tugas yang sedang dikerjakan selesai. Menurut saya, adanya ilmu yang diterima melalui visual maupun audio jika tidak segera dilaksanakan tidak akan memiliki arti dan segera terlupakan. Harapan saya dengan langsung dilaksanakan akan diingat dan terpatri dalam sanubari.

Sikap yang perlu diperbaiki apa saja ya??

Satu, ikhlas dan membersihkan jiwa. Selama ini ternyata masih ada bentuk penolakan dalam diri sehingga ilmu yang diterima akan selalu mental kembali. Tidak ikhlas merasa bahwa ternyata saya belum baik menjadi manajer keluarga. Saya merasa sudah banyak menyerap ilmu dan bermodalkan kesabaran akan tetapi ternyata tidaklah cukup itu semua. Dua, bergegas dan mengutamakan waktu dalam menuntut ilmu. Ini jelas sekali terlihat dari NHW#1 ini yang mendekati deadline baru dikerjakan dan dikumpulkan. Selain itu, saat acara-acara khusus di wag tidak bergegas utuk menyimak. Lebih seringnya "liat nanti". Liat nanti sempat tidak, kalau sempat ikut menyimak dan aktif berdialog tapi kalau tidak sempat ya sudah lah terlewat saja.


Ketika pertama kali menerima NHW#1 ini dan membaca pertanyaannya. Sungguh aku tak paham. Bukan tidak paham dengan maksud pertanyaan tetapi tidak paham akan menjawab apa nantinya. Butuh waktu untuk merenung, mengaca diri, berbicara dengan diri sendiri hingga akhirnya saya tahu apa yang akan saya jawab untuk NHW#1.


Salam,
Anisa Ratri
Februari 2019

25 January 2019

Studium General di Matrikulasi IIP Batch #7

Assalamualaikum, apa kabar?


Dengan bangga memperkenalkan diri, Anisa Ratri mahasiswi MIIP Batch #7. Yuhuuuuuu!!

21 Januari 2019 resemi menjadi mahasiswi "kembali".

Kegiatan pertama di kelas Matrikulasi ini adalah Studium Generale (SG) yang dilaksanakan tanggal 23 & 24 Januari 2019. SG ini bisa diibaratkan seperti kuliah umum dengan para pemateri adalah orang-orang penting di IIP, seperti founder IIP yaitu Ibu Septi Peni Wulandani. Dilaksanakan secara online di aplikasi chat Telegram. Kami 3575 mahasiswi MIIPB7 (2798 orang yang bergabung di Telegram) disatukan dalam satu wadah dan bersama-sama mengikuti Studium Generale.

Luar biasa!! Group chat terbanyak yang pernah saya sertai..

Rangkaian kegiatan SG dirancang dan dilaksanakan dengan penuh kesiapan. Banyak panitia yang terlibat agar SG berjalan dengan lancar dan sukses. Salutnya, seluruh panitianya adalah perempuan, istri dan ibu. You're Rocks Sist! Dimana ibu yang berprofesi sebagai IRT saja pekerjaan sudah 24 jam nonstop bagaimana ibu yang berprofesi di luar rumah. Hebatnya mereka bisa ber-management waktu dan ber-management gadget. Hingga acara SG MIPPB7 ini selesai dilaksanan dan sukses membuat para mahasiswi MIPPB7 banjiiiiiir air mata. Saya??? Diam-diam terisak di balik bantal. :)

Agenda acara SG seperti berikut ini:

Hari #1, 23 Januari 2019. Tema : Profil dan Success Stories Alumni Matrikulasi Batch #1 - #6.

Hari pertama khusus membahas para alumni martikulasi yang kini sudah menuai buah hasil dari martikulasi di batchnya masing-masing. Sungguh pengalaman itu adalah guru yang berharga. Baik pengalaman sendiri maupun orang lain. Membaca kisah-kisah para alumi membuat kami semua membara api semangatnya. Tidak sabar ikut perkuliahan MIIPB7. Tidak sabar ingin menuai buah hasil dari proses yang sedang kami jalani ini.


Hari #2, 24 Januari 2019. Tema : Bedah Buku "Berubah atau Kalah" dan Profil Para Kontributor.

Hari kedua khusus membahas bedah buku "Berubah atau Kalah". Buku ini adalah kumpulan 24 cerita mahasiswi Matrikulasi yang bekerja di rumah maupun berkarier di luar rumah. Tentunya mereka membaca permasalahan masing-masing, seperti masalah dengan suami, tantangan mengasuh anak, maupun masalah dengan keluarga. Di IIP lah mereka menemukan jawaban dari permasalahan mereka itu. Bagaimana mereka bisa menemukan jawaban? Karena adanya kalimat-kalimat sakti dalam program Martikulasi IIP. That's why saya ngebet banget ikut perkuliahan ini.






Tidak semua mahasiswa MIIPB7 bisa ikut menyimak SG karena satu atau lain hal dan IIP memakluminya maka dari itu setiap ada acara selalu diakhiri dengan pembuatan resume sehingga siapa yang tertinggal bisa membaca dan tidak tertinggal materi. Silakan jika teman-teman ingin ikut membaca resume tersebut. Semoga mendapat positifnya.

Dua hari sudah emosi mahasiswi MIIPB7 diajak naik-turun layaknya roller coaster. Mudah terbakar api semangat dan mudah terharu banjir air mata. Semua itu karena kami seperti melihat bayangan kami pada orang lain. Luar biasa!!

Sekarang, di akhir acara setelah dua hari acara SG. Para mahasiswi MIIPB7 diberi NHW (Nice Home Work) yaitu diminta untuk membuar aliran rasa setelah mengikuti dua hari SG. Baik! Mari kita kerjakan, kawan.. Lets Go!!

Aliran Rasa..

Kesan pertama saya mengikuti SG adalah Gila! Gilaaa.. ini komunitas super keren!! Bagaimana tidak keren kalau komunitas ini berjalan begitu on the trach. Begitu rapih tersusun semuanyaa. Iya semuanya.. Rapih, terorganizir, penuh dengan adab, dan tinggi cita-cita. Luar biasa. Belum pernah saya bergabung dengan komunitas yang sebegitu hebatnya seperti Institute Ibu Profesional ini.

Tidak menyangka juga bahwa untuk sukses menjadi Ibu Profesional rel dan palang pintunya begitu banyak. Satu persatu dengan komitmen dan konsisten dijalani Hingga sekarang saya sampai di stasiun kedua yaitu martikulasi. Baru dua stasiun saja saya punya titik target, yang utama adalah management Gadget. Sungguh, gadget "Si Setan Gepeng" ini membuat mabuk kepayang hingga lupa akan kewajiban yang tidak mengenal kata "tarsok". Berharap saya pun seperti kakak-kakak senior saya di MIIPB1-6 yang juga bisa sukses dengan martikulasi. Aamiin. 

Hari kedua yang sebenernya lebih nyeeeeees ke hati saya hingga muncul insight yang diakhirnya kata "alhamdulillah". Alhamdulillah masalah yang sedang saya hadapi ini tidak seberapa dibanding masalah para kontributor buku "Berubah atau Kalah". Masya Allah, membayangkan saja rasanya ku tak sanggup, bagaimana menjalaninya??  Banyak bersyukur, Anisa! Alhamdulillah. Masalah seberat apapun jika kita tetap waras berada di jalur yang positif insya Allah akan terasa lebih ringan meskipun timbangan masalah tetap berat. Itu yang saya lihat dari IIP. IIP semesti merangkul semua perempuan yang memiliki masalah untuk bersama-sama mencari insight agar satu persatu bisa menjalani dan menyelesaikan masalah. Jika mereka saja yang masalahnya seberat itu sekarang bisa tersenyum manis, apalagi saya dan kamu?? Betul kan?!

Jika teman-teman tertarik mempunyai buku "Berubah atau Kalah", sila klik link ini yaa untuk pemesanan buku "Berubah atau Kalah".

Postingan ini saya tutup dengan ajak pamer lagi yaaa. Kalau di awal saya pamer status baru, maka di akhir saya akan pamer sertifikat SG#7, berikut..... Check this ouuuut!!


Harapan, semoga saya dan semua teman di MIIPB7 tetap istiqomah berkomitmen dan konsisten melakukan kewajiban selama perkuliahan di IIP. Semoga setelah itu kami bisa menuai buah yang manis bersama-sama di akhir perkuliahan nanti. Aamiin..



Wassalamualaikum..



Salam,
Anisa Ratri
Januari 2019